Sukses

Serba-serbi imunisasi

20 Oct 2014, 10:11 WIB
Wanita, 21 tahun.
Ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan mengenai imunisasi, diantaranya: 1. Menurut literatur yg saya baca, pemberian vaksin dapat dilakukan melalui suntikan dan oral, suntikan pun byk berbagai tempat pemberian: intravena,intramuscular, intragluteal, dan sebagainya. Hal yg blm saya pahami adlh apa yg mendasari perbedaan tempat pemberian vaksin tersebut dan bgaimana dengan mekanismenya dalam tubuh, apakah sama atau berbeda, mohon penjelasannya? lbih efektif mana, imunisasi oral atau suntikan (parenteral)? 2. Reaksi hipersensitivitas seperti apa yg dapat terjadi pada seseorang, setelah pemberian vaksin (imunisasi)? 3. Bagaimana bisa (mekanisme) vaksin dapat bertahan pada suhu reaksi dalam tubuh? apa yg terjadi dgn vaksin yg telah behasil menginduksi respons imun (pembentukan antibodi), apakah vaksin tersebut hilang atau bagaimana? 4. Bagaimana mekanisme yg terjadi dlm tubuh sehingga vaksin ada yg hanya diberikan sekali (sprti Hep. B) ? 5. Untuk mjg stabilitas vaksin, suhu tinggi dibutuhkan, apakah hal tersebut berlaku pada semua vaksin? Hal lain apa saja yg perlu diperhatikan dalam mjg stabilitas vaksin? 6. Imunisasi polio hanya 3 kali waktu kecil, stlh dewasa apa perlu imunisasi lg? 7. Efek pemberian vaksin dengan dosis berlebih ataupun dosis kurang (tidak tepat)? Sebelumnya maaf jika pertanyaan yg saya ajukan terlalu banyak, tp mohon sekali untuk dijawab, untuk menambah pemahaman saya mengenai respons imun tubuh & imunisasi termasuk vaksin. Terima kasih banyak atas kesediaan menjawab pertanyaan saya..( perempuan, 21 thn,160 cm,38 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang anda ajukan :

1. Menurut literatur yg saya baca, pemberian vaksin dapat dilakukan melalui suntikan dan oral, suntikan pun byk berbagai tempat pemberian: intravena,intramuscular, intragluteal, dan sebagainya. Hal yg blm saya pahami adlh apa yg mendasari perbedaan tempat pemberian vaksin tersebut dan bgaimana dengan mekanismenya dalam tubuh, apakah sama atau berbeda, mohon penjelasannya? lbih efektif mana, imunisasi oral atau suntikan (parenteral)?

Pemilihan tempat penyuntikan vaksin berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain tebal otot atau lemak, untuk mendapatkan kekebalan optimal, cedera yang minimal pada jaringan, pembuluh darah, saraf di sekitarnya, memperkecil kemungkinan rasa tidak nyaman pada bayi dan anak akibat gerakan, sentuhan, terutama apabila bayi sudah dapat berjalan, dan bayi dan anak akibat gerakan, sentuhan, terutama apabila bayi sudah dapat berjalan, dan pertimbangan estetis.

Perbedaan tempat penyuntikan tidak menimbulkan perbedaan kekebalan atau efektivitas, asalkan kedalaman penusukan jarum atau jaringan yang disuntik vaksin (infrakutan, subkutan, intramuskular) sesuai dengan ketentuan untuk setiap jenis vaksin. Khusus untuk BCG sudah ada kesepakatan diberikan pada lengan kanan atas (deltoid). Cara pemberian vaksin akan mempengaruhi respons imun yang timbul, misalnya vaksin polio oral akan menimbulkan kekebalan lokal di samping sistemik (seluruh tubuh), sedangkan vaksin polio parenteral akan memberikan imunitas sistemik saja.


2. Reaksi hipersensitivitas seperti apa yg dapat terjadi pada seseorang, setelah pemberian vaksin (imunisasi)?

Hipersensitivitas yang anda tanyakan atau dikenal dengan nama Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau adverse events following immunization (AEFI) adalah kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi baik berupa efek vaksin ataupun efek samping, toksisitas, reaksi sensitivitas, efek farmakologis, atau kesalahan program, koinsidensi, reksi suntikan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.

Gejala KIPI yang disebabkan induksi vaksin umumnya sudah dapat diprediksi terlebih dahulu karena merupakan reaksi simpang vaksin dan secara klinis biasanya ringan. Walaupun demikian dapat saja terjadi gejala klinis hebat seperti reaksi shock anafilaktik sistemik dengan risiko kematian. Jenis KIPI dapat terbagi atas :

  1. Reaksi Lokal : nyeri di tempat suntikan, bengkak-kemerahan di tempat suntikan, BCG scar
  2. Reaksi Sistemik : demam, ruam kemerahan, konjungtivitis (radang pada selaput mata), pembengkakan kelenjar parotis (kelenjar ludah di daerah rahang bawah), gelisah, lemas
  3. Reaksi Vaksin Berat : Kejang, trombositopenia (penurunan trombosit), Hypotonis hyporensponsive episode (HHE), persistenst insconsolable screaming, reaksi anafilaksis (shock karena alergi), ensefalopati (peradangan pada otak)

Untuk memperkecil terjadinya KIPI harus selalu diupayakan peningkatan ketelitian pemberian imunisasi selama program imunisasi dilaksanakan.


3. Bagaimana bisa (mekanisme) vaksin dapat bertahan pada suhu reaksi dalam tubuh? apa yg terjadi dgn vaksin yg telah behasil menginduksi respons imun (pembentukan antibodi), apakah vaksin tersebut hilang atau bagaimana?

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga apabila ia terpajan pada antigen yang serupa maka tidak terjadi penyakit. Kekebalan terbagi atas 2, kekebalan pasif yaitu kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh (pemberian vaksin inaktif), dan kekebalan aktif yaitu kekebalan yang dibuat oleh individu sendiri. Kekebalan pasif tidak akan berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh sendiri sedangkan kekebalan aktif dapat berlangsung lebih lama karena adanya memori imunologik.

Respon imun primer adalah respon imun yang terjadi pada pajanan pertama kalinya dengan antigen. Antibodi yang terbentuk pada respon imun primer kebanyakan adalah IgM dan IgG dengan titer yang lebih rendah dibandingkan dengan respon imun sekunder. Respon imun sekunder, antibodi yang dibentuk adalah IgG dengan titer dan afinitas yang lebih tinggi. Pada imunisasi, respon imun sekunder yang kelak diharapkan untuk memberi respon adekuat bila terpajan pada antigen yang serupa.

Peran utama vaksinasi adalah menimbulkan memori imunologik yang banyak. Antigen asing yang sudah terikat dengan antibodi akan membentuk komplek Ag-Ab (antigen-antibodi) dan akan terikat dengan complemen (C). Komplek Ag-Ab-C akan menempel pada sel dendrit folikel karena terdapat reseptor C di permukaan sel dendrit.

Setelah itu, terjadilah proliferasi dan diferensiasi sel limfosit B dan akan terbentuk sel plasma yang menghasilkan antibodi dan sel B memori yang mempunyai afinitas antigen yang tinggi. Sel B memori akan berada di sirkulasi sedangkan sel plasma akan migrasi ke sumsum tulang. Apabila sel B memori kembali ke jaringan limfoid yang mempunyai antigen yang serupa maka akan terjadi proses proliferasi dan diferensiasi seperti semula dengan menghasilkan antibodi yang lebih banyak dan dengan afinitas yang lebih tinggi. Terbentuknya antibodi sebagai akibat ulangan vaksinasi (boosting effect) tergantung dari dosis antigen yang diberikan.


