Sukses

Pengertian

Pleuritis merupakan kondisi peradangan pada pleura. Pleura merupakan selaput yang membungkus paru-paru dan memisahkannya dari tulang rusuk. Pada selaput pleura, terdapat cairan yang membantu mengurangi gesekan saat manusia bernapas. Namun saat terjadi peradangan, cairan ini menjadi lengket sehingga menimbulkan rasa sakit ketika selaput pleura bergesekan.

Pleuritis merupakan kondisi yang umum terjadi. Namun kondisi ini lebih sering dialami oleh orang berusia 65 tahun ke atas atau baru saja menjalani tindakan operasi di daerah dada.

Pleuritis

Penyebab

Penyebab tersering pleuritis adalah infeksi virus dari paru yang menyebar ke pleura.  Namun kondisi ini juga bisa terjadi karena penyebab lain. Beberapa penyebab lainnya adalah:

  • Infeksi bakteri
  • Infeksi jamur
  • Infeksi tuberkulosis
  • Adanya tumor atau kanker di daerah pleura
  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis
  • Pankreatitis
  • Emboli paru
  • Pasca operasi jantung
  • Obat-obatan tertentu

Beberapa kondisi juga dapat membuat seseorang memiliki faktor risiko terhadap pleuritis, seperti:

  • Kondisi pernapasan tertentu
  • Diabetesi
  • Penderita bronkitis kronis
  • Penderita sakit jantung
  • Penderita penyakit vaskular kolagen

Diagnosis

Pada pemeriksaan awal dalam penentuan diagnosis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami lewat serangkaian wawancara medis. Selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik.

Pada pemeriksaan fisik, dapat terdengar bunyi napas yang khas menandakan kondisi pleuritis lewat pemeriksaan stetoskop. Selanjutnya, untuk memastikan adanya pleuritis, pemeriksaan foto rontgen umumnya perlu dilakukan.

Gejala

Gejala utama pleuritis yang umum dikeluhkan penderitanya adalah rasa nyeri di dada yang terasa seperti ditusuk-tusuk. Nyeri ini dapat muncul pada satu sisi dada atau pada seluruh dada, bahkan dapat menjalar ke bahu dan pundak. Nyeri terasa lebih hebat saat pasien menarik napas.

Selain tanda berupa nyeri di dada, dapat pula muncul gejala lain. Mulai dari demam (meski hanya pada beberapa kasus), sesak napas, batuk, peningkatan denyut jantung, dan napas yang tersengal-sengal. Selain itu, penderita juga dapat mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Beberapa kondisi di bawah ini perlu Anda waspadai dan sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Batuk berdahak (umumnya dahak akan berwarna kuning atau hijau) yang disertai demam tinggi dan menggigil. Batuk dan demam bisa saja menjadi pertanda pleuritis. Namun kondisi lain yang perlu dicurigai adalah adanya radang paru-paru.
  • Jika tanda-tanda pleuritis disertai dengan lengan atau kaki yang membengkak, ada kemungkinan Anda berhadapan dengan pulmonary embolus dan trombosis vena dalam.

Pengobatan

Pengobatan pleuritis tergantung penyebabnya. Bila penyebabnya adalah bakteri, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Obat juga dapat diberikan untuk mengatasi peradangan yang terjadi. Bila penyebabnya virus, maka sebenarnya pleuritis akan sembuh secara spontan setelah beberapa hari.

Untuk mengatasi nyeri dada yang terjadi, dokter akan memberikan obat anti-nyeri seperti ibuprofen atau aspirin. Bila terdapat penumpukan cairan di paru akibat pleuritis, maka pengambilan cairan menggunakan jarum (punksi pleura) terkadang perlu dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Pencegahan

Tidak semua kasus pleuritis bisa dicegah. Salah satu penyebab pleuritis yang dapat dicegah adalah infeksi. Pleuritis karena infeksi dapat dicegah dengan menjaga daya tahan tubuh dan mencegah kontak erat dengan penderita infeksi paru dan pleuritis.