Sukses

Si Kecil Alami Intoleransi Laktosa, Apa Solusinya?

Si Kecil dengan intoleransi laktosa akan mengalami beragam reaksi hingga gangguan kesehatan. Begini cara mengatasinya!

Klikdokter.com, Jakarta Minum susu atau makan es krim telah menjadi kebiasaan Si Kecil yang umum dilakukan. Akan tetapi, susu dan produk olahannya pada umumnya mengandung laktosa. Bila Si Kecil mengalami intoleransi laktosa, akan terjadi beragam reaksi hingga gangguan kesehatan.

Masalah intoleransi laktosa memang bukan hal baru di dunia. Diperkirakan, sekitar 65 persen dari seluruh populasi dunia mengalami intoleransi laktosa. Pada Si Kecil, intoleransi laktosa jarang ditemui di bawah usia lima tahun. Selain itu, gangguan ini biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik.

Penyebab intoleransi laktosa

Seseorang dengan intoleransi laktosa mengalami gangguan dalam mencerna laktosa (sebuah gula yang berada dalam susu). Gangguan itu disebabkan oleh kekurangan produksi enzim laktase oleh usus halus yang berguna untuk memecah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa, sebelum diserap dalam peredaran darah.

Setiap kali mengonsumsi susu atau produk olahannya, Si Kecil dengan intoleransi laktosa akan mengalami beberapa gejala. Antara lain, diare, perut kembung, nyeri perut, mual, muntah, dan perasaan begah. Selain itu, pada Si Kecil juga dapat timbul gejala diare yang berbuih, ruam, hingga perkembangan dan pertumbuhan yang terhambat.

Gejala yang timbul pada intoleransi laktosa disebabkan oleh adanya reaksi antara bakteri usus dengan laktosa yang gagal dicerna di dalam usus besar. Gejala intoleransi laktosa akan muncul sekitar 30 menit sampai 2 jam setelah konsumsi susu atau produk susu yang mengandung laktosa.

Gejala yang diderita Si Kecil pun tergantung dari jumlah laktosa yang dikonsumsi dan keparahan dari perjalanan penyakitnya sendiri.

Solusi untuk Si Kecil yang intoleransi laktosa

Usahakan untuk membatasi asupan laktosa Si Kecil dengan menghindari produk makanan yang mengandung laktosa. Kalaupun mengonsumsi laktosa, pastikan tidak dalam jumlah yang banyak sekaligus. Beberapa jenis produk makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari itu di antaranya susu, keju, mentega, es krim, yoghurt, pancake, dan puding.

Selain itu, mengonsumsi produk yang mengandung laktosa dengan menambah kadarnya secara bertahap dan berkala dapat meningkatkan toleransi Si Kecil terhadap laktosa. Sebagai pilihan, Si Kecil yang alami intoleransi laktosa juga bisa mengonsumsi produk bebas laktosa, seperti susu bebas laktosa.

Karena itu, jangan lupa berikan Si Kecil susu Morinaga Chil Kid atau Chil School Soya MoriCare+ Prodiges. Susu Morinaga Soya terbuat dari 100 persen protein soya dengan kualitas setara susu sapi.

Morinaga Chil Kid dan Chil School Soya MoriCare+ Prodiges juga diperkaya dengan L-Metionin, Karnitin, Asam Amino Esensial, serta vitamin dan mineral. Dengan formula MoriCare+ Prodiges, susu anak ini memiliki sinergi nutrisi lengkap untuk kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda, serta tumbuh kembang yang optimal.

Susu pertumbuhan Morinaga Chil Kid dan Chil School Soya juga mengandung Probiotik Bifidobacterium Ganda (Bifidobacterium longum dan Bifidobacterium breve). Keduanya dapat membantu mengurangi gejala alergi yang muncul serta meningkatkan penyerapan nutrisi yang lebih baik.

Bifidobacterium longum, selain meningkatkan penyerapan nutrisi, juga membantu mencegah infeksi saluran napas. Adapun, Bifidobacterium breve bermanfaat untuk mencegah diare dan infeksi saluran cerna. Dengan Probiotik Bifidobacterium Ganda, saluran pencernaan Si Kecil dapat terjaga dengan baik.

Intoleransi laktosa dapat diatasi jika mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Jika Si Kecil mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai intoleransi laktosa, segera bawa ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pastikan juga Bunda memberikan susu Morinaga Chil Kid atau Chil School Soya MoriCare+ Prodiges untuk membantu mengatasi masalah intoleransi laktosa pada Si Kecil.

[HNS/ RH]

1 Komentar