Sukses

Siklus haid lama

20 Oct 2014, 10:00 WIB
Wanita, 23 tahun.
hallo dokter! sy seorang wanita bekerja berusia 23 tahun. sy punya masalah dengan haid saya yang tidak teratur. siklus haid saya antara 38 sampai dengan 40 hari. sebelumnya sy informasikan bahwa sy pertama kali datang bulan pada usia 15 tahun. yang ingin sy tanyakan: 1). apa yang menyebabkan saya terlambat dapat haid pertama kali (usia 15 tahun)? 2). kenapa siklus haid saya tidak normal, dan bagaimana mengatasinya? 3). apakah dampak negatif dari siklus haid yang tidak teratur ini, mengingat beberapa bulan belakangan ini setiap kali saya dapat haid, selalu mengalami sakit (nyeri) pada hari pertama dan kedua? 4). apakah ada kemungkinan kalau haid tidak teratur, bisa menyebabkan sulit mendapatkan keturunan? Mohon bantuannya dokter, mengingat sy awam dalam hal ini. terima kasih sebelumnya.( perempuan, 23 thn,150 cm,47 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Apa yang menyebabkan saya terlambat dapat haid pertama kali (usia 15 tahun)? Rentang usia yang normal haid pertama kali adalah 9 sampai 16 tahun, jadi Ibu tidak mengalami keterlambatan haid pertama.

Kenapa siklus haid saya tidak normal, dan bagaimana mengatasinya? Lama siklus haid yang normal adalah antara 21 - 35 hari. Pada 2 tahun pertama, haid memang belum teratur, dan panjang (bisa sampai 45 hari). Siklus menstruasi yang lamanya di atas 35 hari disebut oligomenore.

Oligomenore dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Keadaan ini biasanya menunjukkan adanya abnormalitas hormon-hormon yang mengatur fungsi endometrium. Penyebabnya bisa berkaitan dengan indung telur, kelenjar hipotalamus dan hipofisis, kelenjar gondok, dan kelainan metabolik lain, serta efek dari beberapa obat tertentu. Faktor-faktor risiko yang mempengaruhi adalah stress psikis dan fisik, gizi yang tidak seimbang, gangguan pola makan (seperti anoreksia). Untuk memperkirakan penyebabnya, diperlukan informasi-informasi tambahan. Apakah ada keluhan-keluhan lain yang menyertai keluhan ini?

Sejak kapankah siklus yang abnormal ini berlangsung? Berapa hari biasanya haid berlangsung? Apakah ada bekuan-bekuan darah pada darah menstruasi yang keluar? Apakah akhir-akhir ini Ibu bekerja lebih keras sehingga lebih capek? Apakah ada keluhan jantung berdebar-debar, keringat berlebih, penurunan berat badan? Apakah ada sakit kepala atau gangguan penglihatan? Bagaimana dengan pertumbuhan rambut-rambut kemaluan (banyak atau sedikit).

Penyebab paling umum oligomenore adalah sindrom ovarium polikistik yaitu keadaan dimana pada indung telur terdapat kista-kista kecil. Perempuan dengan sindrom ini memiliki kadar hormon androgen yang sedikit lebih tinggi.

Apakah ada kemungkinan kalau haid tidak teratur, bisa menyebabkan sulit mendapatkan keturunan? Keadaan oligomenore ini memang membuat seorang perempuan lebih sulit untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Karena itu, penyebabnya harus dicari agar bisa ditangani.

Nyeri haid masih dibilang normal jika berlangsung selama 2 - 3 hari, umumnya dimulai sehari sebelum mulai menstruasi. Jika Saudari telah mengalami nyeri haid ini sejak pertama kali menstruasi, hal ini disebutkan dismenore primer, dan merupakan hal yang normal atau fisiologis. Seiring dengan bertambahnya usia, intensitas nyeri semakin berkurang, dan biasanya akan hilang setelah mengalami kehamilan.

Nyeri haid bisa juga karena sebab-sebab tertentu berupa kelainan dari rahim, saluran tuba, dan indung telur, seperti peradangan dinding rahim, kista indung telur, infeksi rahim, dan radang rongga panggul. Salah satu faktor risiko nyeri haid yang berlebih adalah penggunaan kontrasepsi spiral. Riwayat merokok atau minum minuman beralkohol juga merupakan faktor risiko. Untuk mengatasinya, tentunya perlu ditangani penyebab-penyebab yang disebutkan di atas. Mungkin saja nyeri haid yang baru ibu alami berhubungan dengan keadaan oligomenore Ibu, karena itu perlu ditelusuri lebih lanjut.

Saya menyarankan Ibu berobat ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih.

 

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar