Sukses

Hidramnion akut
20 Oct 2014, 09:57 WIB
Wanita, 22 tahun.
Asw. dok saya osi saya ingin bertanya dok, tante saya sedang hamil 6 bln sekitar 25-26 minggu dengan kehamilan kembar dan didiagnosa setelah USG dengan hidramnion akut dan kontraksi immature. dan ia mengeluh perutnya sudah 4 hari terasa kencang, kesakitan dan terasa sesak. yang mau saya tanyakan bagaimana cara pengelolaan dalam kehamilannya apakah masih bisa dipertahankan atau tidak jika masih bisa dipertahankan dengan cara apa? jelaskan? tetapi jika tidak harus diselesaikandengan cara apa? jelaskan? dan sebenarnya keadaan hidramnion akut dan kontraksi pada kehamilan immature bahaya bagi ibunya dan janinnya bagaimana dok? tolong jelaskan? terima kasih .( perempuan, 22 thn,150 cm,70 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Menurut salah satu jurnal  yang diterbitkan dalam pubmed, insiden terjadinya polihidramnion adalah 0,4% dan berkaitan dengan kelahiran prematur, kehamilan kembar, diabetes, dan kelainan janin. Namun berdasarkan penelitian, tidak didapatkan adalanya kecacatan pada 2/3 janin. Kematian janin berkisar 41,7%.

Polihidramnion adalah berlebihnya produksi cairan amnion (ketuban) di dalam rahim. Polihidramnion dapat disebabkan karena berlebihnya produksi, berkurangnya penyerapan cairan, atau penyebab lain. Penyebabnya diantaranya adalah :

  • penyebab dari ibu
  • obstruksi / sumbatan dari saluran pencernaan
  • gangguan menelan janin
  • poliuria janin (janin terlalu banyka berkemih)
  • infeksi kongenital
  • gagal jantung kongestif
  • penyebab idiopatik

Hidramnion akut adalah salah satu subtipe dari hidramnion dimana cairan amnion secara cepat berakumulasi dan menghasilkan keluhan pada ibu. Hidramnion akut umumnya terjadi pada kasus twin-twin transfusion syndrome. Twin-twin transfusion syndrome adlah sindroma dimana salah satu janin mendapatkan suplai darah yang lebih besar dibandingkan kembarannya.

Risiko dari terdapatnya hidramnion akut ini adalah Ketuban Pecah Dini (KPD) dimana ketuban pecah sebelum waktunya dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi dalam rahim, melahirkan prematur, gangguan perkembangan janin dalam rahim, putusnya tali pusat janin, peningkatan angka operasi sesar, dan perdarahan postpartum (setelah melahirkan).

Berdasarkan beberapa jurnal yang diterbitkan oleh British Medical Journal dan BJOG : An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, hidramnion akut dapat diatasi dengan cara parasintesis uteri (rahim). Parasintesis uteri adalah metode mengurangi cairan amnion dengan menghisapnya melalui jarum yang ditusukkan dari perut. Namun pada beberapa kasus dimana didapatkan adanya malformasi (kecacatan), induksi atau perangsangan untuk pengeluaran janin pervaginam (secara normal) merupakan indikasi.

Sebaiknya masalah ini dikonsultasikan secara langsung ke dokter spesialis kebidanan yang menangani. Beliau akan memonitor seberapa banyak cairan di rahim, ukuran rahim, dan melakukan prenatal care.  Hidramnion akut akan ditelusuri penyebabnya (bila memang ada penyebabnya), dan diterapi sesuai dengan penyebab dasarnya. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar