Sukses

Si Kecil Sering Berkata Kasar? Ini Cara Mengatasinya!

Jangan langsung emosi jika si Kecil sering berkata kasar. Akan lebih baik bila Bunda menerapkan tips ini sebagai jalan keluarnya.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Bunda sering dibuat pusing lantaran si Kecil hobi berkata kasar? Jangan langsung terpancing emosi untuk memarahinya di tempat. Bunda justru harus menyiasatinya agar berbicara kasar tak menjadi kebiasaan yang dilakukan si Kecil hingga dewasa.

Perlu Bunda ketahui, si Kecil yang sering berkata kasar mungkin sering mendengarkan kata-kata yang demikian dari lingkungan sekitarnya. Si Kecil juga bisa mempelajarinya melalui acara televisi maupun tayangan-tayangan dalam gawai. Seiring bertambahnya usia, kosakata si Kecil juga dipengaruhi oleh pergaulan di sekolah dan teman-teman sepermainannya.

Beberapa hal yang diduga menjadi dasar si Kecil berkata kasar adalah ketidaksengajaan. Bisa juga karena si Kecil sedang mencoba menirukan kata-kata yang didengarnya dari orang lain atau merasa bahwa kata-kata tersebut memiliki bunyi yang tak biasa. Atau mungkin, si Kecil sedang mencari perhatian Bunda.

Apapun alasannya, kebiasaan bekata kasar pada si Kecil harus segera dikendalikan. Namun untuk ini, Bunda tidak dianjurkan untuk menghakimi atau membentaknya begitu saja. Akan lebih baik bila Bunda menyiasatinya dengan melakukan tips di bawah ini:

  1. Perbaiki pengucapannya

Bila kata kasar muncul karena si Kecil sedang mengeksplorasi kosakata baru, sampaikan dengan lembut bagaimana pengucapan yang seharusnya. Tetap tenang dan tak perlu marah, karena itu tak sengaja diucapkan. Si Kecil juga belum paham betul arti dari kata-kata tersebut, ‘kan?

  1. Abaikan yang si Kecil ucapkan

Ini adalah cara paling efektif bila si Kecil berkata kasar untuk mencari perhatian Anda. Tak perlu bicara, tak perlu ada kontak mata. Anggap seolah-olah Anda tak pernah mendengar apa yang si Kecil ucapkan.

Reaksi apapun, sekalipun hanya berkata: “Itu bukan kata-kata yang pantas diucapkan,” akan semakin mendorong si Kecil untuk berkata kasar. Apalagi, bila Bunda tertawa atau menunjukkan ekspresi kaget. Jadi, Bunda sebaiknya baru memberikan respons jika si Kecil mengucapkan kata-kata yang pantas.

Umumnya, si Kecil akan berhenti mengucapkan kata-kata kasar sekalinya tidak mendapatkan persetujuan atau respons dari orang-orang dewasa yang dianggap penting dalam hidupnya.

  1. Bantu si Kecil kenali emosinya

Bila si Kecil berkata kasar karena marah atau kesal, bantu dirinya mengenali emosi tersebut. Katakan, “Kakak lagi marah, ya?” atau “Kakak kesal karena tidak bisa membuat prakarya ini?”  

Bagi si Kecil, penting untuk tahu bahwa emosi-emosi tersebut adalah hal yang normal untuk dirasakan. Tetapi, akan lebih baik bila si Kecil mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata yang pantas. Setelah itu, bantu si Kecil untuk keluar dari apa yang membuatnya marah atau kesal dengan memberikan solusi dalam bahasa yang mudah dimengerti.

  1. Sepakati pilihan kata-kata yang dianggap pantas dalam keluarga

Diskusikan pilihan kata yang masih dianggap pantas untuk mengekspresikan sesuatu dalam keluarga. Dengan adanya kesepakatan itu, Bunda akan lebih mudah menegur dan mengingatkan bila si Kecil mengucapkan kata-kata kasar. Bunda bisa sampaikan, “Kita punya kata-kata yang lebih sopan untuk itu, Nak.” Atau, “Ingat, kita tidak menggunakan kata-kata yang seperti itu.”

  1. Selalu awasi dunia si Kecil

Ini berarti Bunda harus selalu memeriksa rating acara televisi, film, musik, dan segala jenis multimedia yang digunakan si Kecil. Batasi screen time si Kecil setiap hari dan letakkan perangkat-perangkat tersebut di bagian rumah yang mudah dilihat dan diawasi.

  1. Perhatikan yang Bunda ucapkan

Tak jarang, si Kecil mendengar atau mempelajari kata kasar dari orang tuanya. Mungkin saja, Bunda tak sengaja mengucapkan kata tersebut saat sedang emosi dan didengar si Kecil berulang kali. Kemudian, ia menirukannya untuk diucapkan di hadapan teman-temannya.

Nah, agar si Kecil tidak demikian, pastikan Bunda atau Ayah selalu memerhatikan kata-kata yang diucapkan. Bunda tak ingin si Kecil berkata kasar gara-gara kelalaian pribadi, bukan?

Dampak negatif di masa depan

Si Kecil yang masih batita mungkin belum memahami arti dari kata-kata kasar yang diucapkan. Akan tetapi, mereka mampu memahami bahwa kata-kata tersebut dapat menyakiti atau menyinggung orang lain. Maka dari itu, bantu si Kecil untuk memahami bahwa kata-kata kasar yang diucapkannya pada orang lain bisa membuatnya dijauhi oleh teman-temannya.

Bisa dipahami bila Bunda kaget saat pertama kali mendengar si Kecil berkata kasar. Namun, tetaplah tenang dan berikan respons yang sesuai. Sesungguhnya, bagaimana Bunda memberikan respons terhadap kata-kata kasar si Kecil inilah yang akan memengaruhi perilakunya di kemudian hari. Jadi, jangan langsung terpancing emosi, ya!

(NB/ RH)

202 Komentar

  • Siska Anggita

    Suscipit voluptatem et impedit quam aperiam. Odio consequatur asperiores molestiae nulla. Iusto nisi ipsum rem ut. Reprehenderit voluptatum iste sapiente quis expedita quae.

  • Siska Anggita

    Labore error nemo voluptas tempora neque. Et deserunt est facilis in non quis nobis. Error non dolorem reprehenderit rerum fuga. Quis ab voluptas quidem id.

  • Siska Anggita

    Rerum vel magnam asperiores. Similique enim rerum doloremque consectetur enim voluptatum soluta et. Quaerat est quisquam impedit eos voluptatem mollitia.