Sukses

Dampak Buruk Kekurangan Nutrisi Makro dan Mikro Saat Kehamilan

Kekurangan nutrisi mikro dan makro bisa menyebabkan gangguan pada saat kehamilan.

Klikdokter.com, Jakarta Pemenuhan nutrisi yang seimbang dan lengkap selama kehamilan sangat penting untuk ibu dan janin. Nutrisi tersebut bersifat esensial untuk pertumbuhan dan kesehatan selama kehamilan. Secara umum, nutrisi dapat dikelompokkan dalam dua golongan besar, yaitu nutrisi makro dan mikro.

Nutrisi makro adalah zat gizi yang perlu dikonsumsi dalam jumlah yang banyak untuk memberikan tenaga. Nutrisi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, karbohidrat, dan lemak (termasuk pula asam lemak).

Adapun nutrisi mikro dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang lebih sedikit. Meskipun sedikit, banyak fungsi tubuh yang akan terganggu ketika kekurangan nutrisi mikro. Nutrisi yang tergolong dalam nutrisi mikro adalah berbagai bentuk vitamin (A, B kompleks, C, D, E, dan K) serta mineral (seperti zat besi, kalsium, seng, fosfor, dan kalium).

Setiap orang, pada usia berapa pun, membutuhkan asupan nutrisi makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Terlebih lagi ketika menjalani masa kehamilan, seorang wanita memperhatikan kecukupan nutrisi makro dan mikro dalam tubuhnya. Tanpa kecukupan keduanya, berbagai dampak buruk dapat terjadi pada ibu dan janin.

Dampak buruk kekurangan nutrisi selama hamil

Kekurangan nutrisi makro dan mikro selama hamil bisa memberikan gangguan kesehatan pada ibu maupun janin. Berikut adalah beberapa dampak buruk ketidakseimbangan nutrisi makro:

  • Pertambahan berat janin yang tidak optimal selama kehamilan
  • Risiko kematian janin
  • Risiko kelahiran prematur
  • Ukuran bayi tergolong kecil untuk usia kehamilan (small-for-gestational age)
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Ibu berisiko mengalami diabetes selama hamil (diabetes gestasional)

Sementara itu, risiko yang dapat terjadi ketika ibu hamil tidak mendapatkan asupan nutrisi mikro yang mencukupi adalah:

  • Tidak menutupnya tabung saraf akibat kekurangan asam folat (neural tube defect)
  • Tubuh bayi yang dilahirkan kerdil akibat kekurangan iodium (kretinisme)
  • Gangguan pertumbuhan embrio, organ jantung dan ginjal janin, serta kelahiran prematur akibat kekurangan banyak macam nutrisi mikro
  • Gangguan tekanan darah tinggi pada ibu akibat kekurangan kalsium
  • Anemia pada ibu hamil akibat kekurangan zat besi, yang pada saat persalinan meningkatkan risiko perdarahan

Hasil studi juga mengemukakan, ketidakseimbangan asupan nutrisi mikro dan makro dapat berdampak pada jangka panjang. Risikonya antara lain perawakan pendek pada anak (stunting), kegemukan, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan fungsi ginjal, penyakit diabetes melitus, serta penyakit metabolik lainnya di kemudian hari.

Karena tidak ada satu makanan yang menyediakan semua nutrisi itu, upayakanlah jenis makanan yang dikonsumsi ibu hamil selalu beragam. Susunlah menu yang bervariasi, yang mencakup berbagai jenis lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, hingga produk susu.  

Ada kalanya, ibu hamil mengalami kesulitan untuk memperoleh makanan yang beragam. Suplementasi nutrisi dapat membantu Anda dalam kondisi ini. Suplementasi bisa diberikan dalam bentuk obat maupun susu kehamilan.

Dalam susu kehamilan, pada umumnya sudah terkandung bermacam-macam nutrisi penting yang dibutuhkan selama masa hamil. Misalnya asam folat, vitamin D, DHA, inulin, zat besi, dan kalsium.

Tidak terpenuhinya nutrisi makro dan mikro saat kehamilan dapat membawa efek buruk, baik pada ibu maupun janin. Oleh sebab itu, ibu hamil wajib memperhatikan kecukupan gizinya setiap hari. Isi menu harian Anda dengan variasi makanan kaya nutrisi dan seimbang. Jangan lupa pula lakukan kunjungan rutin ke dokter kandungan untuk memonitor perkembangan bayi Anda.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar