Sukses

Menilik Bahaya Kosmetik bagi Ibu Hamil

Tak cuma terkait makanan, ibu hamil juga harus hati-hati dalam hal pemilihan kosmetik. Nyatanya, ada bahaya penggunaan kosmetik bagi ibu hamil.

Klikdokter.com, Jakarta Saat hamil, banyak pantangan yang sebaiknya dihindari seorang wanita demi menjaga kesehatan diri dan janin dalam kandungan. Tak hanya soal makanan, rupanya pantangan ini juga termasuk dalam pemilihan kosmetik. Ya, ternyata ada bahaya penggunaan kosmetik bagi ibu hamil.

Mengapa hal tersebut penting untuk diperhatikan? Pasalnya, ada ratusan macam zat kimia yang bisa ditemukan dalam produk kosmetik.

Sebagian besar zat tersebut aman, tapi sebagian zat dalam produk kecantikan tersebut dapat masuk ke dalam pembuluh darah. Bila ibu hamil menggunakannya, zat-zat tersebut dapat memengaruhi perkembangan dan tumbuh kembang si jabang bayi.

Zat berbahaya dalam kosmetik

Meski tidak semuanya, ada produk kosmetik tertentu yang memiliki kandungan kimia yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Asam retinoat

Asam retinoat merupakan produk kimiawi turunan dari vitamin A. Zat ini umumnya terdapat dalam krim perawatan kulit, khususnya untuk mengobati jerawat dan untuk mengurangi keriput.

Penggunaan asam retinoat pada ibu hamil bisa menyebabkan risiko kelainan pada janin yang disebut dengan istilah fetal retinoid syndrome.

Bayi yang mengalami sindrom tersebut dapat mengalami hambatan pertumbuhan sejak di dalam kandungan, kelainan bentuk tengkorak dan tulang wajah, kelainan saraf dan jantung, serta gangguan hormonal.

  • Oxybenzone

Oxybenzone banyak ditemukan dalam produk krim tabir surya (sunscreen). Tak hanya itu, zat ini juga terdapat dalam beberapa jenis produk lipstik dan pelembap bibir.

Sebuah studi dalam jurnal Elsevier melaporkan bahwa oxybenzone dapat masuk ke dalam peredaran darah ibu hamil yang menggunakan tabir surya yang mengandung 6% oxybenzone dua kali sehari. Zat ini dapat memengaruhi perkembangan otak dan sistem imun bayi.

Selain itu, studi tersebut juga menemukan bahwa penggunaan oxybenzone pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi memiliki risiko mengalami penyakit hirschsprung. Ini adalah kelainan bawaan pada bayi yang ditandai dengan tidak adanya saraf pada segmen usus besar.

  • Hidrokuinon

Hidrokuinon berfungsi untuk mengurangi pembentukan melanin (hormon pemberi warna cokelat di kulit). Krim yang mengandung hidrokuinon umumnya digunakan untuk mencerahkan kulit wajah, serta untuk mengurangi flek di kulit yang disebabkan freckles, melasma, dan kloasma.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), hidrokuinon tergolong dalam obat kategori kehamilan C. Artinya, studi penggunaan hidrokuinon pada hewan menunjukkan bahwa zat tersebut dapat membahayakan janin.

Namun, temuan tersebut belum dibuktikan terjadi pada manusia. Oleh karena itu, penggunaan hidrokuinon pada ibu hamil harus melibatkan pertimbangan dari dokter.

  • Paraben

Paraben merupakan zat kimia yang sejak dulu banyak digunakan sebagai zat pengawet pada kosmetik, sampo, pelembap kulit, dan odol. Salah satu jenis paraben, yang disebut BPA (bisphenol A), dilaporkan dapat menyebabkan komplikasi dalam kehamilan seperti keguguran, berat janin rendah, serta pertumbuhan janin terhambat.

  • Formaldehid

Formaldehid dapat ditemukan pada produk untuk meluruskan rambut, cat kuku, pembersih kuku, serta perekat bulu mata. Beberapa studi melaporkan bahwa ibu hamil yang terpapar formaldehid memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran. Selain itu, formaldehid juga menyebabkan risiko kecacatan janin dan persalinan prematur.

Lantas, apa solusinya?

Ibu hamil sebaiknya menghindari penggunaan produk kosmetik dan menyiasatinya dengan cara lain.

Sebagai contoh, alih-alih menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet, perlindungan kulit dapat dilakukan dengan menggunakan pakaian lengan panjang dan topi. Atau bisa juga dengan menghindari paparan sinar matahari di atas pukul 09.00 pagi.

Akan tetapi, jika penggunaan produk kosmetik pada ibu hamil tak terhindarkan, cermati dahulu setiap zat yang terkandung di dalamnya. Hindari bila kosmetik tersebut mengandung lima zat berbahaya di atas. Jika Anda ragu akan keamanannya, konsultasikan dahulu dengan dokter kandungan yang menangani.

Bila Anda mengalami gejala, seperti warna bibir menjadi lebih gelap, lidah terasa pahit, mual muntah, sakit kepala hebat, hingga kesadaran terganggu, segeralah ke dokter. Keracunan kosmetik saat kehamilan bisa menyebabkan komplikasi dan pengaruhi tumbuh kembang janin.

Cermatlah memilih kosmetik selama masa kehamilan. Meski tidak semua, bahaya kosmetik bagi ibu hamil tidak dapat diabaikan begitu saja. Ingat, kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan adalah yang utama.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar