Sukses

Scoliosis pada anak

20 Oct 2014, 09:30 WIB
Wanita, 0 tahun.
dokter, saya seorang ibu yang punya bayi berusia 6 bulan. saya mau bertanya,
1. baru saja saja baca sebuah artikel tentang skoliosis yang menyerang pada anak2. saya ingin bertanya, apa sebenarnya penyebab dari skoliosis tersebut? apa ada faktor kesalahan penanganan pada anak saat ia masih bayi, ataukah murni dari genetik? apa ada cara pencegahannya?
2.satu lagi dok, tentang metode glenn doman yang mengajarkan membaca sejak dini (dengan pengenalan kata2 dengan flash card), saya bertanya2 nih, benarkah cara ini berhasil dan apakah bayi benar2 membaca atau sekedar menghapal bentuk? soalnya saya ingat keponakan saya yang dapat dengan cepat belajar mengoperasikan komputer, ternyata dia hanya mengenal/menghapal bentuk dan masih kesulitan dalam belajar membaca disekolah. terimakasih untuk jawabannya dok. ( Wanita , 29 thn, 170 cm, 60 kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Saya akan mencoba menjawab pertanyaaan yang Ibu ajukan

Skoliosis Anak

Scoliosis merupakan pembengkokan kearah samping dari tulang belakang yang merupakan suatu deformitas (kelainan) daripada suatu penyakit. Penyebab dari scoliosis terbagi atas :

  1. Nonstruktural : Scoliosis tipe ini bersifat reversibel (dapat dikembalikan ke bentuk semula), dan tanpa perputaran (rotasi) dari tulang punggung
  2. Sruktural : Scoliosis tipe ini bersifat irreversibel dan dengan rotasi dari tulang punggung, terbagi atas :
    1. Idiopatik (tidak diketahui penyebabnya)
    2. Osteopatik bisa kongenital (sejak lahir)atau didapat (akibat patah tulang , trauma punggung)
    3. Neuropatik bisa kongenital (Spina bifida)atau didapat (Poliomielitis)

Scoliosis idiopatik merupakan 80% dari seluruh kasus scoliosis. Scoliosis idiopatik tidak diketahui penyebabnya dan dapat menyerang dari bayi sampai dewasa. Scoliosis idiopatik umumnya terjadi pada remaja (usia 10-14 tahun) dan jarang ditemukan pada bayi atau anak dibawah 10 tahun. Penyakit ini juga dapat diturunkan secara familial (keturunan). Karena itulah deteksi dini sangat penting, agar penanganan dapat segera dimulai. Bawalah anak ke ahli bedah orthopaedi bagian tulang punggung, bila ada riwayat scoliosis dalam keluarga.

Secara keilmuan, penyebab scoliosis tidak diketahui. Namun diduga salah satu penyebabnva adalah pola makan yang salah dan postur tubuh yang kurang baik. Sikap duduk yang tidak benar saat belajar akan mempengaruhi tulang belakang anak terutama pada perkembangan otot dan tulang belakangnya sebab, otot-otot dan tulang belakang tersebut dipaksa bekerja ekstrakeras untuk melakukan penyesuaian dengan posisi tubuh. Akibatnya terjadilah ketegangan otot yang berpotensi menimbulkan beragam keluhan. Di antaranya nyeri bahu, nyeri leher, mudah lelah, sakit kepala, dan sebagainya. Bila posisi tubuh yang salah ini dibiarkan berlangsung terus-menerus, anak bisa berisiko mengalami kelainan postur. Inilah yang menjadi penyebab timbulnya scoliosis.

Terkadang scoliosis tidak menimbulkan gejala dan ditemukan pada pemeriksaan rutin. Sekitar 10% kasus scoliosis pada anak membutuhkan terapi (operasi atau bracing), dan 90% lainnya tidak membutuhkan terapi. Apabila derajat pembengkokan kurva masih kurang dari 20 derajat (ringan), maka hanya akan diobservasi saja dengan foto x-ray setiap 4-6 bulan oleh dokter bedah orthopaedi bagian tulang punggung.

Metode Glen Doman

Pada tahun 1955, berdiri suatu institut yang bernama The Institutes for The Achievement of Human Potential (IAHP) yang didirikan oleh Glenn Doman dan Carl Delacato. IAHP ini berfungsi untuk menangani anak-anak dengan perlukaan pada kepala (brain injury). Glenn Doman percaya bahwa perkembangan neurologi (saraf) pada anak dengan trauma kepala dapat dipercepat, karena itu hal ini seharusnya juga bisa terjadi pada anak normal. Karena hal itulah maka IAHP mengadakan beberapa program, diantaranya adalah "How to teach your baby to read".

Metode ini mengajarkan bayi diajarkan membaca mulai usia 10 bulan. Metode ini masih kontroversi di dalam dunia kedokteran sendiri, dia didukung oleh beberapa organisasi ilmiah namun juga masih merupakan kontra bagi beberapa organisasi lainnya seperti American Academy of Pediatrics. Beberapa penelitian yang dilakukan memang mendukung keberhasilan program ini. Kemajuan dari anak yang melakukan metode ini akan berbeda tergantung dari anaknya sendiri. Mengenai lebih jelasnya mengenai kegunaan metode ini dapat Anda konsultasikan ke dokter spesialis anak, sub bagian tumbuh kembang. Semoga membantu. (TRH)

Terima Kasih

(Tim Redaksi klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar