Sukses

Kusta pada kehamilan

20 Oct 2014, 10:10 WIB
Pria, 26 tahun.
isteri (25 th) saya didiagnosa dokter menderita penyakit kusta basah dan saat ini sedang menjalani terapi (sudah 3 bulan) dengan meminum obat jenis MDT dari puskesmas (paket obat WHO), namun sekarang isteri saya hamil (baru 1 bulan) . Apakah penyakit kusta dapat menular kepada janin? Apakah ada pengaruh obat yang diminum terhadap janin? Mohon penjelasan dan terimakasih( laki-laki, 26 thn,170 cm,75 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak / Saudara yang Terhormat,

Terimakasih telah mempercayakan masalah anda pada klikdokter. Saya mengerti kakhawatiran anda akan kondisi kehamilan istri anda saat ini. Akan saya jawab satu demi satu. Semoga dapat dipahami.

1. PENULARAN KUSTA KE JANIN
Kusta atau lepra adalah penyakit kronik granulomatosa akibat infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini jarang ditemukan pada kulit utuh sehingga inhalasi maupun kontak droplet penderita pada kulit yang rusak dipercaya merupakan faktor penting penularan bakteri M.leprae. Kebanyakan wanita dengan kusta juga dapat hamil dan melahirkan bayi yang sehat.

2. PENGOBATAN KUSTA TERHADAP KESEJAHTERAAN JANIN
Tipe kusta dibagi menjadi dua tipe: tipe Pausibasiler (PB) dan tipe Multibasiler (MB). Masing-masing tipe memiliki metoda pengobatan yang berbeda.

  • MDT-PB --> 2 macam obat selama 6 bulan
    • Rifampicin 600 mg/bulan
    • Dapsone 100 mg/hari
  • MDT-MB --> 3 macam obat selama 2 tahun
    • Rifampicin 600 mg/bulan
    • Clofazimine 300 mg/bulan
    • Clofazimine 50 mg/hari
    • Dapsone 100 mg/hari

Paket obat manakah yang istri anda dapatkan dari puskesmas?

Mengenai keamanan pengobatan tersebut pada kehamilan, sayangnya sedikit sekali data yang mengemukakannya. Meskipun beberapa obat terbukti menimbulkan kelainan pada janin tikus, belum pernah ada penelitian yang membuktikan keamanannya pada kehamilan manusia. Namun mengingat perjalanan penyakit kusta sendiri dapat memburuk selama kehamilan, sangat dianjurkan bagi istri anda untuk meneruskan pengobatan. Diskusikan hal ini dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan anda. Jangan lupa untuk kontrol teratur, baik untuk kehamilan maupun pengobatan kusta anda.

Demikian penjelasan saya. Semoga dapat dipahami. (SO)

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar