Sukses

Nyeri saat BAB
20 Oct 2014, 09:45 WIB
Wanita, 23 tahun.
Selamat Siang, Selama 1 minggu ini BAB saya sulit (berdarah, nyeri dan tidak bisa keluar) yang lebih menyakitkan adalah badan saya sangat lemas setelah BAB mungkin dikarenakan rasa perih saat BAB dan duburpun sangat perih. akibat hal tersebut saya jadi agak trauma utk BAB, padahal sudah sangat mulas tapi karena mengingat rasa sakit saat BAB jadi dihindari lah niat utk BAB. Obat apakah atau mungkin terapi seperti apa yang dapat mengurangi rasa sakit saat ataupun sesudah BAB serta mengurangi nyeri di dubur? Terim Kasih( perempuan, 23 thn,159 cm,68 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Kondisi yang anda alami saat ini disebut dengan konstipasi. Konstipasi atau sembelit adalah terhambatnya defekasi (buang air besar) dari kebiasaan normal. Dapat diartikan sebagai defekasi yang jarang, jumlah feses (kotoran) kurang, atau fesesnya keras dan kering. Semua orang dapat mengalami konstipasi, akibat gerakan peristaltik (gerakan semacam memompa pada usus) lebih lambat dan kemungkinan sebab lain. Kebanyakan terjadi jika makan kurang berserat, kurang minum, dan kurang olahraga.

Darah dan rasa perih yang anda alami kemungkinan disebabkan oleh feses keras yang menggesek daerah dubur dan menyebabkan perlukaan. Luka tersebut menyebabkan nyeri dan perdarahan.

Mencegah konstipasi secara umum dengan cara :

  • mengkonsumsi serat yang cukup. Serat yang paling mudah diperoleh adalah pada buah dan sayur. Beberapa di antaranya lebih baik bila dikonsumsi mentah, misalnya wortel, zucchini (disebut juga timun Jepang), dan kol. Sedangkan buah yang kaya serat antara lain apel, rasberi, dan peach. Anda dapat juga mengonsumsi agar-agar, makan cabe untuk merangsang gerak usus
  • Konsumsi cukup air (minimal 8 gelas/hari)
  • Olahraga teratur
  • Tidak menunda terlalu lama jika terasa hendak buang air besar

Banyak orang yang secara salah menganggap bahwa mereka harus buang air besar setiap hari. Yang paling penting adalah keteraturan buang air besar. Serat  sebaiknya dikonsumsi 25-35 g/hari. Olahraga teratur dapat menurunkan kejadian konstipasi sampai 2 kali lipat.

Jika tidak berhasil, maka dapat dipertimbangkan penggunaan laksatif, seperti psyllium, pectin, plantago, atau produk selulosa dapat digunakan. Agen ini menyerap air dari intestinal lumen untuk meningkatkan massa dan melunakkan konsistensi tinja. Terapi farmakologi lain adalah osmotic laksatif seperti magnesium hydroxide atau sodium biphosphate. Pengobatan ini harus dievaluasi oleh dokter selama 2-4 minggu.

Rasa sakit tersebut akan perlahan-lahan menghilang seiring dengan penyembuhan dari luka yang terjadi. Yang paling penting adalah memastikan BAB anda tidak keras dan tidak menggesek area dubur kembali. Apabila sangat nyeri, anda dapat mengkonsumsi obat pereda rasa nyeri seperti asam mefenamat.

Apabila tidak ada perbaikan, saya sarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam. Sekian, semoga dapat membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar