Sukses

Konsumsi ini Selama Hamil agar Bayi Tak Lahir Cacat

Kurangnya asupan nutrisi dapat memengaruhi terjadinya cacat lahir pada bayi. Ibu hamil harus konsumsi ini agar bayi tak lahir cacat.

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi terjadinya cacat lahir pada bayi, salah satunya adalah kurangnya asupan gizi. Untuk mencegahnya, ibu hamil harus memenuhi kebutuhan asupan nutrisi semasa kehamilan agar bayi tak lahir cacat.

Cacat lahir umumnya terbentuk sejak 3 bulan awal kehamilan, yaitu saat organ-organ janin mulai terbentuk. Tahap ini merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan janin. Namun, beberapa cacat lahir juga bisa terjadi pada fase akhir kehamilan, yaitu pada tahap lanjutan perkembangan organ.

Berkembangnya cacat lahir banyak disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik, kebiasaan, dan infeksi.

Jenis cacat lahir dan faktor risikonya

Cacat lahir terbagi menjadi dua, yaitu cacat struktural (bentuk) dan cacat fungsional.

Kondisi yang termasuk cacat struktural yaitu:

  • Cacat jantung (kelainan pembentukan struktur jantung)
  • Cleft lip/palate (bibir sumbing)
  • Spina bifida (sumsum tulang belakang gagal berkembang atau menutup dengan benar)
  • Club foot (bentuk kaki mengarah ke dalam menyerupai bentuk “O”)

Sementara itu, cacat fungsional meliputi:

Sejumlah faktor risiko bayi terlahir cacat antara lain:

  • Mengalami infeksi saat hamil. Infeksi dapat berupa infeksi TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simpleks) atau penyakit menular seksual (HIV, chlamydia, sifilis, gonore)
  • Kekurangan asupan vitamin dan asam folat
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Perawatan antenatal yang kurang
  • Merokok dan konsumsi alkohol saat hamil
  • Usia hamil di atas 35 tahun
  • Faktor keturunan

Cara mencegah terjadinya bayi cacat lahir

Terdapat berbagai cara pencegahan terjadinya cacat lahir, antara lain:

  • Melakukan skrining TORCH dan infeksi menular seksual sebelum hamil
  • Hindari minum obat-obatan tanpa rekomendasi dari dokter
  • Rutin lakukan pemeriksaan antenatal ke dokter kandungan atau bidan
  • Hindari asap rokok dan konsumsi alkohol
  • Memenuhi asupan gizi yang vital untuk perkembangan bayi
1 dari 2 halaman

Asupan gizi yang diperlukan demi mencegah cacat lahir pada bayi

Semua ibu pasti inginnya buah hati terlahir ke dunia dengan sehat dan selamat. Untuk memastikannya, ibu hamil harus memenuhi asupan gizi di bawah ini:

  1. Asam folat

Asam folat mencegah terjadinya kerusakan pada otak dan sumsum tulang belakang (anencephaly dan spina bifida). Asam folat juga dapat menurunkan risiko kelahiran cacat seperti bimbing sumbing dan cacat jantung, serta mengurangi risiko preeklamsia.

Sumber asam folat dapat  ditemukan di dalam sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan sereal. Dosis yang dianjurkan untuk ibu hamil yaitu 400 mcg asam folat per hari.

  1. Zat Besi

Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Dosis yang dianjurkan adalah 27 mg per hari. Zat besi banyak terkandung pada sayuran hijau, kacang-kacangan, daging-dagingan, dan ikan.

  1. Kalsium

Kalsium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi bayi. Dosis yang dianjurkan adalah 1.000 mg kalsium per hari. Makanan yang mengandung kalsium seperti susu, tahu, tempe, kacang, ikan, dan keju.

  1. Vitamin D

Vitamin D membantu dalam penyerapan kalsium yang berfungsi membantu pembentukan tulang dan gigi pada bayi. Vitamin D juga berfungsi dalam meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah preeklamsia. Dosis yang dianjurkan adalah 10 mcg per hari. Makanan yang mengandung vitamin D antara lain ikan salmon, tuna, kuning telur, dan susu.

  1. Vitamin C

Vitamin C dibutuhkan dalam penyerapan zat besi dan sebagai antioksidan tubuh. Vitamin ini banyak terkandung dalam buah-buahan dan sayuran seperti jeruk, lemon, tomat, semangka, pepaya, stroberi, brokoli, dan kembang kol.

  1. DHA/ Omega-3

Omega-3 diperlukan untuk pembentukan dan perkembangan otak, mata, dan sistem saraf bayi. Dosis yang dianjurkan adalah 300 mg DHA per hari. Makanan yang mengandung omega-3 meliputi ikan salmon, tuna, sarden, susu, daging, dan kacang-kacangan.

  1. Kolin

Kolin merupakan zat penting dalam pembentukan sel-sel otak dan perkembangan kognitif bayi. Dosis yang disarankan adalah 450 gram per hari. Makanan yang mengandung kolin meliputi ikan salmon, susu, daging, dan kacang-kacangan.

Selain memenuhi nutrisi di atas, optimalkan dengan mengonsumsi susu kehamilan berkualitas yang tinggi akan zat besi, asam folat, kalsium, inulin, serta rendah sodium. Bila itu semua terpenuhi, maka kesehatan ibu hamil senantiasa terjaga dan tentunya agar bayi tak lahir cacat.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar