Sukses

Bayi kedua lebih besar?

20 Oct 2014, 09:30 WIB
Wanita, 39 tahun.
saya melahirkan anak pertama ketika sdh berumur 34 th, lewat persalinan normal dg berat badan bayi 3,9 kg. Sekarang saya mengandung anak kedua. Ada kekhawatiran dalam diri saya karena faktor usia dan bnyk juga yg mengatakan kelahiran kedua dst BB bayi cenderung lebih besar. Benarkah demikian? Bagaimana caranya agar bayi lahir dg BB tdk terlalu besar? ( perempuan, 39 thn,162 cm,54 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Terimakasih atas pertanyaannya. Saya dapat memahami kekhawatiran Anda apakah berat badan dan kondisi kelak terkait dengan usia Anda saat ini.

Terdapat berbagai faktor yang menentukan BB bayi saat dilahirkan, antara lain asupan nutrisi saat ibu mengandung, penyakit penyerta yang diderita ibu saat mengandung (misal: keracunan dalam kehamilan/preeklamsi, kencing manis dalam kehamilan/diabetes melitus gestasional, dll), usia kandungan saat dilahirkan (pada bayi prematur BB umumnya lebih rendah), berat badan bayi sebelumnya, dsb. Terkait pertanyaan Anda apakah kelahiran kedua dst BB bayi cenderung lebih besar, maka jawabannya adalah belum tentu. Hal ini terkait berbagai macam faktor yang mempengaruhi seperti yang telah Saya jelaskan diatas. Namun, BB bayi sebelumnya merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi.

Terkait pertanyaan Anda mengenai bagaimana caranya agar bayi tidak terlalu besar, hal ini merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan terkait dengan etika serta kesejahteraan sang bayi. Sebaiknya Anda tidak membatasi asupan Anda dan takut dengan masalah BB bayi yang sedang dikandung. Apabila Anda membatasi misalnya makanan, asupan nutrisi dan zat gizi yang penting dalam proses pembentukan janin bisa tidak tercukupi, sehingga terdapat risiko untuk terjadinya suatu kelainan/penyakit pada janin yang dikandung.  Sebagai tambahan, semakin tua usia ibu saat mengandung memiliki peningkatan risiko untuk
mengalami berbagai macam komplikasi. Untuk lebih memahami dan mempersiapkan persalinan Anda nanti, diskusikanlah dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda mengenai
hal tersebut. Demikian penjelasan Saya. Semoga dapat dipahami.

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar