Semua Pertanyaan

Post Stroke Tangan Sulit Digerakan

15 views

dr. Irma Rismayanty

Ditulis oleh:

dr. Irma Rismayanty

Redaksi Medis

Kedokteran Umum

KlikDokter.com

Sebulan yang lalu saya terkena hipertensi yang mengakibatkan tangan kiri saya menjadi susah digerakkan seperti struk. Sudah bermacam pengobatan yg saya lakukan, tapi sampai sekarang tangan saya masih terasa lemas. Bagaimana cara mengatasinya dok? Lalu apa yg menyebabkan tangan saya menjadi sulit digerakkan?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Sebelum kami menjawab pertanyaan Anda, kami akan menjelaskan sedikit mengenai stroke. Stroke (penyakit serebrovaskuler) adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah. Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

  • Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90mmHg

  • Penderita kolesterol tinggi

  • Penderita gula darah (diabetes mellitus)

  • Perokok

  • Penderita atrial fibrilation

  • Obesitas

  • Tidak pernah berolah raga

  • Terdapat riwayat stroke pada keluarga

  • Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

Gejala stroke bisa menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati. Karena itu, orang dengan gejala-gejala stroke,seperti yang anda rasakan seperti kekuatan motorik tangan anda berkurang, sebaiknya segera dibawa ke dokter secepatnya.

Gejala-gejala stroke yang dialami oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung dari daerah otak yang terserang, antara lain :

  • Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

  • Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

  • Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran

  • Penglihatan ganda

  • Pusing

  • Bicara tidak jelas (pelo)

  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat

  • Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh

  • Pergerakan yang tidak biasa

  • Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih

  • Ketidak seimbangan dan terjatuh

  • Pingsan.

Sayangnya kami memiliki kesuiltan untuk memastikan diagnosis atas keluhan Anda tanpa melakukan pemeriksaan secara langsung dan dengan keterbatasan informasi yang ada. Untuk memastikan diagnosis stroke, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan CT-scan atau MRI. Dengan diketahui penyebabnya, apakah akibat sumbatan pembuluh darah atau akibat perdarahan, maka dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat sehingga kesulitan menggerakkan anggota badan dan gejala lainnya dapat dicegah bahkan dipulihkan kembali. Sekitar 50% penderita yang mengalami kelumpuhan separuh badan bisa kembali memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri setelah menjalani pengobatan yang tepat secepatnya.

Untuk itu penanganan pertama yang dapat Anda lakukan bagi orang yang terkena serangan stroke adalah sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit, karena pertama-tama perlu diketahui dulu jenis stroke nya melalui pemeriksaan CT scan dan MRI, barulah dokter akan menangani sesuai penyebabnya misalnya dengan obat atau tindakan pembedahan. 

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai stroke dan pencegahannya, Anda dapat membaca artikel kami yang berjudul Stroke.

Berikut juga kami lampirkan beberapa artikel mengenai stroke untuk menambah informasi Anda: 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.


Tanya Dokter





©2008-2016 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

social media