Sukses

Diare pada anak

20 Oct 2014, 09:30 WIB
Wanita, 0 tahun.
dok, anak saya 6 bulan. berat 8,6 panjang 58. sudah tidak minum ASI. baru belajar berdiri sendiri. seminggu yl baru dikenalkan dengan ati ayam saring, setelah itu BAB nya kok sampai 6-7 kali sehari, sedikit2 dan encer. tapi tidak ada keluhan demam atau rewel. cuma anusnya merah dan lecet karena frekuensi BABnya yang terlalu sering. kemudian saya langsung stop pemberian ati. saya kembalikan ke bubur susu. tapi sampai sekarang masih begitu. yang ingin saya tanyakan;
1. apakah anak saya termasuk kena diare?
2. apa penyebabnya makanan ati tsb? krn makanan lain belum saya kenalkan, kecuali bubur susu (sudah dia konsumsi sejak umur 3 bln dan tdk ada masalah).
3.kalau benar, bagaimana penanganannya? kalau distop, kapan bisa saya beri kembali kepada bayi saya? atau perlu dicoba dengan makanan lain dulu?
4. saya dpt penjelasan dokter bisa saja penyebabnya krn suasana yg kurang nyaman bagi bayi. apakah benar bayi bisa merasa stress? mungkin krn usaha kerasnya belajar berdiri? terimakasih atas jawabannya dok (Wanita, 29 thn, 160 cm, 54 kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) dan persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Ibu berdasarkan definisi di atas :

1. apakah anak saya termasuk kena diare?

Ya, menurut definisi diatas, anak Ibu terkena diare akut karena jangka waktunya yang kurang dari 14 hari.

2. apa penyebabnya makanan ati tsb? Karena makanan lain belum saya kenalkan, kecuali bubur susu (sudah dia konsumsi sejak umur 3 bln dan tdk ada masalah).

Diare akut umumnya berkaitan dengan infeksi bakteri, virus, atau parasit. Penyebab lain adalah intoleransi terhadap jenis makanan tertentu seperti pemanis buatan atau laktosa, kemudian bisa juga disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan (antibiotik). Diare kronik umumya berkaitan dengan gangguan fungsional seperti irritable bowel syndrome atau inflammatory bowel disease.

Infeksi dari rotavirus merupakan penyebab tersering dari diare pada anak. Diare yang disebabkan oleh rotavirus akan sembuh sendiri dalam jangka waktu 3-9 hari. Dalam kasus anak Ibu, kemungkinan penyebabya bukanlah makanan namun kemungkinan besar adalah virus atau bakteri. Salah satu yang menguatkan adalah bayi Ibu tetap mengalami diare meskipun makanannya sudah Ibu ubah lagi ke bubur susu.

3.kalau benar, bagaimana penanganannya? kalau distop, kapan bisa saya beri kembali kepada bayi saya? atau perlu dicoba dengan makanan lain dulu?

Karena diare sudah berlangsung selama 1 minggu, saya sarankan Ibu berkonsultasi ke dokter spesialis anak. Diare dapat berbahaya bagi bayi karena diare dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Tanda-tanda dehidrasi pada bayi adalah :

  • minumnya yang seperti orang kehausan
  • bayi menjadi lemah atau tidak aktif
  • kencingnya berkurang atau menjadi sedikit dan berwarna lebih gelap
  • mulut dan lidahnya kering
  • matanya cekung
  • bayi gelisah
  • kulit bayi tidak kembali seperti semula ketika dicubit
  • pampers tidak basah selama 3 jam

Cara penanganan diare yang terpenting adalah menjaga cairan anak agar tidak kekurangan dengan menggunakan larutan oralit, pedialit atau sejenisnya yang mengandung elektrolit untuk menggantikan elektrolit yang terbuang. Air putih saja tidak mengandung elektrolit yang dibutuhkan.

4. saya dpt penjelasan dokter bisa saja penyebabnya krn suasana yg kurang nyaman bagi bayi. apakah benar bayi bisa merasa stress? mungkin krn usaha kerasnya belajar berdiri?

Bayi memang dapat menjadi stres karena hal-hal tertentu. Namun faktor ini dipertimbangkan setelah kita menyingkirkan segala kemungkinan di atas.

Sekian jawaban dari saya, semoga membantu. (TRH)

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar