Sukses

Cara agar Si Kecil Lebih Percaya Diri

Si Kecil cenderung pemalu dan kerap tidak percaya diri di muka umum, apa yang harus dilakukan agar ia lebih percaya diri?

Klikdokter.com, Jakarta Mengajarkan dan menumbuhkan kepercayaan diri pada Si Kecil ternyata tidak selalu mudah dilakukan. Beberapa bahkan kemudian tumbuh besar dengan karakter yang cenderung pemalu.

Banyak yang mengatakan jika Si Kecil akan lebih cepat merasa percaya diri dengan sering bersosialisasi. Nyatanya, tidak sedikit yang ternyata merasa tidak nyaman dan justru semakin menarik diri dari lingkungan.

Lalu, adakah cara sederhana dan efektif untuk mendongkrak kepercayaan diri Si Kecil?

Jadilah pendengar yang baik

Terkadang, ada situasi yang membuat Si Kecil merasa tidak nyaman untuk ‘tampil’. Situasi ini belum tentu terbaca oleh orang tua atau orang lain di sekitarnya.

Untuk dapat mengetahuinya, tentu komunikasi yang menjadi kuncinya. Namun, jangan harap Si Kecil langsung bisa menceritakan semua hal pada orang tua, apalagi jika ia tergolong pemalu.

Sebagai orang tua, keterbukaan komunikasi bisa dimulai dari Ayah dan Bunda. Misalnya sepulang kerja, Ayah dan Bunda bisa menceritakan apa saja yang sudah dilakukan seharian di kantor.

Lalu perlahan, minta Si Kecil untuk mengisahkan apa saja yang dilaluinya pada hari itu. Dengan keterbukaan tersebut, situasi sulit yang mungkin sedang Si Kecil hadapi akan lebih dapat dibaca dan diselesaikan bersama- sama.

Beri kepercayaan melakukan suatu pekerjaan

Tantangan dan hambatan dapat menjadi batu loncatan Si Kecil menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Contoh sederhana, minta Si Kecil membuat makanan penutup untuk dinikmati bersama satu keluarga.

Apa pun hasilnya, berikan Si Kecil apresiasi yang positif. Ingat, Si Kecil pasti sudah mengusahakan yang terbaik yang ia bisa. Saat berhasil melakukan suatu tantangan dan merasa dihargai, di situlah timbul kepercayaan diri Si Kecil.

Puji usaha yang sudah dilakukan

Jika Si Kecil sudah berhasil mengerjakan apa yang diminta, jangan lupa untuk memberikan pujian. Namun ingat, pujian ini harus dititikberatkan pada usaha dan proses yang dilakukan, bukan hasil akhir yang didapatkan.

Alih-alih memuji nilai bagus yang Si Kecil dapatkan di sekolah, Bunda dapat memuji usaha gigihnya dalam belajar mempersiapkan ujian. Dengan demikian, Si Kecil tahu bahwa poin penting dari suatu nilai adalah usaha yang ada di baliknya.

Di kemudian hari, Si Kecil akan lebih bijak dan tidak mudah rendah diri bila hasil yang didapat belum memenuhi harapannya. Selain fokus pada proses, pujian yang disampaikan juga sebaiknya dilakukan secara wajar dan tidak berlebih.

Hentikan membanding-bandingkan

Bagi sebagian orang tua, membandingkan Si Kecil dengan anak lain atau saudaranya mungkin dianggap sebagai cara memberi motivasi agar Si Kecil lebih percaya diri. Namun bagi Si Kecil, yang dirasakan tidak selalu demikian.

Dibanding-bandingkan justru bisa membuat Si Kecil tidak merasa dihargai dan semakin membuatnya tidak percaya diri. Daripada melakukan hal tersebut, akan lebih baik bila Bunda membandingkan diri Si Kecil yang sekarang dengan dirinya yang lalu.

Misalnya, ketika Si Kecil masih harus didampingi untuk masuk ke dalam sekolah, sementara sebagian besar teman-teman sebayanya sudah bisa hanya diantar sampai gerbang.

Bunda dapat mengatakan pada Si Kecil, “Kemarin Bunda antar sampai kelas. Sekarang Bunda antarnya sampai pintu saja kamu sudah berani, ya? Bunda bangga, deh.

1 dari 2 halaman

Berikan bekal untuk optimalnya tumbuh kembang

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepercayaan diri Si Kecil adalah tampilan fisik. Walaupun bukan faktor utama, namun bila tumbuh kembangnya optimal, rasa percaya dirinya akan lebih mudah didapatkan.

Misalnya, saat tinggi badan Si Kecil setara dengan teman-teman seusianya, atau bahkan melampauinya. Tentu akan ada rasa bangga pada dirinya sendiri.

Untuk itu, selalu berikan Si Kecil nutrisi yang sempurna sesuai dengan usianya. Selain makanan padat yang kaya akan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, asupan susu dalam menu sehari-hari juga tidak kalah penting.

Pilih susu yang kandungan di dalamnya dapat menunjang tumbuh kembang Si Kecil, mendukung kecerdasannya dan juga menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak mudah sakit. Salah satu pilihan terbaik yang bisa Bunda berikan adalah Morinaga Platinum MoriCare Zigma.

Untuk mendukung Kecerdasan Multitalenta Si Kecil, susu ini mengandung:

  • Alfa Laktalbumin, protein yang berperan untuk fungsi kognisi (kemampuan berpikir).
  • AA dan DHA, yang bisa meneruskan rangsangan antar sel syaraf untuk mempercepat daya tangkap.
  • Kolin, golongan vitamin B yang berfungsi untuk memperkuat memori atau daya ingat.
  • Zat Besi, mineral penting untuk meningkatkan konsentrasi dalam proses belajar.
  • Omega 6 dan Omega 3, asam lemak esensial sebagai prekursor atau bahan pembentuk AA dan DHA.
  • Fosfolipid, bagian Milk Fat Globular Membrane yang merupakan komponen penting untuk membentuk dan fungsi otak Si Kecil.

Sementara untuk Pertahanan Tubuh Ganda, terdapat kandungan Nukleotida, Laktoferin, Gabungan Prebiotik GOS dan Probiotik Triple Bifidus yang melindungi Si Kecil dari gangguan pencernaan. Triple Bifidus sendiri merupakan gabungan 3 bakteri baik (bifidobakterium) yang terdapat di saluran cerna, yaitu:

  • Bifidobacterium longum BB536 yang dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dan mencegah infeksi saluran napas seperti influenza dan ISPA.
  • Bifidobacterium breve M-16V yang ampuh mencegah konstipasi dan diare serta mencegah infeksi saluran pencernaan
  • Bifidobacterium infantis M-63 yang membantu penyerapan nutrisi serta mencegah dan mengurangi gejala alergi.

Namun, tak berhenti hanya di situ, terdapat juga kandungan yang dapat mendukung Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil, yaitu:

  • Kalsium, Vitamin D, dan Magnesium untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
  • Whey Protein , sumber protein sebagai komponen penting dalam tumbuh kembang Si Kecil.
  • Beta Palmitat, untuk membantu penyerapan kalsium dan lemak yang lebih baik.
  • Vitamin dan Mineral.

Kunci terakhir dalam menumbuhkan kepercayaan diri Si Kecil adalah dengan memberi contoh dan kesabaran. Ayah dan Bunda harus bisa menjadi role model atau panutan bagi Si Kecil dalam menjadi pribadi yang penuh percaya diri.

Lalu, dampingi proses Si Kecil menjadi pribadi yang percaya diri dengan penuh rasa sayang dan sabar. Perlahan, Si Kecil akan tumbuh dewasa dan menikmati semua proses belajarnya bersama cinta dari Ayah dan Bunda.

[MS/ RH]

3 Komentar

  • feri andrian

    dok gimana ya agar anak saya lebih percaya diri di hadapan banyak orang yang ga kenal .. padahal di rumah dia anak nya ga pemalu dan aktif banget . tapi.kalo di sekolah menjadi anak yg pemalu kurang percaya diri di hadapan orang yg ga d kenal

  • anak saya gak percaya diri kalau disekolah nya pendiam gak banyak bicara tapi kalau dirumah terlalu banyak bicara gimana cara batasin anak saya bisa pintar dan percaya diri utk anak saya ya dokter biar mau belajar dan turut dengan orang tuanya ya dokter

  • Ahmad Iwan

    apa nama susunya dokter?