Sukses

Pengertian

Popholyx atau dyshidrotic eczema adalah salah satu kelainan kulit yang ditandai dengan adanya lenting kecil berisi cairan pada telapak tangan, jari dan punggung tangan. Pada beberapa kasus, lenting juga terjadi pada telapak kaki.

Lenting yang tidak tertangani dengan baik dapat berkembang dan menjadi besar. Pada beberapa kasus, lenting juga dapat menyatu membentuk sebuah luka lepuh yang akan terasa sangat nyeri dan berpotensi terinfeksi bakteri.

Semua orang dapat mengalami popholyx. Namun kelainan ini paling sering terjadi pada orang-orang berusia di atas 40 tahun dengan faktor risiko sebagai berikut:

  • Stres. Popholyx banyak terjadi saat seseorang dalam kondisi stres.
  • Paparan bahan kimia tertentu. Paparan kobalt dan nikel dicurigai dapat menjadi pencetus terjadinya popholyx.
  • Kulit yang sensitif. Kulit yang sensitif dan mudah iritasi, lebih berisiko mengalami popholyx.
  • Atopi atau alergi. Orang yang memiliki riwayat atopi memiliki kulit yang lebih rentan mengalami popholyx.

Pompholyx

Diagnosis

Diagnosis popholyx dapat ditetapkan lewat pemeriksaan fisik, di mana dokter akan menemukan lenting pada jari dan telapak tangan. Lenting ini berukuran sangat kecil, yaitu seukuran ujung pensil dan berjumlah banyak.

Popholyx yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan lenting membesar dan menyebar ke punggung tangan dan kaki. Lenting ini umumnya terasa gatal dan nyeri.

Penyebab

Walaupun hingga kini tidak diketahui pasti penyebabnya, beberapa hal berikut ini diduga dapat mencetuskan popholyx:

  • Infeksi jamur di kulit
  • Iritasi kulit
  • Stres psikis
  • Produksi keringat berlebih

Gejala

Gejala awal pompholyx umumnya berupa rasa gatal dan nyeri pada telapak dan jari tangan. Beberapa waktu kemudian, timbul lenting kecil yang berjumlah banyak dan tersusun mengelompok.

Lenting yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebar ke area lain, seperti kaki. Bekas garukan di daerah lenting juga berpotensi mengundang terjadinya infeksi bakteri. Oleh karena itu, tidak jarang ditemui pula lenting yang di atasnya terdapat lapisan nanah akibat infeksi bakteri tersebut.

Pengobatan

Pengobatan yang dapat diberikan pada pasien popholyx meliputi:

  • Pemberian antihistamin. Antihistamin merupakan jenis obat yang dapat membatu mengatasi rasa gatal.
  • Pemberian salep kortikosteroid. Salep ini bekerja dengan menekan respons peradangan pada area kulit, sehingga nyeri dan gatal akan lebih dapat terasa ringan serta mempercepat penyembuhan.
  • Fototerapi. Fototerapi dilakukan dengan penyinaran area kulit popholyx menggunakan sinar ultraviolet khusus.
  • Salep imunosupresan. Pemberian salep imunosupresan yang berisi tacrolimus atau pimecrolimus menjadi opsi lain selain salep kortikosteroid.
  • Suntikan botox. Pada kasus popholyx berat, suntikan botox dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan. 

Umumnya, popholyx akan sembuh dalam kurun waktu tiga minggu. Di awal proses penyembuhan, area kulit akan mengering dan terlihat lebih merah. Perlahan, kulit yang kering tersebut akan mengelupas dan tergantikan oleh sel kulit baru yang sehat.

Komplikasi

Luka akibat garukan pada lenting popholyx berpotensi mengundang infeksi bakteri bila kebersihannya tidak dijaga dengan baik. Kondisi terinfeksinya popholyx oleh bakteri disebut infeksi sekunder.

Pencegahan

Tidak ada langkah spesifik yang dapat dilakukan untuk pencegahan popholyx. Namun demikian, risiko terjadinya popholyx dapat diminimalkan dengan menghindari stres.

Selain itu juga disarankan untuk menghindari paparan terhadap bahan kimia berbahaya, seperti nikel dan kobalt. Pastikan pula untuk menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan kulit yang juga tidak kalah penting.