Sukses

Anak jarang belajar?

20 Oct 2014, 09:45 WIB
Wanita, 38 tahun.
Anak saya 7 th, sekolah di SD Negeri. Jadual sekolah pukul 7 sampai 11 WIB. Pukul 11 - 12 WIB ikut les di dekat sekolah. Diatas jam tsb dia tidak pernah belajar lagi di rumah. Pernah saya tanya tentang PR ternyata setiap ada PR dari sekolah sudah dikerjakan bersama-sama di les. Saya agak kuatir dengan keseringannya nonton TV. Yang saya tanyakan sebaiknya jam berapa anak harus belajar di rumah walau sudah tak ada PR ? Apakah tidak apa-apa kalau tidak belajar lagi di rumah?( perempuan, 38 thn,156 cm,50 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Terimakasih atas kepercayaan yang anda berikan kepada klikdokter. Saya mengerti anda khawatir dengan perkembangan anak anda saat ini, mengingat anak tidak pernah belajar di rumah dan lebih memilih menonton televisi.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa kemampuan penyerapan setiap anak berbeda. Ada yang dapat menyerap dengan cepat dalam satu kali pengajaran, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendalami apa yang sudah dipelajari.

"Bagaimana dengan anak anda?"

"Alasan apakah yang membuat anak anda menolak untuk belajar di rumah?"

Cobalah meluangkan waktu khusus untuk membicarakan hal ini dengan anak anda dari hati ke hati. Cari tahu apa yang membuatnya tidak mau belajar di rumah. Apakah karena tidak bisa belajar sendiri atau ada hal lain? Beri ia pemahaman bahwa akan lebih baik bila anak anda meluangkan waktu untuk mengulang pelajaran yang telah didapat pagi harinya, dan mempersiapkan untuk pelajaran esok hari. Tidak ada batasan jam belajar ideal untuk anak oleh karena kemampuan penyerapannya yang bervariasi.

Kemudian mengenai kebiasaan anak anda menonton televisi. Televisi sebenarnya merupakan sebuah sarana dimana anak mendapat hiburan dan pendidikan, tentunya dengan memperhatikan kualitas tontonan anak anda. Namun sesuatu yang berlebih justru akan mendatangkan efek negatif. Menonton televisi yang terlalu sering dan lama umumnya dikaitkan dengan obesitas dan faktor perkembangan psikologis anak. Untuk menyiasati hal ini anda dapat menerapkan sistem reward and punishment. Katakan kepada anak anda bahwa ia baru boleh menonton setelah belajar. Temani anak anda dan buatlah suasana senyaman mungkin selama ia belajar.

Dalam prosesnya dibutuhkan kesabaran yang luar biasa dari anda, karena penting diingat untuk TIDAK MEMAKSA anak anda melakukan sesuatu yang tidak ia senangi. Bagaimanapun, belajar tidak harus dilakukan di rumah, bisa saja di sekolah atau rumah salah satu teman yang menurut anak anda lebih kondusif untuk ia belajar.

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga membantu. (SO)

Terimakasih,

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar