Sukses

Keputihan pada anak

20 Oct 2014, 10:00 WIB
Wanita, 38 tahun.
Selamat siang dok, langsung saja ya dok, saya mempunyai anak perempuan (anak ke 2) sekarang berumur 7 tahun kelas 2 SD, sering saya suka menemukan flek keputihan agak kekuningan di celana dalamnya, apakah mungkin anak kecil keputihan, Berbahayakah ? apakah saya perlu ke dokter ? kalau perlu ke dokter kandungan atau dokter kelamin ya dok ? terma kasih atas bantuannya ya dok( perempuan, 38 thn,158 cm,71 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Keputihan dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada balita, bahkan bayi. Keputihan adalah semua cairan yang keluar dari vagina selain darah. Keputihan dibedakan menjadi dua, yaitu keputihan fisiologi atau normal dan patologis atau penyakit.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental), tidak berbau, tidak panas, tidak gatal, serta tidak menimbulkan keluhan lainnya.

Keputihan pada anak dapat disebabkan karena faktor endogen (dari dalam) dan faktor eksogen (dari luar). Faktor dari dalam diantaranya karena perkembangan alat kelaminnya belum sempurna (bibir luar kemaluan belum berkembang) sehingga memudakan peradangan, kemaluannya belum ditumbuhi rambut yang berfungsi sebagai pelindung, letak lubang kemaluan dan anusnya masih sangat dekat sehingga mudah terkontaminasi bakteri atau kotoran dari anus.

Faktor dari luar adalah infeksi dari bakteri, parasit, jamur, dan cacing. Penyebab lainnya adalah kondisi non-infeksi (yang paling sering terjadi) dan disebabkan oleh :

  • cebok yang tidak bersih. Pada anak 7 tahun umumnya tidak mau lagi diceboki namun cebok yang mereka lakukan belum bersih sehingga mudah menjadi infeksi yang berujung pada keputihan
  • daerah sekitar kemaluan yang lembab. Umumnya setelah BAK atau BAB anak kecil tidak pernah mengeringkan daerah kemaluannya sehingga celana dalamnya basah dan menjadi lembab. Hal ini memudahkan terjadi iritasi
  • duduk dan jongkok sembarangan di tanah atau lantai sehingga memudahkan bakteri atau jamur masuk ke kemaluan
  • manahan BAK karena asik bermain sehingga tanpa disadari air seni menjadi menetes dan memudahkan terjadi iritasi, lembab, dan gatal
  • menggaruk daerah kemaluan dnegan tangan yang kotor sehingga memudahkan infeksi

Apabila memang tidak ada keluhan dari anak dan keputihan seperti yang saya gambarkan di atas (normal) maka hal tersebut tidak apa-apa. Yang perlu diperhatikan adalah mengajari anak untuk menjaga kebersihan daerah kemaluannya untuk mencegah keputihan.

Ajarkanlah ia cara cebok yang benar, mengeringkan kemaluannnya, sering mengganti celana dalamnya bila lembab, dan jaga kebersihan dari tangannya (jangan suka menggaruk kemaluan bila tangan kotor). Dengan menerapkan pola kebersihan daerah kemaluan maka keputihan akan berangsur-angsur menghilang. Namun apabila memang terdapat keluhan, maka saya sarankan agar ibu membawa anak ibu ke dokter spesialis kebidanan untuk diberikan obat sesuai dengan penyebab dari keputihan. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(TIm Redaksi Klikdokter)


    0 Komentar

    Belum ada komentar