Sukses

Infeksi hepatitis tanpa gejala?

20 Oct 2014, 10:00 WIB
Pria, 43 tahun.
Assalamualaikum Dok mau nanya kalau terkena virus hepatitis dengan hbsag+, tapi anti hbsnya - Apakah masih bisa disembuhkan? Sekarang ini keadaan saya normal normal aja tidak menunjukkan ada gejala. terima kasih atas jawabannya ( laki-laki, 43 thn,165 cm,59 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/saudara yang terhormat,

Terimakasih atas kepercayaannya. Kami dapat memahami kekhawatiran Anda.

Berdasarkan hasil pemeriksaan serologi hepatitis Anda, saat ini anda menderita infeksi kronik virus hepatitis B (VHB). Infeksi kronik VHB dapat bermanifestasi sebagai salah satu dari empat fase berikut:

  1. Status imunotoleransi

  2. Hepatitis kronik HBeAg positif

  3. HBsAg carrier (pembawa)

  4. Hepatitis kronik HBeAg negatif

Sekitar 5-10% orag dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan “membawa” atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya. Anda mengatakan bahwa saat ini keadaan Anda normal tanpa gejala. Keadaan ini sangat mungkin terjadi pada kasus hepatitis B carrier. Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan dokter secara rutin. Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam, khususnya divisi gastroenterohepatologi untuk mendapatkan tatalaksana yang lebih optimal. Beberapa tips yang dapat anda terapkan adalah:

  1. Menjaga kesehatan Anda

  • Mengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah    dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.

  • Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.

  • Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati

  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko    terkena hepatitis yang lain yang juga merusak hati.

  • Vaksinasi hepatitis A

  1. Menjaga diri dari menginfeksi orang lain

  • Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang  memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak  yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi carriers, bahwa  tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.

  • Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar    bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama    kelahiran).

  • Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual

  • Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.

  • Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma

  1. Untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan Anda

  • Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis B

  • Vaksinasi hepatitis B

  • Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsb

  • Tutup semua luka dengan bandage

  • Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah

  • Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Demikian penjelasan kami. Semoga dapat membantu. (SO)

Terimakasih,

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar