Sukses

Hiperplasia Adenomatosa

20 Oct 2014, 09:33 WIB
Wanita, 35 tahun.
saya mengalami mens selama 3 mg pd bulan oktober, kemudian sy dirawat utk transfusi krn hb drop. Setelah hb normal saya diobservasi. ternyata harus kuret krn ada penebalan. Setelah itu hasil kuret dipatologi, hasilnya adalah HYPERPLASIA ADENOMATOSA. Mohon dok PENJELASANnya mengenai penyakit tersebut dan apa ada obat nya dan apa pencegahannya. Saat ini saya tidak diberi obat hanya dianjurkan untuk mengubah pola makan yg sehat dan menghindari segala makanan yg mengandung pengawet dan zat kimia.( mentruasi saya setelah anak k2 7thn yg lalu memang tidak teratur setelah skitar 4 tahun saya mengkonsumsi pil kb dan berhenti krn mulai tidak mens waktu itu sudah skitar 3 tahun). Mohon penjelasannya dok, terima kasih banyak ( perempuan, 35 thn,155 cm,53 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang terhormat,

Hiperplasia adenomatosa atau hiperplasia endometrium adalah penebalan endometrium (selaput rahim bagian dalam) yang disebabkan oleh hiperestrogenisme atau peningkatan kadar hormon estrogen di dalam tubuh.Hal ini umum terjadi pada mereka yang memiliki SIndroma Polikistik Ovari atau menggunakan Hormon Replacement Therapy (HRT). Penggunaan kontrasepsi yang mengandung estrogen dalam jangka waktu lama juga merupakan faktor risiko hiperplasia endometrium.

Hiperplasia endometrium merupakan faktor risiko untuk terjadinya kanker endometrium, oleh karena itu pengawasan dan terapi dibutuhkan pada mereka yang mengalaminya. Diagnosis hiperplasia endometrium dilakukan dengan kuretase yang sudah Anda lakukan sebelumnya.

Terapi untuk hiperplasia ini tergantung masing-masing individu. Pada umumnya terapi menggunakan hormonal seperti progestin untuk mengkontrol kadar hormonal di dalam tubuh.  Mungkin ada pertimbangan dari dokter kebidanan Anda untuk terapi perubahan pola hidup yang diterapkannya sekarang. Seperti saya katakan di atas, terapi akan tergantung masing-masing individu. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar