Sukses

Tidak haid 4 bulan

20 Oct 2014, 10:00 WIB
Wanita, 25 tahun.
dok, sy wanita usia 25 tahun sudah 4 bulan terakir ini saya tidak mendapat haid.. saat hai perama kali saya berusia sekitar umur 14 tahun.. sewaktu haid selalu sedikit keluarnya.. tp saya malu untuk periksa kedokter..apa ada obat untuk memperlancar haid? kalo minum PIl tuntas apa bermanfaat? trims dok( perempuan, 25 thn,167 cm,85 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhomat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Apa yang Ibu alami saat ini disebut amenorea sekunder. Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. Agar terjadi menstruasi, diperlukan perjalanan atau rantai hormonal dari kelenjar hipotalamus ke hipofisis, kemudian ke indung telur. Rantai hormonal ini juga menstimulasi dinding dalam rahim yang disebut endometrium.  Adanya gangguan pada rangkaian rantai hormonal tersebut akan menyebabkan amenorea sekunder.

Pada keadaan normal, perubahan pada rantai hormonal tersebut disebabkan oleh adanya proses kehamilan, masa nifas, menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi hormonal (pil maupun suntik). Namun, jika memang Ibu belum menikah dan tidak ada kemungkinan hamil, dipikirkan penyebab-penyebab lain.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

  •  Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
  • Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.
  • Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
  • Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral.

Penyebab lain antara lain, gangguan kelenjar gondok, tumor hipofisis, dan sindrom ovarium polikistik. Gangguan kelenjar gondok berupa aktivitas kelenjar yang rendah dan berpengaruh terhadap kelenjar hipotalamus. Sindrom ovarium polikistik merupakan keadaan dimana terdapat kista-kista kecil pada indung telur. Kondisi ini menyebabkan kadar estrogen dan androgen (hormon pria) yang terus menerus tinggi (pada keadaan normal kadarnya berfluktuasi). Akibat dari kadar hormon yang abnormal tersebut, terjadi penurunan produksi hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis sehingga menstruasi pun berhenti. Gejala lain sindrom ini adalah obesitas, jerawat dalam jumlah banyak dan kadang tumbuhnya rambut pada wajah (kumis atau jenggot).

Pada Ibu terdapat faktor risiko amenorea sekunder berupa obesitas. Berdasarkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang dapat Ibu hitung sendiri menggunakan kalkulator IMT kami di laman depan Klikdokter, Ibu memang termasuk dalam kategori obesitas atau berat badan yang sangat berlebih. Untuk itu, saran saya adalah mencoba mengurangi berat badan tersebut dengan cara mengatur makan dan olahraga. Jika penyebabnya adalah obesitas, maka penurunan berat badan pun akan mengembalikan siklus menstruasi seperti semula.

Namun, saya tetap menganjurkan agar Ibu berobat ke dokter spesialis obstetrik dan ginekologi untuk menyingkirkan kemungkinan lain. Dokter tersebut dapat melakukan pemeriksaan yang lebih seksama dan menganjurkan dilakukan pemeriksaan tambahan tertentu seperti laboratorium dan USG jika memang diindikasikan. Jangan takut atau malu berobat ke dokter, karena dokter memiliki kewajiban menjaga rahasia pasien, sehingga Ibu dapat menceritakan apa saja pada dokter tersebut. Dengan penjelasan yang lengkap dari Ibu serta pemeriksaan yang dilakukan, dokter pun lebih mudah menegakkan diagnosis dan membantu Ibu dalam menangani keluhan.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih.



(Tim Redaksi Klikdokter)

0 Komentar

Belum ada komentar