Sukses

Diabetes dan Disfungsi Ereksi

09 Nov 2015, 13:09 WIB
Pria, 54 tahun.

Dok, apakah diabetes bisa membuat disfungsi ereksi? Bagaimana caranya supaya sembuh diabetes dan berfungsi sebagai pria yang tangguh? ( laki-laki, 54 thn,167 cm,84 Kg).

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Bapak / Saudara yang Terhormat,

Kami mengerti kekhawatiran Anda.

Bagaimanapun, kehidupan seksual merupakan salah satu bagian dari kehidupan dan kebutuhan setiap individu. Sebelum membicarakan disfungsi ereksi, kami akan memberikan sedikit penjelasan mengenai diabetes.

Diabetes melitus (DM) atau biasa disebut dengan kencing manis bisa terjadi akibat kekurangan hormon insulin yang mengubah gula darah menjadi gula cadangan atau gula otot.

Terapinya bertahap mulai dari pengetahuan yang cukup mengenai DM, perubahan pola makan, olahraga, hingga penggunaan obat-obatan  (termasuk di dalamnya adalah obat antidiabetes oral dan / atau suntik insulin).

Perlu diketahui bahwa diabetes bukanlah suatu penyakit yang dapat disembuhkan, melainkan dikontrol / dikendalikan agar terhindar dari segala keluhan ataupun komplikasi yang bisa timbul, salah satunya adalah disfungsi ereksi.

Silakan klik next untuk melanjutkan.

Diabetes dan Disfungsi Ereksi



Namun, tidak semua disfungsi ereksi disebabkan oleh diabetes. Masih ada beberapa keadaan lain yang dapat menyebabkannya, seperti faktor psikologis, gaya hidup (merokok, alkohol), riwayat luka pada kemaluan, pengobatan tertentu, dan beberapa kondisi medis lain.

- Berapakah kadar gula darah Anda saat ini?
- Apakah selama ini Anda menderita DM?
- Bila iya, sudah berapa lama Anda menderita penyakit ini?, dan
- terapi apa yang sudah Anda jalani?
- dsb.

Diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti disfungsi ereksinya. Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mengendalikan diabetes dan dokter spesialis urologi untuk disfungsi ereksinya.

Dokter mungkin akan memberikan Anda obat yang dapat membantu ereksi (misal sildenafil sitrat, obat penenang, dsb), atau beberapa alternatif lain bergantung penyebabnya, sambil dilakukan beberapa pemeriksaan dan terapi untuk mengendalikan kadar gula darah Anda. Demikian penjelasan kami. Semoga dapat membantu.

Terima kasih.

0 Komentar

Belum ada komentar