Sukses

Penyakit kelamin dan kanker

20 Oct 2014, 09:30 WIB
Wanita, 0 tahun.
Salam Sehat Dok, saya ingin menanyakan resiko terjangkitnya penyakit kelamin terhadap seorang perempuan yang menikah muda. Karena saya termasuk salah satunya. Saya menikah pada usia 18 tahun dan melahirkan anak pertama saya pada usia 19 tahun. Kebetulan saya membaca artikel tentang Syekh puji yang menikah denagn gadis belia yang berusia 12 tahun.
Saya hanya takut saja dok soal penyakit2 tersebut. Tolong informasikan kapan saya harus melakukan pemeriksaan pap smear?
saya sekarang masih menggunakan KB spiral yang sudah saya pasang waktu usia anak saya 2 bulan. Dan sekarang anak saya sudah berumur 5 tahun. Saya belum menggantinya karena spiral yang saya pakai batasnya 8 tahun. Dan sampai sekarang saya tidak merasakan gangguan dari spiral yang saya pakai. Hanya saja terkadang saya mengalami keputihan. tapi yang normal saja. Tidak bau.
Saya juga ingin menanyakan apakah benar penyakit kanker dan tumor itu ada pengaruhnya dengan penyakit keturunan. Soalnya ada 3 orang sepupu saya sudah mengalami penyakit tumor payudara dan salah satu dari mereka mengidap kanker yang sudah parah karena baru di ketahui pada saat kankernya sudah stadium 4. Dan akhirnya payudaranya harus di potong. Hal itu membuat saya takut. Apakah saya dapat menderita penyakit itu juga. Melihat karena saya menikah di usia muda.
Sepupu saya itu adalah anak dari saudara perempuan ayah saya. Saya harap tim klik dokter dapat memberikan jawaban yang dapat saya mengerti. Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih. (Wanita, 24 thn, 155 cm, 52 kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Saya mengerti kekhawatiran Anda. Melakukan hubungan seksual pada usia dini (< 20 tahun) memang memiliki banyak risiko. Selain risiko terkena penyakit kelamin, risiko mengalami gangguan kehamilan dan perkembangan kanker leher rahim juga umumnya semakin meningkat.

Untuk itu, Saya akan menjawab pertanyaan Anda satu demi satu. Semoga dapat dipahami dengan baik.

  1. PEMERIKSAAN PAPSMEAR

Seperti yang Saya katakan sebelumnya, melakukan hubungan seksual pada usia dini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker leher rahim. Masih ada beberapa faktor lain seperti berganti pasangan seksual, merokok, konsumsi alkohol, KB hormonal, penyakit hubungan seksual, nutrisi dan faktor penyebab utama, yaitu infeksi HPV. Selama tidak ada bukti adanya infeksi HPV bisa dikatakan risiko berkembangnya kanker leher rahim sangatlah kecil.

Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan melakukan pemeriksaan papsmear. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap tahun sejak 3 tahun setelah hubungan seksual pertama kali. Mulai usia 30 tahun, wanita dengan hasil papsmear normal 3 kali berturut-turut dapat diskrining setiap 2-3 tahun.

Namun, mengingat faktor utama penyebab kanker leher rahim adalah infeksi HPV, akan lebih baik bila disertai tindakan pencegahan primer. Termasuk di dalamnya adalah vaksinasi HPV dan perilaku seksual sehat.

  1. KB SPIRAL

Keputihan adalah keluarnya cairan (bukan darah) dari liang kemaluan wanita. Keluhan ini bisa timbul secara fisiologis (normal) hingga patologis (penyakit, infeksi).

Keputihan merupakan salah satu keluhan yang dapat terjadi akibat pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (misal: KB spiral, IUD). Selama keputihan berwarna bening, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan (berbau, gatal) maka tidak perlu khawatir. Anda dapat memastikan hal ini dengan mengunjungi bidan atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk memeriksa posisi spiral.

  1. KANKER PAYUDARA KETURUNANKAH?

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker payudara, yaitu:

Yang Tidak Dapat Diperbaiki

  • usia ( > 65 tahun)
  • riwayat keluarga dengan kanker payudara
  • mengalami kehamilan pertama pada usia > 30 tahun
  • tidak pernah hamil cukup bulan
  • pertama kali mendapat haid pada usia sangat muda dan/atau masa menopause terlambat
  • mutasi genetik kanker payudara
  • kelainan payudara tertentu
  • jaringan payudara padat
  • densitas tulang tinggi (post menopause)
  • riwayat radiasi tinggi pada dada

Yang Dapat Diperbaiki

  • obesitas
  • terapi pengganti hormon atau kontrasepsi jangka panjang
  • konsumsi alkohol
  • merokok
  • pola makan (tinggi lemak)
  • aktivitas fisik rendah

Perjalanan penyakit kanker payudara sifatnya multifaktorial (banyak faktor yang berpengaruh). Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa menikah di usia muda tidak termasuk di dalamnya. Kanker payudara memang dapat diturunkan, namun belum tentu seseorang dengan keluarga penderita kanker payudara pasti akan mengalami hal yang sama.

Di antara faktor-faktor di atas, masih ada beberapa faktor yang dapat diperbaiki. Mulailah hindari faktor-faktor tersebut untuk mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Dan mengingat Anda memiliki keluarga yang menderita kanker payudara, sebaiknya Anda mulai menerapkan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara. Yang ideal adalah dengan melakukan pemeriksaan fisis payudara dan/atau mammografi secara berkala ke dokter. Mungkin juga diperlukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan ultrasound atau MRI. Lebih jelasnya Anda dapat mendiskusikan hal ini dengan dengan dokter spesialis bedah umum atau dokter spesialis bedah tumor.

Demikian penjelasan Saya. Apabila masih ada yang tidak jelas, boleh menghubungi Saya kembali melalui rubrik e-konsultasi. Semoga dapat membantu. (SO)

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar