Sukses

Susah Buang Air Kecil

20 Oct 2014, 10:00 WIB
Pria, 56 tahun.
Dok, mau tanya. Beberapa hari ini kalau saya buang air kecil tidak lancar, tetapi tidak nyeri dan tidak panas. Trus ada efek penis semakin pendek, susah ereksi. Saya ud periksa ke dokter umum katanya bukan gejala prostat.Yang saya tanyakan apakah saya menderita hernia/prostat/penyumbatan saluran kencing. Waktu periksa ke dokter umum tanpa periksa colok dubur. Mohon jawaban dan terima kasih( laki-laki, 56 thn,163 cm,61 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang terhomat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Untuk mengetahui kemungkinan penyebab keluhan Bapak, dibutuhkan beberapa tambahan informasi: Apakah Bapak harus mengedan sewaktu buang air kecil (BAK)? Apakah setelah BAK masih ada sedikit urin yang menetes-netes? Apakah BAK terputus-putus? Sering terburu-buru (kebelet) BAK? Frekuensi BAK meningkat namun sedikit-sedikit? Sering terbangu malam haru untuk BAK?

Jika jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas adalah "YA", maka kemungkinan besar Bapak memang mengalami pembesaran kelenjar prostat atau disebut juga Benign Prostate Hypertrophy (BPH). Keadaan ini dipengaruhi usia, lingkungan, dan kadar testosteron yang ada. Pada usia di atas 50 tahun kemungkinan adanya BPH pun lebih besar. Pemeriksaan BPH yang sederhana adalah pemeriksaan colok dubur. Selain itu dapat juga dilakukan pemeriksaan khusus seperti pemeriksaan aliran urin.Jadi, pada Bapak diagnosis BPH  masih mungkin.

Keluhan penis yang memendek dan sulit ereksi saya rasa tidak berhubungan dengan keluhan prostat. Apakah yang Bapak maksud penis bisa ereksi namun ada lengkungan tertentu sehingga tidak bisa lurus? Atau memang tidak bisa ereksi? Jika penis yang sulit ereksi atau lutus karena melengkung disebut juga Peyronie's Disease. Keadaan ini disebabkan oleh adanya trauma pada penis karena aktivitas seksual atau masturbasi.

Saya menyarankan Bapak untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis bedah urologi karena pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis urologi. Demikian juga penanganannya.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (PNA)

Terimakasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar