Sukses

Titiek Puspa merupakan penyanyi senior dan aktris asal Indonesia

Titiek Puspa (1 November 1937) merupakan penyanyi dan aktris Indonesia yang lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan. Sudarwati, nama aslinya, sempat mengubah namanya menjadi Kadarwati, Sumarti dan akhirnya Titiek Puspa. Awalnya nama Titiek Puspa diambil dari nama panggilannya, Titiek, lalu Puspa berasal dari nama ayahnya, Puspo. Karirnya dimulai ketika mengikuti kontes menyanyi di Radio di Semarang. Lalu Eyang Titiek mulai rekaman piringan hitam dengan beberapa singelnya bertajuk Di Sudut Bibirmu, dan Esok Malam Kau Kujelang.

Selain dibidang musik, Eyang Titiek juga menggarap beberapa operet yang ditayangkan oleh TVRI seperti operet Ketupat Lebaran, Bawang Merah Bawang Putih, dan Ronce-ronce. Saat ini Eyang Titiek sedang mempersiapkan murid-muridnya untuk kembali mempopulerkan lagu anak-anak.  Sejumlah penghargaan sudah Eyang Titiek dapatkan. Tahun 1994, ia didaulat memenangi BASF Award kategori Pengabdian Panjang di Dunia Musik. Eyang Titiek juga disebut Majalah Wanita Kartini sebagai Diva Legendaris.

30 Tahun Cuti, Titiek Puspa Senang Bisa Main Film Lagi

Siapa yang tak kenal dengan seniman legendaris, Titiek Puspa? Setelah kurang lebih 30 tahun vakum dari dunia seni peran, Titiek Puspa kembali ke layar lebar lewat film musikal, Ini Kisah Tiga Dara. Baginya, kembali terlibat dalam sebuah proyek film merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Ia bagai menemukan jiwanya yang telah lama hilang.

Titiek Puspa Takut Nonton Film Ini Kisah Tiga Dara, Kenapa?

Setelah melalui proses produksi yang cukup panjang, film musikal garapan Nia Dinata, Ini Kisah Tiga Dara, akhirnya siap tayang pada 1 September 2016. Sama seperti kebanyakan film lainnya, Ini Kisah Tiga Dara juga mengadakan press screening pada Jumat (19/8/2016).

Tiga pemeran utama, Shanty Paredes (memerankan Gendis), Tara Basro (Ella), Tatyana Akman (Bebe) juga pemain lainnya hadir menyaksikan pemutaran perdana film yang mereka bintangi. Namun, Titiek Puspa yang perannya cukup sentral di film tersebut tidak terlihat di dalam ruang teater.