Sukses

Sulit napas saat tidur

20 Oct 2014, 09:28 WIB
Pria, 36 tahun.
Yth.dokter, anak saya berumur 7 tahun, perempuan,saat sedang tidur, kelihatan seperti napasnya sulit/sesak, bahkan mendengkur, dan saya perhatikan ritme napasnya adalah menarik napas agak dalam namun terasa berat, dan saat membuang napas seperti mampet(seperti orang pilek), dan saya agak khawatir bisa mempengaruhi pertumbuhannya, perlukah dicek up ke dokter spesialis anak, dan ini sudah berjalan beberapa tahun..mohon sarannya,terima kasih.( laki-laki, 36 thn,16 cm,63 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak / Saudara yang terhormat,

Saat tidur, jaringan pada hidung dan tenggorokan juga berelaksasi dan jatuh ke belakang, menyebabkan blok jalan napas. Bila blok hanya sebagian/parsial, dapat menimbulkan dengkuran akibat getaran udara yang berusaha melalui jalan napas yang sempit. Saat terjadi blok jalan napas total, mengakibatkan suatu keadaan yang disebut 'silence' dan hilangnya pergerakan napas oleh dada dan perut. Keadaan ini disebut sebagai sleep apnea dan semakin lama apnea akan semakin berbahaya. Pada akhirnya, otak akan mengambil alih yang kemudian tampak sebagai usaha menarik napas dalam atau mendengkur untuk membersihkan jalan napas. Bila kemudian terbangun, maka otot mengencang - mengurangi blok - dan napas akan kembali normal. Namun bila usaha tidak terpenuhi, akan berakhir pada kematian akibat kekurangan oksigen.

Keadaan ini cukup banyak ditemukan pada anak berusia 3-6 tahun akibat obstruksi/blok dari pembesaran tonsil dan adenoid (obstructive sleep apnea) dengan faktor risiko kegemukan dan leher yang pendek. Tumor jalan napas juga dapat menjadi penyebabnya namun jarang. Selain mendengkur dan kesulitan bernapas saat tidur, terdapat gejala lain dari sleep apnea pada anak:
- tidur terganggu
- kelelahan kronik
- masalah konsentrasi
- mudah tersinggung
- dsb.

Saran Saya sebaiknya Anda segera membawa anak Anda berkonsultasi ke dokter spesialis anak, khususnya bagian respirologi atau pulmonologi anak. Sehingga bisa segera mendapatkan terapi yang optimal. Semoga dapat membantu.(SO)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar