Sukses

Belum menstruasi selama 1 tahun

20 Oct 2014, 09:57 WIB
Wanita, 45 tahun.
sore dok... mau nanya adik saya, X, sudah 1 tahun belakangan tidak haid, padalah dia sudah kelas 2 sma waktu itu. kemudian setelah sakit perut (katanya sakit banget, sampai nangis2, dan gak mau makan), mensnya keluar,, tetepi setelah mens yang sekali itu tidak mengalami mens lagi sapai sekarang. sekarang ia sudah kelas 3 sma. sejak dulu dia memang jarang haid dan haidnya itu tidak teratur. bagaimana cara nmengatasinya ya? ( perempuan, 45 thn,150 cm,60 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Kondisi yang adik anda alami saat ini yaitu tidak mendapatkan menstruasi selama hampir 1 tahun disebut dengan amenorea sekunder. Amenorea adalah keadaaan tidak terjadinya menstruasi pada seorang wanita.  Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause. Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea <jumlah darah menstruasi sedikit>), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. Angka kejadian berkisar antara 1 – 5%.

Penyebab terbanyak dari amenorea sekunder adalah kehamilan, setelah kehamilan, menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi disingkirkan, maka penyebab lainnya adalah:

  • Stress dan depresi

  • Nutrisi yang kurang
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan
  • Obesitas

  • Gangguan hipotalamus dan hipofisis

  • Gangguan indung telur

  • Obat-obatan

  • Penyakit kronik dan Sindrom Asherman

Untuk memastikan penyebabnya, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut mengenai berbagai kemungkinannya. Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah kadar hormon tiroid dan kadar hormon prolaktin. Bila kadar keduanya masih normal, dapat dilakukan terapi hormon. Kemungkinan obat yang diberikan oleh dokter anda saat itu berupa hormon yang dapat membantu mengatur siklus haid anda. Namun perlu dilakukan evaluasi kembali selesai pengobatan.

Terapi untuk amenorea sekunder sangat bergantung pada penyebabnya. Saran saya sebaiknya adik anda segera mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk konsultasi lebih lanjut. Terapi yang optimal baru dapat dilakukan setelah diketahui penyebabnya. Sekian, semoga dapat membantu. (TRH)

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar