Sukses

Haid tidak teratur

20 Oct 2014, 09:30 WIB
Wanita, 25 tahun.
Usia saya 25 thn, sudah menikah hampir 4 thn, 1 bln setelah menikah saya hamil, namun di usia kehamilan 3 bln saya mengalami keguguran krn janinnya tidak berkembang sehingga harus dikuret. Dulu waktu saya masih SMA, haid saya kadang teratur kadang tidak, pernah 6 bln saya tidak haid, tp tidak saya pedulikan krn saya tidak mengalami keluhan apapun. Sampai sebelum saya menikah pun kondisi siklus haid saya masih tidak normal, kadang hanya 2 bln sekali. Setelah saya keguguran siklus haid saya semakin tidak normal, kadang 3 bln sekali, 6 bln sekali, bahkan pernah 8 bln sekali. Bahkan ketika haid sampai harus menunggu lebih dari 2 minggu baru bersih. Saya sudah konsultasi ke 4 dokter, jawabannya sama yaitu Gangguan Hormon. Setiap kali minum obat yg diberikan dokter, haid saya datangnya teratur, tetapi jika tidak minum obat, haidnya kembali tidak teratur. Dokter bilang, saya harus bergaya hidp sehat, diet seimbang, dan olahraga teratur. Namun, saya adalah tipe orang yg kurang disiplin dlm hal diet n olahraga, sehingga sampai saat ini pun berat badan saya masih belum turun. Yang ingin saya tanyakan: 1.Apakah berat badan berpengaruh pada keseimbangan hormon? 2.Apakah saya akan sulit memiliki anak jika siklus haid saya masih abnormal, karena kesulitan menentukan masa subur? 3.Penyakit2 apa yg kira2 akan muncul karena ketidakseimbangan hormon? 4. Apakalh siklus haid yg jarang akan berbahaya? 5.Tips2 seperti apa yg cocok untuk saya, agar siklus haid saya normal kembali dan saya bisa memiliki keturunan? Demikian pertanyaan saya, mohon bantuannya ya Dok, karena saya sudah hampir patah semangat menghadapi gangguan hormon yang tak kunjung sembuh. Atas jawaban dari Dokter, saya ucapkan terima kasih.( perempuan, 25 thn,156 cm,64 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang terhormat,

Siklus menstruasi normal berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari.  Siklus haid tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • stress psikologis
  • Atlit
  • kekurangan vitamin K
  • penggunaan obat-obatan tertentu
  • kelainan pembekuan darah
  • gangguan hormon tiroid
  • dsb

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa berat badan berlebih ataupun kurang dapat mempengaruhi keseimbangan hormonal. 

Seperti dugaan Anda, dengan siklus haid tidak teratur tentu kemungkinan hamil akan semakin kecil.  Selain karena sulitnya menentukan masa subur, ketidakseimbangan hormonal pada akhirnya juga dapat menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas).  Ketidakseimbangan hormonal dapat menyebabkan kegagalan pematangan sel telur ataupun pelepasannya dari kantung telur ke saluran telur untuk bertemu sperma. Ditambah lagi pada keadaan lanjut,  dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang terkena penyakit kencing manis (diabetes melitus), jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Yang lebih berbahaya bukan siklus haid yang jarang, tetapi "Apa yang menyebabkan siklus haid Anda tidak teratur?" Dengan banyaknya keadaan yang dapat mempengaruhi siklus haid, tentu dibutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Terapinya juga tidak luput dari pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, antara lain dengan pil ataupun suntik hormon yang dapat membantu pematangan dan pelepasan sel telur dari kandung telur ke saluran telur dan rahim.

Berdasarkan keterangan Anda, dapat diketahui bahwa dokter sebelumnya sudah memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang harus dan tidak Anda lakukan. Saya mengerti untuk merubah pola makan dan olahraga yang sudah merupakan suatu kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Untuk itu keluarga juga memegang peranan penting dalam penyembuhan Anda. Ajaklah suami atau kerabat yang sangat Anda percaya untuk menemani Anda berkonsultasi. Obat-obatan hanya membantu membuat siklus haid Anda teratur, namun penyelesaiannya membutuhkan kerjasama Anda sebagai pasien, dan keluarga Anda. Dibutuhkan komitmen untuk menjalankan proses pengobatan agar didapatkan hasil yang optimal. Demikian penjelasan Saya. Semoga dapat membantu. (SO)

Terima Kasih,

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar