Sehat & Bugar

Inilah Penyebab Sering Kesemutan dan Cepat Lelah

47698 views

dr. Dewi Ema Anindia

Ditulis oleh:

dr. Dewi Ema Anindia

Redaksi Medis

Kedokteran Umum

KlikDokter.com

Anda sering kesemutan dan cepat lelah? Bisa jadi Anda mengalami beberapa gejala penyakit berikut ini.

  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev   1 dari 2 Next »  

Inilah Penyebab Sering Kesemutan dan Cepat LelahKlikDokter.com - Gejala kesemutan di tangan atau kaki merupakan gejala yang seringkali muncul, dan terkadang kita hiraukan. Rasa kesemutan bisa disebabkan oleh sesuatu yang tidak berbahaya dan hanya sementara. Di sisi lain, rasa lelah merupakan sesuatu yang seringkali dirasakan oleh seseorang. Rasa lelah bisa disebabkan oleh banyak hal, dari kurang tidur hingga bebrapa jenis penyakit.

Nah, apa sajakah yang menyebabkan rasa lelah dan kesemutan?  Berikut beberapa penyakit penyebab kesemutan:

  • Diabetes

Diabetes merupakan penyebab tersering neropati perifer dimana gejala utamanya adalah rasa kesemutan. Pada penyakit neuropati diabetes rasa kesemutan muncul pertama kali di jari-jari dan akan naik ke kaki, terkadang juga muncul di daerah tangan.

  • Sindroma Gangguan Saraf

Beberapa penyakit seperti carpal tunnel syndrome, ulnar nerve palsy, dan radial nerve palsy.

  • Penyakit Sistemik

Beberapa penyakit seperti gangguan ginjal, gangguan hati, kerusakan pembuluh darah, gangguan keseimbangan hormonal, serta kanker bisa menimbulkan rasa kesemutan.

  • Kekurangan Vitamin

Vitamin E, B1, B6, B12 dan niacin merupakan vitamin esensial untuk kesehatan syaraf. Kekurangan vitamin-vitamin ini bisa menyebabkan gangguan syaraf sehingga bisa muncul keluhan kesemutan.

  • Penyebab Lainnya

Kecelakaan, infeksi HIV/AIDS, infeksi cytomegalovirus, beberapa jenis bahan kimia seperti merkuri serta arsen hingga beberapa penyakit turunan seperti Charcot-Marie-Tooth disease bisa menyebabkan kesemutan.

Selain itu, ada beberapa penyakit lainnya yang sering menyebabkan kelelahan, halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev   1 dari 2 Next »  

Tanya Dokter





©2008-2016 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

social media