4. Bagaimana mekanisme yg terjadi dlm tubuh sehingga vaksin ada yg hanya diberikan sekali (sprti Hep. B) ?

Seperti dijelaskan di atas bahwa terdapat sel B memori dan dapat berproliferasi apabila terdapat antigen yang sama. Hepatitis B tidak hanya diberikan sekali, vaksinasi Hepatitis B butuh vaksinasi ulangan karena efeknya akan berkurang setelah 5 tahun


5. Untuk mjg stabilitas vaksin, suhu tinggi dibutuhkan, apakah hal tersebut berlaku pada semua vaksin?
Hal lain apa saja yg perlu diperhatikan dalam mjg stabilitas vaksin?


Secara umum terdapat 2 jenis vaksin, vaksin hidup (polio, BCG, campak, MMR, varicella) dan vaksin mati atau inaktif (DPT, Hib, pneumokokkus, typhoid, influenza, polio inactivated, meningokokkus). Dampak perubahan suhu terhadap vaksin hidup dan mati berbeda. Secara umum semua vaksin sebaiknya disimpan pada suhu +2 sampai +8 0C, di atas suhu +8 0C vaksin hidup akan cepat mati. Pada suhu di bawah +2 0C, vaksin mati (inaktif) akan lebih cepat rusak.

Untuk menjaga stabilitas vaksin diperlukan tempat penyimpanan dengan suhu optimum untuk menjaga kualitas vaksin. Selain itu untuk membawa vaksi dalam jumlah sedikit dan jarak tidak terlalu jauh dapat menggunakan cold box. Untuk mempertahankan suhu vaksin di dalam cold box dapat dimasukkan cold pack. Perhatikan juga tanggal kadaluarsa vaksin, Vaccine Vial Monitor (VVM) untuk mengetahui apakah vaksin sudah pernah terpapar suhu di atas batas, freeze watch untuk melihat apakah vaksin sudah pernah terpapar suhu di bawah 0 0C, serta warna dan kejernihan vaksin.

6. Imunisasi polio hanya 3 kali waktu kecil, stlh dewasa apa perlu imunisasi lg?

Vaksin polio oral diberikan secara rutin pada bayi baru lahir dengan dosis 2 tetes oral. Virus vaksin ini akan menempatkan diri di daerah usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun pada epitelium usus yang menghasilkan pertahanan lokal terhadap virus polio liar. Setelah itu, bayi akan diberikan 3 dosis berikutnya untuk memberikan imunitas jangka panjang terhadap 3 tipe virus polio.

Imunisasi penguat (booster) harus diberikan pada usia 18 bulan dan usia 5 tahun. Dosis berikutnya harus diberikan pada usia 15-19 tahun. Untuk orang dewasa, apabila belum pernah diimuniasasi polio maka dianjurkan untuk melakukan imunisasi primer (dasar) sebanyak 3 dosis berturut-turut. Dosis penguat untuk orang dewasa tidak diperlukan kecuali mereka yang dalam risiko khusus, yaitu :

  • bepergian ke daerah dimana poliomyelitis masih endemis atau saat terjadi endemi
  • petugas kesehatan yang kemungkinan mendapat kontak dengan kasus poliomyelitis

Bagi mereka yang secara terus-menerus mengalami risiko infeksi dianjurkan diberikan dosis tunggal sebagai penguat 2 tetes setiap 10 tahun.


7. Efek pemberian vaksin dengan dosis berlebih ataupun dosis kurang (tidak tepat)?

Pemberian vaksin dengan dosis kurang dapat mengakibatkan tidak optimalnya pembentukan antibodi tubuh terhadap antigen. Sedangkan pemberikan vaksin dengan dosis berlebih dapat menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seperti yang telah saya jabarkan di atas.

Sekian jawaban saya atas pertanyaan yang anda berikan, semoga menambah pengetahuan anda mengenai imunisasi. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar