Advertorial

Penting! Kebutuhan Nutrisi Anak Sesuai Tingkatan Usia

162 views
Kebutuhan nutrisi anak berbeda-beda setiap usianya. Lalu, apa saja yang harus diberikan dalam masa tumbuh kembangnya?


  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev   1 dari 2 Next »  
Penting! Kebutuhan Nutrisi Anak Sesuai Tingkatan Usia
Penting! Kebutuhan Nutrisi Anak Sesuai Tingkatan Usia

Para ahli mengatakan bahwa tiga tahun pertama kehidupan anak merupakan tahapan paling penting dalam proses tumbuh kembangnya. Tak hanya pertumbuhannya saja yang pesat, tetapi perkembangan otaknya pun sangat cepat di tahapan usia ini. Karena itu, pemberian makanan yang bernutrisi seimbang sangat diperlukan.

Usia 0-6 Bulan

Sejak lahir hingga usia 6 bulan, asupan nutrisi anak tercukupi dari ASI. Idealnya, ASI ini diberikan sampai usia 6 bulan. Namun, bila terdapat kondisi tertentu yang membuat Anda tidak dapat memberikan ASI, jangan berkecil hati. Anda dapat memberikan susu formula sebagai alternatif.

Saat ini, ada banyak susu formula yang mengandung prebiotik dan probiotik sekaligus. Selain itu, pada usia ini, tidak disarankan untuk memberikan makanan/minuman selain ASI dan susu formula. Air putih pun baru boleh diberikan jika ada indikasi medis.

Usia 6-12 Bulan

Akhirnya anak sudah boleh mencoba makanan padat atau makanan pendamping ASI (MPASI). Meski demikian, ASI atau susu formula dapat terus diberikan.

  • Berikan makanan lunak dalam bentuk puree terlebih dahulu dan tingkatkan teksturnya perlahan-lahan. Pada usia 8 bulan, anak dapat mulai diberikan makanan dalam potongan kecil seperti serealia berbentuk ‘o’. Tujuannya untuk melatih kemampuan motorik anak. Pada usia 12 bulan, diharapkan anak sudah dapat mengonsumsi makanan rumahan.
  • Berikan makanan yang kaya zat besi, seperti daging sapi, hati ayam, ubi manis, ayam, serealia yang telah difortifikasi zat besi, brokoli, dan sebagainya. Berikan pula makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk dan stroberi untuk membantu pencernaan zat besi.
  • Jangan lupa untuk memberikan sayur dan buah. Selain kaya serat, sayur dan buah juga mengandung prebiotik. Prebiotik terdapat dalam asparagus, pisang, stroberi, dan kiwi.
  • Bila anak tidak memiliki riwayat alergi, dapat dikenalkan dengan yoghurt sejak usia 8 bulan. Yoghurt merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung probiotik yang dapat mengusir bakteri ‘jahat’ di saluran cerna.
  • Lemak dibutuhkan anak untuk menunjang pertumbuhan otaknya. Anda dapat memberikan tambahan lemak berupa minyak zaitun, mentega tawar, santan, atau alpukat.
  • Berikan air putih sedikit-sedikit di sela makan.

Usia 12-24 Bulan

Bila memungkinkan, tetap berikan ASI hingga usia 24 bulan. Namun, ASI bukanlah sumber nutrisi utama lagi, sehingga anak harus lebih banyak mendapatkan asupan makanan dibandingkan ASI.

  • Tetap berikan jenis makanan yang bervariasi seperti saat usia 6-12 bulan. Yakni makanan yang  mengandung nutrisi seimbang: karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, dan produk susu.
  • Susu sapi sudah dapat diberikan jika anak tidak memiliki riwayat alergi. Susu sapi mengandung kalsium dan vitamin D yang berperan dalam menunjang pertumbuhan tulang dan gigi anak. Karena anak masih membutuhkan lemak dalam jumlah banyak, maka hindari memberikan susu rendah lemak. Berikan whole milk atau susu dengan kandungan lemak 3.25%. Sumber kalsium lainnya adalah kale, singkong, tahu, sarden, dan sebagainya.
  • Jangan lupa untuk memberikan air putih di sela-sela makan.

Usia 24-36 Bulan

Pada usia ini, anak mulai dapat memilih makanan yang ia sukai dan tidak. Jangan khawatir, tetaplah berikan makanan yang bernutrisi seimbang serta air putih untuk memenuhi kebutuhan cairannya. Di usia ini, anak juga sudah boleh beralih ke produk susu rendah lemak.

Pastikan kebutuhan nutrisi anak terjaga agar tumbuh kembangnya semakin optimal.  Dengan demikian, ia bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan berprestasi!

  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev   1 dari 2 Next »  

Tanya Dokter





©2008-2016 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

social media