A-Z PMS (Penyakit Menular Seks)

Sering Gatal Pada Kemaluan? Waspadai 4 Penyakit Ini

31262 views

dr. Alvin Nursalim

Ditulis oleh:

dr. Alvin Nursalim

Redaksi Medis

Kedokteran Umum

KlikDokter.com

Anda harus mulai waspada jika sudah sering alami gatal pada kemaluan. Berikut penjelasan dr. Alvin Nursalim di sini.

  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev   1 dari 2 Next »  

Sering Gatal Pada Kemaluan? Waspadai 4 Penyakit IniKlikDokter.com - Apakah Anda sering mengeluh gatal pada kemaluan? Keluhan gatal pada kemaluan tentu saja mengganggu. Terlebih jika Anda merasakan gatal ketika Anda berada di tempat umum, tentu hal ini menyebabkan gangguan tersendiri. Jangan sepelekan gatal pada kemaluan, karena gatal kemaluan merupakan tanda dari penyakit pada daerah kemaluan. Apa saja penyakit yang dapat menyebabkan keluhan gatal pada kemaluan?

  1. Cacing kremi

Cacing kremi atau Enterobius vermicularis merupakan cacing yang dapat menyebabkan infeksi dengan gejala gatal pada kemaluan. Infeksi cacing kremi berawal dari tertelannya telur cacing. Telur cacing akan menetas di dalam usus kecil dan kemudian bertumuh menjadi cacing dewasa di dalam usus besar. Cacing dewasa betina kemudian bergerak ke daerah anus untuk menyimpan telur di lipatan anus penderita. Saat cacing betina ini bergerak, timbulah keluhan gatal pada anus penderita. Pengobatan untuk penyakit ini adalah dengan memberikan obat cacing. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah makan.

  1. Infeksi jamur

Tinea kruris adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur pada daerah kemaluan seperti daerah sekitar anus, bokong, dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah. Tinea kruris dapat menyebabkan keluhan bercak dengan warna yang lebih gelap dan gatal. Infeksi tinea ini terjadi karena kebersihan tubuh yang kurang dan juga terjadi pada daerah yang lembab. Pengobatan infeksi tinea adalah dengan pemberian obat anti jamur dan menjaga kebersihan kemaluan Anda.

Berikut selengkapnya di halaman selanjutnya.

  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev   1 dari 2 Next »  

Tanya Dokter

©2008-2016 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

social media