Sukses

Benjolan di luar rahim (2)

20 Oct 2014, 10:00 WIB
Wanita, 28 tahun.
siang dok, melanjutkan pertanyaan sy ttg benjolan diluar rahim. waktu tes transvagina itu benjolan yg sy lihat di layar berbentuk bulat seperti sel telur yang akan berkembang tp pd saat itu dokternya menyebutkan benjolan dan tidak memberitahukan ke sy ttg hasil tes urin sy apakah positif atau negatif, skrg keterlambatan haid sy sdh berjalan 2 mgg (haid terakhir 15 januarai 2009) dan stlh sy tes urin (dilakukan sndiri) kmrn ternyata hasilnya adalah positif tetapi msh disertai skt di perut bagian bawah, yg mau sy tanyakan adalah ; 1. Apakah sebenarnya yg ada di rahim sy itu alon janin yg berkembang di luar rahim? karena hasil tes urin sy membuktikan hasilnya positif yang berarti saya hamil kan dok? 2. Klo ada kasus janin yg berkembang di luar rahim, apakh nantinya akan terus berkembang seperti janin di dalam rahim pd umumnya? 3. Berbahaya atau tidak kasus yg sy alami skrg ini, baik untuk sy ataupun janin yg ada di luar rahim sy tsb? 4. Apakah sebenarnya janin di luar rahim itu? apakah sama dgn hamil anggur? 5. Apa yang menyebabkan terjadinya janin di luar rahim? trims atas jawaban sblmnya dok dan sy nantikan jawabab dr pertanyaan lanjutan ini........ ( perempuan, 28 thn,155 cm,52 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terima kasih atas kesetiaan anda menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang anda ajukan :

1. Apakah sebenarnya yg ada di rahim sy itu calon janin yg berkembang di luar rahim?  karena hasil tes urin sy membuktikan hasilnya positif yang berarti saya hamil kan dok?

Saya masih belum jelas mengenai benjolan di luar rahim tersebut, dimanakah letak persisnya? apakah di indung telur, saluran tuba, leher rahim, atau dimana? karena lokasi terkadang dapat membantu menentukan jenis kelainan yang dialami. Polip rahim yang kemarin saya jelaskan adalah apabila lokasi benjolan tersebut berada di leher rahim dan keluar ke liang vagina. Tes urin yang positif memang menunjukkan peningkatan hormon B-hCG. Peningkatan tersebut umumnya disebabkan karena kehamilan atau hamil anggur (mola hidatidosa). Hormon B-hCG juga dapat meningkat apabila anda melakukan penyuntikan untuk menambah kesuburan.

Apabila memang anda hamil dan terdapat perkembangan janin di luar rahim, maka hal tersebut dinamakan dengan kehamilan ektopik. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai kehamilan ektopik di :

https://www.klikdokter.com/illness/detail/119

2. Klo ada kasus janin yg berkembang di luar rahim, apakah nantinya akan terus berkembang seperti janin di dalam rahim pd umumnya?

Janin yang berkembang di luar rahim akan mengalami pertumbuhan seperti janin biasa. Namun karena lingkungannya yang kurang mendukung untuk pertumbuhan janin, dikhawatirkan terjadi komplikasi. Contoh : janin yang berkembang di saluran tuba dikhawatirkan pembesaran janin tersebut akan membuat saluran tuba menjadi robek dan berujung kepada perdarahan yang mengakibatkan komplikasi kematian janin dan kematian ibu. Karena itu umumnya bagi janin yang berkembang di luar rahim akan diterminasi (diakhiri) demi mencegah terjadi komplikasi.


3. Berbahaya atau tidak kasus yg sy alami skrg ini, baik untuk sy ataupun janin yg ada di luar rahim sy tsb?

sudah saya dijelaskan diatas, hal itu berbahaya apabila memang anda mengalami kehamilan ektopik


4. Apakah sebenarnya janin di luar rahim itu? apakah sama dgn hamil anggur?

Kehamilan ektopik berbeda dengan hamil anggur (mola hidatidosa). Mola hidatidosa (hamil anggur) adalah kelainan di dalam kehamilan dimana jaringan plasenta (ari-ari) berkembang dan membelah terus menerus dalam jumlah yang berlebihan. Mola dapat mengandung janin (mola parsial) atau tidak terdapat janin di dalamnya (mola komplit). Anda dapat membaca mengenai mola hidatidosa atau hamil anggur di :

https://www.klikdokter.com/illness/detail/132


5. Apa yang menyebabkan terjadinya janin di luar rahim?

Anda dapat menemukan jawabannya pada artikel Kehamilan Ektopik.

Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar