Sukses

Mata minus dan silinder

20 Oct 2014, 09:30 WIB
Wanita, 0 tahun.
Selamat Malam. Dua tahun yang lalu, saya pernah memeriksakan mata saya ke optik. Menurut hasil pemeriksaan secara manual, mata saya minus seperempat dan silinder seperempat. Tadi, saya mencoba kembali memeriksakan mata saya di optik yang berbeda. Hasil pemeriksaan menunjukkan mata saya silinder tigaperempat dan minusnya hilang. Terus terang saya agak meragukan hasil pemeriksaan tersebut. Namun ketika dicobakan lensa dengan ukuran tersebut ( silinder 3/4), penglihatan saya menjadi lebih jernih. Tapi tetap saja saya agak sangsi. Apakah mata minus dapat sembuh tanpa pengobatan? Sebenarnya apa penyebab mata menjadi minus, plus, maupun silinder? Dan dapatkan penyebab tersebut dihindari? Apakah hasil pemeriksaan optik dapat dipercaya? Terima kasih atas jawaban dokter. (Wanita, 26 thn, 168 cm, 58 kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter. Sebelum menjawab pertanyaan anda, saya akan membahas mengenai fungsi penglihatan normal. Semoga dapat dipahami.

Kornea dan lensa mata berperan layaknya lensa kamera, berfungsi memfokuskan cahaya yang masuk ke dalam mata untuk membentuk bayangan pada retina yang terletak di belakang mata. Pada keadaan normal, lensa mata dapat beradaptasi (berakomodasi) sesuai jauh-dekat objek yang dilihat. Bila cahaya dapat terfokus pada satu titik sempurna di retina, maka akan terbentuk bayangan yang jelas. Bagaimanapun, bila cahaya terfokus di depan atau belakang retina, maka bayangan yang terbentuk akan tampak kabur. Keadaan ini disebut sebagai kelainan refraksi.

Yang termasuk di dalam kelainan refraksi antara lain adalah miopi (mata minus / rabun jauh), hipermetropi (mata plus / rabun dekat), dan astigmatisma (silinder). Miopi terjadi ketika bayangan benda jatuh terfokus pada depan retina. Keadaan ini timbul akibat bola mata terlalu panjang atau daya akomodasi lensa terlalu kuat. Sebaliknya, hipermetropi terjadi ketika bayangan benda jatuh di belakang retina akibat bola mata pendek atau daya akomodasi lensa terlalu lemah. Berbeda dari dua sebelumnya, astigmatisma terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan kornea dan lensa sehingga cahaya yang masuk tidak akan jatuh pada satu titik.

Kelainan refraksi bukanlah suatu penyakit, tetapi lebih merupakan variasi individu. Faktor yang mempengaruhipun berbeda pada setiap keadaannya. Terapi awal yang dapat dilakukan adalah dengan kacamata untuk mengoreksi kelainan refraksinya, bergantung pada gejala pasien dan kebutuhannya akan penglihatan.

PEMERIKSAAN OPTIK DAPAT DIPERCAYA ?

Pemeriksaan optik atau pemeriksaan refraksi terdiri dari 2 yaitu refraksi subyektif dan refraksi objektif. Refraksi subyektif sangat bergantung pada respon anda untuk
mendapatkan koreksi tajam penglihatan terbaik, sehingga tidak menutup kemungkinan hasil yang didapatkan dari dua pemeriksaan yang sama akan berbeda. Untuk memeriksa kelainan refraksi secara objektif dapat dilakukan pemeriksaan retinoskopi.

Lebih lanjut mengenai hal ini dapat anda baca dalam indeks penyakit kami kategori mata "kelainan refraksi", atau dengan mengklik link berikut:

https://www.klikdokter.com/illness/detail/35

Demikian penjelasan saya. Semoga dapat membantu. (SO)

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar