Sukses

Hepatitis B dan menyusui

20 Oct 2014, 09:57 WIB
Wanita, 25 tahun.
Selamat siang dokter.Dok, saya ibu rmhtangga punya 1 anak umur 3 bln.pada tahun 2005 sy divonis positif terkena virus HEPATITIS B, sampai skr SGOT SGPT masih positif juga, HBE Ag juga positif.waktu sy melahirkan anak sy juga di anjurkan untuk vaksin waktu pertama lahir katanya dokter yg menangani sy hepatitis B menularnya lewat darah ibu waktu melahirkan. Yg sy tanyakan sy skr menyusui apa gak pengaruh sm bayi sy,trs kadang2 kondisi sy lemah sekali dokter klo kecapekan biasanya tanda2 muncul pada waktu malam di saat sy sdh tidak melakukan aktivitas kadang di sertai nyeri ulu hati, apakah kondisi lemas itu tanda2 virus nya bertambah dan blm hilang dokter, dan apakah msih ada kemungkina sy bisa sembuh total dan virus hilang total.terima kasih dokter tasa bantuan nya. ( perempuan, 25 thn,150 cm,45 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB) yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati.

Kadar HbeAg yang positif menandakan bahwa saat ini anda memiliki Hepatitis B Kronik dan masih terdapat replikasi aktif virus di dalam sel hati. Titer HbeAg akan berkorelasi dengan HBV DNA (virus). Salah satu pemeriksaan yang penting untuk menentukan keputusan pengobatan adalah kadar SGOT dan SGPT. Peningkatan kadarnya berarti menandakan adanya aktifitas peradangan di dalam hati.

Tujuan terapi hepatitis B kronis adalah mengeliminasi secara bermakna replikasi virus dan mencegah progresifitas penyakit hati ke arah yang lebih buruk (sirosis, kanker hati). Sasaran pengobatan adalah serokonversi HbeAg (mengubah menjadi negatif), menurunkan kadar HBV DNA, dan normalisasi kadar SGOT dan SGPT.

Terapi akan tergantung dari kadar ketiga marker yang saya sebutkan diatas. Mungkin saja anda hanya memerlukan kontrol berkala atau memerlukan terapi antiviral seperti lamivudine dan modulator sistim kebal seperti interferon Alfa. Terapi untuk hepatitis B memang berlangsung dalam jangka panjang. Seandainya virus tidak dapat dihilangkan secara total, yang dilakukan adalah menekan replikasi virus serendah mungkin.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), menyusui pada ibu yang mengidap Hepatitis B diperbolehkan segera setelah bayi yang lahir mendapatkan suntikan imunoglobulin hepatitis B dosis pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir. Dosis kedua vaksin diberikan pada usia 1-2 bulan dan dosis ketiga pada usia 6 bulan. Menurut penelitian belum pernah dilaporkan adanya transmisi hepatitis B melalui ASI.

Hal yang senada juga dikemukakan oleh World Health Organization (WHO), dimana memberikan ASI aman untuk bayi karena keuntungan dari ASI melebihi dari risiko yang mungkin terjadi. Yang perlu diperhatikan adalah jagalah puting payudara agar tidak lecet dan berdarah. Darah atau cairan tubuh lebih mudah untuk menularkan virus.

Saya sarankan agar anda berkonsultasi kembali ke dokter spesialis penyakit dalam sub hepatologi untuk menangani lebih lanjut mengenai hepatitis anda saat ini mengingat virus tersebut masih aktif di dalam tubuh anda. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar