Sukses

Pengertian

Agoraphobia merupakan salah satu jenis gangguan cemas, yang ditandai dengan ketakutan hebat saat berada dalam ruangan terbuka yang ramai, seperti di pasar, bandara, dan sebagainya. Umumnya, penderita agoraphobia sebisa mungkin menghindari berada di tempat yang ramai sendirian.

Saat berada di ruangan terbuka dan ramai, penderita biasanya akan merasa panik, malu, tidak aman, dan tidak berdaya. Oleh karena itu, penderita biasanya merasa perlu ditemani saat harus berada di tempat-tempat tersebut agar merasa lebih aman.

Penyebab

Agoraphobia umumnya terjadi akibat adanya serangan panik, yaitu kondisi panik yang mendadak muncul tanpa sebab yang jelas, ditandai dengan perasaan seperti mau mati, leher tercekik, dada berdebar, keringat dingin, sesak napas.

Jika seseorang mengalami serangan panik saat sedang bepergian keluar rumah sendirian, ini bisa menjadi peristiwa yang dianggap memalukan karena ia akan menjadi pusat perhatian banyak orang. Karena hal inilah, agoraphobia bisa mulai terjadi.

Penderita menjadi merasa ketakutan berlebihan jika harus berada di dalam keramaian. Merasa khawatir bila serangan panik terjadi lagi, peristiwa memalukan akan berulang lagi.

Penyakit Agoraphobia (Daisy Daisy/Shutterstock)

Diagnosis

Untuk memastikan adanya gangguan agoraphobia, dokter harus melakukan wawancara menyeluruh terhadap penderita. Dokter yang kompeten melakukannya adalah dokter ahli kejiwaan (psikiater).

Seseorang disebut mengalami agoraphobia bila kriteria Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ) III ini terpenuhi:

  • Gejala yang timbul harus merupakan manifestasi dari ansietas (kecemasan).
  • Ansietas yang timbul harus terjadi dalam setidaknya dua situasi berikut ini:
    -Banyak orang
    -Di tempat umum
    -Bepergian ke luar rumah
    -Bepergian sendiri
  • Menghindari situasi yang menyebabkan fobia

Gejala

Gejala agoraphobia merupakan kombinasi antara perasaan takut, cemas, dan keluhan fisik seperti berdebar-debar, nyeri dada, pusing, keringat dingin, gemetar, sesak nafas, sakit perut, atau diare.

Orang yang mengalami agoraphobia mengalami ketakutan pada situasi:

  • Bepergian sendiri
  • Berada di tempat umum yang ramai
  • Berada dalam situasi yang memalukan

Pengobatan

Untuk mengatasi agoraphobia, dibutuhkan pengobatan berupa kombinasi antara obat-obatan dan psikoterapi. Tindakan pengobatan ini harus dilakukan oleh psikiater.

Obat yang dapat digunakan untuk mengobati agoraphobia di antaranya adalah obat golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) atau obat anti-ansietas seperti golongan benzodiazepine. Obat-obatan ini harus dikonsumsi dalam pengawasan ketat oleh dokter. Bila dosis tidak tepat, alih-alih keluhan menghilang, keluhan malah bisa bertambah parah.

Sementara itu, psikoterapi dilakukan untuk mengubah pola pikir penderita mengenai kondisi ketakutan irasional yang dialami. Psikoterapi memerlukan kerja sama yang baik antara penderita dengan psikiater.

Melalui pengobatan ini, penderita akan berangsur-angsur menyadari bahwa ketakutannya tidak akan terjadi, rasa cemas akan menghilang perlahan, dan penderita dapat mengendalikan ketakutannya.

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya ketakutan berlebihan, penderita agoraphobia harus belajar untuk tenang dan relaks. Selain itu, menghindari konsumsi alkohol dan narkoba juga membantu mencegah terjadinya rasa takut dan cemas akibat agoraphobia terjadi.