Sukses

Anak memiliki teman khayalan?

20 Oct 2014, 09:57 WIB
Wanita, 27 tahun.
Sore dok, mau tanya nih....anak saya umur 4 thn perempuan, dari kecil dia sudah menunjukkan tanda-tanda seperti bisa melihat makhluk halus.bahkan dia punya teman khayalan yang dipanggilnya adik, kadang-kadang si adik itu selalu dilibatkan dalam keseharian kami mialnya ketika saya sedang menyuapi anak saya,maka anak saya suka minta saya untuk menyuapi adiknya juga, atau si adik itu suka ikut aza kemana kami pergi (menurut anak saya lo dok). bahkan kalau misalnya ada benda yang jatuh/hilang kalau kami tanyakan ke anak dia kadang suka bilang "oo...itu tadi diambil adik dan dilempar keluar " benar saja ketika kami lihat keluar barang yang kami cari ada disana. pertanyaan saya bagaimana menghadapi anak yang punya kemampuan seperti itu soalnya saya kadang ga yakin bener ga sih dia bisa lihat,tapi saya pernah coba bertanya sama yang punya kemampuan indra ke 6 katanya anak saya memang bisa melihat. kadang kasihan dok, kalau yang dilihatnya sesuatu yang menyeramkan dia jadi nangis,diam atau ketakutan gt deh. gimana ya dok solusinya, terima kasih ( perempuan, 27 thn,150 cm,45 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Mungkin ibu kurang tepat bertanya mengenai kemampuan melihat makhluk halus di dunia medis. Tapi melihat keterangan yang ibu berikan, saya mungkin dapat menerangkannya sedikit dari sudut pandang kedokteran. Mungkin saya bisa menerangkan mengenai teman khayalan.

Memiliki teman khayalan adalah wajar pada usia balita. Umumnya teman khayalan ini berkembang saat anak sudah mulai bisa berkomunikasi. Ini adalah tanda imajinasi anak sudah mulai berkembang dan mulai belajar bergaul dengan orang lain sebagai bagian dari interaksinya dengan lingkungan.

Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Yang perlu dipermasalahkan adalah apabila anak menghindari interaksi dengan anak-anak lain dan lebih memilih bermain dengan teman khayalannya. Mungkin saja anak sedang mengalami tekanan psikologis apabila melakukan hal tersebut.

Teman khayalan bukanlah pertanda anak sedang bermasalah, umumnya adalah pertanda anak sedang berusaha berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dari sisi positif, teman khayalan merupakan hasil dari  keingintahuan dan kreativitas anak dalam usianya mencoba menalar apa yang terjadi di sekitarnya.

Cepat atau lambat anak-anak akan menyadari bahwa teman-teman khayalannya tidak nyata.Biasanya anak akan mengucapkan selamat tinggal pada teman khayalannya apabila anak sudah merasa mampu untuk menghadapi sendiri ketakutannya dan perasaan negatifnya. Ketika usia sekolah dasar, dimana banyak teman-teman lain yang nyata, teman khayalan akan perlahan-lahan menghilang.

Yang sebaiknya orangtua lakukan adalah jangan merendahkan hubungan anak dengan teman khayalannya namun juga jangan terlalu terlibat.  Melarang atau menekan demi menghilangkan teman khayalan bisa membuat anak frustasi dan menghambat kreativitasnya. Terima kenyataan dan perlakukan teman khayalan layaknya teman nyata. Anda dapat membiarkan anak berbicara dan bermain dengan teman khayalannya karena aktivitas tersebut bisa memunculkan emosi terpendam.

Sekian penjelasan dari saya, semoga uraian yang saya jabarkan diatas dapat membantu ibu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar