Sukses

Ketuban Pecah Dini

20 Oct 2014, 09:29 WIB
Wanita, 0 tahun.
Saya mengadung dengan usia kandungan 6 bulan, dua hari kemarin ada rembesan di vagina yang katanya dokter itu merupakan rembesan ketuban, Oleh dokter disarankan untuk badrest di RS. Tapi saya lakukan di rumah saja. Oleh dokter diberi obat antibiotik amoxilin dan pereda nyeri asam mefenamat. Yang saya tanyakan kenapa bisa terjadi rembesan ketuban ??? dan apakah obat tersebut aman ??? Apakah ada obat tradisional yang bisa menambah cairan ketuban ataupun menutup ketuban yang rembes ??? Terima kasih (Wanita, 27 thn, 163 cm, 48 kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Kondisi yang Ibu alami sekarang adalah Ketuban Pecah Dini atau KPD. Pengertian dari KPD adalah pecahnya ketuban sebelum onset persalinan baik pada kehamilan aterm (cukup bulan), maupun preterm (prematur). Saat ini Ibu mengalami KPD preterm karena usia kehamilan Ibu baru 6 bulan atau 24 minggu. Kejadian KPD preterm terjadi 1% dari semua kehamilan. Pada sebagian besar kasus, penyebabnya belum diketahui, namun terdapat beberapa faktor yang disebutkan memiliki kaitan dengan KPD yaitu :

  • Inkompetensi serviks (leher rahim)
  • Polihidramnion (cairan ketuban berlebih)
  • Riwayat KPD sebelumya
  • Kelainan atau kerusakan selaput ketuban
  • Kehamilan kembar
  • Trauma
  • Serviks (leher rahim) yang pendek (<25mm) pada usia kehamilan 23 minggu
  • Infeksi pada kehamilan seperti bakterial vaginosis

Tanda yang terjadi adalah keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina. Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran dan sejauh ini belum ada penelitian mengenai obat tradisional yang dapat meningkatkan cairan ketuban ataupun menutup ketuban yang bocor tersebut. Penutupan spontan terjadi pada 10% kasus yang disebabkan oleh tindakan amniosintesis (pemeriksaan kesehatan dengan mengambil cairan ketuban).

Yang harus Ibu perhatikan disini adalah komplikasi yang mungkin terjadi. Pada KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu, komplikasi yang dapat terjadi adalah sindrom distress pernapasan pada janin, kelahiran prematur, risiko infeksi  intrapartum seperti korioamnionitis (radang pada korion dan amnion), peritonitis, prolaps atau keluarnya tali pusar dapat terjadi pada KPD.

Pasien dianjurkan untuk beristirahat ditempat tidur dan diberikan obat-obatan antibiotik profilaksis seperti amoksisilin (aman untuk kehamilan), spasmolitik dan roboransia dengan tujuan untuk mengundur waktu sampai anak viabel. Apabila paru janin sudah matang atau terdapat infeksi setelah kejadian KPD, maka induksi untuk melahirkan mungkin diperlukan.

Ibu dianjurkan untuk bedrest di rumah sakit untuk mengevaluasi komplikasi yang dapat terjadi. Kondisi KPD preterm harus ditangani secara intensif dikarenakan risiko kematian dan kecacatan bayi yang cukup besar. Banyak Ibu hamil yang melahirkan 1 minggu setelah KPD preterm terjadi, dimana pada usia kehamilan 24 minggu paru-paru janin belum matang dan janin belum viable atau belum mampu hidup di luar rahim. Sebaiknya Ibu menuruti saran dokter kebidanan Ibu yaitu dirawat atau bedrest di rumah sakit agar dapat diawasi apabila terjadi komplikasi. Semoga membantu.

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar