Nutrisi untuk Balita

Rambu-Rambu Pemberian Daging pada Bayi

319 views

dr. Ratih Puspita, Sp.A

Ditulis oleh:

dr. Ratih Puspita, Sp.A

Redaksi Medis

Spesialis Anak

KlikDokter.com

Daging apa saja yang boleh diberikan pada bayi? Bagaimana dengan teksturnya? Yuk, baca penjelasan lengkapnya di sini.


Rambu-Rambu Pemberian Daging pada Bayi
Rambu-Rambu Pemberian Daging pada Bayi

Pemberian MPASI yang ideal hendaknya mengacu pada rekomendasi WHO. Empat syarat utama pemberian MPASI menurut WHO Global Strategy for Infant and Young Child Feeding pada tahun 2003 adalah tepat waktu, memadai, aman, serta diberikan dengan cara yang benar.

Memadai artinya MPASI harus dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien bayi sesuai usianya. Salah satu mikronutrien penting yang dibutuhkan bayi adalah zat besi.

Bayi berusia 6-12 bulan memerlukan 11 mg zat besi setiap harinya, yaitu sekitar 0,2 mg/hari didapatkan dari ASI. Selanjutnya diharapkan sisanya 10,8 mg dipenuhi dari MPASI dan suplementasi besi.

Hal inilah yang menjadi dasar pentingnya pemberian daging untuk bayi. Karena makanan sumber besi yang terbaik adalah daging merah (daging sapi, kambing, domba, bebek) dan hati. Selain itu, daging juga mengandung sumber protein yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Daging memiliki tekstur yang cukup kasar dan liat, sehingga bayi mungkin akan mengalami kesulitan dalam menerima makanan ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, daging harus diberikan dalam tekstur yang ditingkatkan secara bertahap.

Pada awal pemberian, daging giling dapat menjadi pilihan. Selanjutnya, apabila bayi dapat menerima dengan baik, maka tekstur dapat ditingkatkan menjadi daging cincang halus, cincang kasar, dan seterusnya. Diharapkan saat bayi berusia 1 tahun, ia sudah dapat menerima makanan keluarga.

Bingung cara menghitung kebutuhan jumlah besi dan zat-zat lainnya? Tenang saja, selain dengan MPASI rumahan, Anda juga bisa menyajikan MPASI instan fortifikasi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi (dan tentunya, tanpa perlu kerepotan menghitung masukan nutrisi bayi).

Apalagi terkadang MPASI rumahan saja tidak cukup, banyak bayi tidak memperoleh nutrisi yang memadai sesuai dengan yang seharusnya.

Oleh karena itu, dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding (http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/42590/1/9241562218.pdf, hal. 9), WHO mengumumkan bahwa makanan tambahan yang diproses oleh industri makanan dapat digunakan sebagai pilihan para orangtua. Makanan tersebut tak hanya mudah disiapkan, tetapi juga dapat mencukupi kebutuhan nutrisi dan aman.

Jadi, selain praktis, MPASI instan fortifikasi juga tak kalah menyehatkan!

[RS/RH]

Baca Juga:

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.


Tanya Dokter





©2008-2016 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

social media