Sukses

Pil KB Sebelum Menikah?

20 Oct 2014, 10:00 WIB
Wanita, 22 tahun.
sore dok, dok saya kan mau nikah kurang 5 bulan lagi.dan perlu diketahui saya sama calon suami saya masih sangat muda untuk mempunyai anak, jujur kami belum siap untuk hal itu, yang mau saya tanyakan apakah saya bisa memakai salah satu alat kontrasepsi misalnya pil KB sebelum menikah dok? saya menikah pertengahan bulan dan saya menstruasi akhir bulan, apakah saya ada efeksamping karna saya mengunsumsi obat itu?. Terima kasih dok atas jawabannya,( perempuan, 22 thn,155 cm,50 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Terdapat beberapa jenis kontrasepsi, namun yang lebih sesuai untuk perempuan muda dengan yang mengharapkan kontrasepsi jangka pendek antara lain perencanaan keluarga alami, kontrasepsi hormonal (pil atau suntik), dan barrier (penghalang). Perencanaan keluarga alami dilakukan dengan pengaturan waktu hubungan intim di luar masa subur. Masa subur adalah 2 - 3 hari sebelum dan sesudah dikeluarkannya sel dari indung telur. (ovulasi) Untuk itu, Ibu perlu menghitung rata-rata siklus menstruasi Ibu selama 3 bulan terakhir. Siklus menstruasi dimulai dari hari pertama terakhir menstruasi sampai satu hari sebelum menstruasi berikutnya, sedangkan ovulasi terjadi di tengah-tengah siklus tersebut. Misalnya rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke-14, dan masa subur adalah hari ke-11 sampai ke-17. Hubungan intim dapat dilakukan di luar masa subur tersebut. Namun, tingkat kegagalan metode kontrasepsi ini tinggi, sehingga saya tidak menyarankan penggunaan metode ini.

Metode kontrasepsi barrier contohnya adalah kondom (untuk pria) dan diafragma (untuk perempuan). Metode ini, tingkat kegagalannya tinggi jika pemakaiannya tidak benar. Sedangkan pemakaian diafragma juga memiliki risiko terjadinya infeksi pada kemaluan jika pemakaiannya tidak bersih.

Pilihan metode berikutnya adalah kontrasepsi hormonal, baik berupa pil maupun suntikan. Pil yang digunakan dapat berupa pil kombinasi estrogen-progesteron maupun progesteron saja. Sedangkan hormon suntik yang diberikan adalah progesteron. Tiap-tiap jenis kontrasepsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Pil progesteron saja biasanya digunakan oleh wanita yang menyusui, kekurangannya adalah penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi, dan efektivitasnya lebih rendah dibandingkan yang kombinasi. Kekurangan ini tentunya juga ditemukan pada progesteron suntik. Namun suntikan hanya perlu dilakukan tiap 3 bulan. Sedangkan keuntungan dari pil kombinasi adalah sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang.

Namun, ada keadaan-keadaan dimana penggunaan pil kombinasi ini tidak dianjurkan, seperti tekanan darah tinggi, riwayat migren, riwayat kanker payudara, dll. Perlu diperhatikan bahwa pengembalian kesuburan pada pemberian pil kombinasi dan progesteron suntik bervariasi, antara 3 - 12 bulan setelah kontrasepsi dihentikan.

Tidak ada perbedaan efek samping pemberian kontrasepsi hormonal sebelum atau sesudah menikah, sehingga Ibu dapat menggunakan metode kontrasepsi hormonal suntik maupun minum ini. Kontrasepsi yang mengadung hormon ini (pil KB) bahkan diberikan juga pada remaja atau perempuan yang belum menikah yang mengalami menstruasi yang tidak teratur.

Ibu dapat membaca lebih lengkap mengenai kontrasepsi pada artikel kami ini: https://www.klikdokter.com/illness/detail/120. Pertimbangkanlah keuntungan dan kerugian masing-masing metode, sebelum akhirnya menentukan pilihan.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih dan selamat atas rencana pernikahannya.

 

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar