Sukses

Insomnia pada anak

20 Oct 2014, 09:33 WIB
Wanita, 7 tahun.
Anak saya (sesuai data pasien) susah sekali memulai tidur di malam hari dan setiap beberapa jam selalu terbangun. hal ini terjadi setiap malam. Dia tidur sekamar dengan adiknya (5 th) sementara adiknya selalu tidur pulas hingga pagi. Menurut pengamatan saya dia spertinya bukan takut karena sesuatu atau seseorang tapi lebih karena takut bila tidak bisa bangun lagi esok harinya, karena dia pernah mengatakn hal semacam itu. Saya pernah memberitahu bahwa hidup ini bukan urusan kita tapi urusan Tuhan yang penting kita berdoa agar besok pagi bisa bangun dengan badan sehat. Namun rupanya hal tsb belum bisa menenangkan dirinya. Lalu apa yang seharusnya saya lakukan?( perempuan, 7 thn,132 cm,20 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / saudari yang terhormat,

Insomnia pada anak merupakan suatu masalah karena hal ini mengganggu tidur dan juga fungsi keluarga. Dibutuhkan waktu sekitar 10 jam bagi anak untuk tidur, apabila kurang dari waktu tersebut maka perlu diwaspadai bahwa anak mengalami sulit tidur. Ada 3 jenis gangguan tidur, pertama adalah disomnia, yaitu berhubungan dengan masalah jumlah tidur, saat mulai tidur, dan mempertahankan lama tidur. Kedua adalah parasomnia, yaitu sekelompok masalah yang berhubungan dengan keadaan, terjaga sebagian atau transisi tahapan tidur. Ketiga adalah gangguan tidur sekunder, yaitu berhubungan dengan gangguan kejiwaan, depresi, stres pasca trauma, abuse, rendah diri, ketakutan, gangguan saraf, atau masalah medis lainnya.

Menurut penelitian, setidaknya 25% anak usia 1-8 tahun mengalami gangguan sulit tidur. Kurang tidur pada anak dapat menyebabkan kurang konsentrasi, penurunan tingkat kecerdasan, gangguan fungsi kognitif, dan daya ingat yang menjadi lemah. Hal ini terjadi karena sebagian besar pertumbuhan otak dan fisik anak terjadi ketika tidur.

Penyebab dan pemicu anak sulit tidur sangat beragam, diantaranya adalah  :

  • Faktor lingkungan seperti suara bising di rumah
  • Gangguan penyakit seperti asma, alergi (batuk, bersin)
  • Kebiasaan menonton televisi atau main games menjelang tidur di malam hari
  • Kesalahan pola tidur sejak bayi juga dapat menyebabkan anak menjadi sulit tidur. Dari awal seharusnya sudah ditentukan jam berapa anak harus tidur
  • Tidur siang yang terlalu lama
  • Depresi atau stres pada anak juga dapat menyebabkan sulit tidur
  • Kecemasan, seperti gambaran yang ibu katakan juga dapat menjadi penyebabnya
  • Gangguan perkembangan seperti ADHD dan autisme

Orangtua sebaiknya memperhatikan baik fisik maupun psikis mengenai anaknya yang sulit tidur. Orangtua juga sebaiknya membuat jadwal tidur bagi anak dan menciptakan suasana nyaman dan enak di kamar tidur anak. Lingkungan yang tidak nyaman (panas, bising) akan menyebabkan anak sulit tidur.

Beberapa tindakan yang dapat Ibu lakukan untuk membantu anak lebih mudah tidur diantaranya adalah :

  • Biasakan anak tidur dengan lampu dimatikan dan ada sedikit sinar dari ruangan lain. Sinar membantu memberi tanda pada otak mengenai siklus tidur dan bangun
  • Lakukan interaksi dengan anak menjelang tidur seperti berbincang-bincang sejenak dengan anak, terutama mengenai masalahnya yang takut untuk tidur
  • Hindari anak makan makanan yang mengandung kafein beberapa jam sebelum tidur (keju, kopi, teh, kola)
  • Ciptakan waktu tidur dan bangun yang teratur bagi anak
  • Ciptakan lingkungan kamar yang nyaman, sejuk, dan hindari televisi di kamar anak
  • Tempat tidur hanya untuk tidur. Jangan penuhi tempat tidur anak dengan mainan karena dapat merangsang anak untuk bermain di tempat tidur sehingga menjadi sulit tidur, hindari juga nonton televisi atau membaca di tempat tidur
  • Disarankan agar sejak kecil anak sudah terpisah tidurnya dari orangtua
  • Jangan memaksa anak untuk tidur. Apabila anak masih sulit tidur, tidak masalah menunda tidur perlahan-lahan sampai anak dapat memperoleh waktu tidur yang normal
  • Bila anak memiliki alergi atau asma maka sebaiknya diatasi dan dikontrol

Bila dengan melakukan hal-hal diatas anak Ibu masih juga mengalami gangguan sulit tidur, maka sebaiknya Ibu berkonsultasi ke dokter spesialis anak (atau bisa juga ke psikiatri anak) untuk dievaluasi  lebih lanjut mengenai penyebabnya. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

 

 

 

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar