Sukses

Serunya Bermain Sepak Bola bersama Ayah

Sepak bola tak hanya menyenangkan bagi si Kecil, tetapi juga memberikan segudang manfaat sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Anda seorang ayah yang juga penggemar fanatik sepak bola? Jika ya, Anda mungkin berharap agar si Kecil punya hobi yang sama dengan ayahnya, bukan?

Sepak bola memang menyenangkan lagi menyehatkan. Melalui olahraga yang satu ini, fungsi sistem jantung dan pernapasan dipacu untuk menjadi lebih efektif dan efisien. Fleksibilitas otot dan sendi pun dilatih.

Khusus untuk sepak bola, ternyata aktivitas ini memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan tulang si Kecil. Efek itu dikonfirmasi melalui sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Bone and Mineral Research tahun 2016 silam.

Pada penelitian tersebut, terdapat 918 anak dan remaja Amerika Serikat keturunan Eropa dengan rentang usia 5–19 tahun yang terlibat. Semuanya dipantau rutin selama 7 tahun sejak tahun 2002 hingga 2009.

Partisipan diminta menjawab kuesioner untuk memperkirakan jumlah dan jenis aktivitas fisik yang dilakukan pada saat masa kanak-kanak. Data terkait kepadatan tulang dan 60 variasi kode genetik dalam DNA yang memengaruhinya juga diambil untuk analisis lebih lanjut.

Dari studi itu didapatkan bahwa anak-anak dengan tingkat aktivitas fisik yang tinggi memiliki skor kepadatan tulang yang juga tinggi. Hasil yang sama juga ditemukan pada anak-anak yang memiliki variasi genetik.

Sepak bola untuk tumbuh kembang si Kecil

Si Kecil yang bermain sepak bola bersama sang ayah akan memiliki tali cinta kasih dan ikatan batin yang erat. Si Kecil pun mendapat sejumlah manfaat lain yang turut menunjang tumbuh kembangnya, seperti:

  • Mengasah keterampilan motorik kasar. Sepak bola dapat menguatkan otot-otot inti tubuh, seperti otot perut, punggung, bokong dan paha.
  • Mengasah kecerdasan kinestetik. Sepak bola membutuhkan teknik dan koordinasi dari mata dan anggota gerak. Semakin sering diasah, gerakan-gerakan si Kecil akan semakin luwes.
  • Mendorong perkembangan kognitif. Bermain sepak bola mengasah kemampuan visuo-spasial dan keterampilan problem solving pada si Kecil. Itu karena sepak bola adalah olahraga dengan pace yang cepat, sehingga si Kecil dipacu untuk berpikir cepat untuk memberikan respons yang tepat. Dalam jangka panjang, hal ini membuat si Kecil terbiasa untuk berpikir cepat, tepat, namun tetap fleksibel.
  • Meningkatkan kepercayaan diri. Saat mampu menggiring bola dengan baik atau bahkan mencetak gol, si Kecil akan semakin percaya diri terhadap kemampuannya.
  • Meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Bermain sepak bola membutuhkan fokus dan kewaspadaan penuh agar tidak kehilangan kesempatan emas dalam mencapai tujuan.
  • Mendorong kerja sama dan interaksi sosial yang positif. Sepak bola adalah olahraga tim, sehingga para pemain dalam satu tim harus saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.
  • Menanamkan prinsip kompetisi yang sehat melalui fairplay. Si Kecil yang termotivasi untuk berkompetisi dengan cara yang positif akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik dan sukses.

Selain meraih manfaat di atas, mengajak si Kecil bermain sepak bola juga turut mengasah kecerdasan gerak tubuh padanya. Kecerdasan gerak tubuh adalah kecerdasan yang menekankan pada penggunaan tubuh dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Kecerdasan gerak tubuh ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Banyak bergerak dan memiliki kelenturan
  • Pandai menirukan gerakan yang si Kecil lihat
  • Sangat suka dan menikmati kegiatan fisik
  • Senang membongkar berbagai benda
  • Memperlihatkan keterampilan tangan

Ingin tahu lebih lanjut mengenai kecerdasan gerak tubuh dan jenis kecerdasan majemuk lainnya? Kunjungi https://www.morinagamiplayplan.com/.

Perhatikan ini!

Jangan terlalu buru-buru mengajak si Kecil bermain sepak bola. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar si Kecil dapat bermain dengan aman dan merasakan manfaat sepenuhnya.

  1. Pastikan si Kecil memakai perlengkapan sepak bola yang sesuai, seperti pakaian olahraga yang menyerap keringat, sepatu bola, dan pelindung betis (shin guard).
  2. Carilah bola yang tahan air dengan ukuran yang sesuai usia si Kecil. Untuk si Kecil yang masih balita dan baru pertama kali bermain bola, gunakan ukuran 1―yakni bola dengan keliling 18–20 inci atau setara 45,7–50,8 cm. Untuk si Kecil yang lebih besar hingga usia 8 tahun, bola ukuran 3 adalah yang paling sesuai. Sedangkan untuk usia 8–12 tahun, bola ukuran 4 adalah yang paling sesuai. Menginjak usia 13 tahun ke atas, si Kecil sudah bisa menggunakan bola ukuran 5 yang digunakan dalam sepak bola dewasa.
  3. Pastikan gawang yang digunakan dapat berdiri tegak dan seimbang serta tidak mudah goyang. Hal ini untuk meminimalkan risiko gawang jatuh lalu menimpa si Kecil atau pemain lain.
  4. Cari tempat bermain yang datar dan rata. Pastikan tidak berlubang-lubang, berpasir ataupun berkerikil.

Setelah semua hal tersebut terpenuhi, berikan arahan seputar permainan sepak bola dan aturannya. Ajarkan pula pada si Kecil teknik bermain bola yang benar, seperti teknik dasar menggiring, menyundul maupun menendang bola.

Si Kecil membutuhkan paling sedikit 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap hari. Jadi mulai sekarang, Ayah dan Bunda dapat menjadikan sepak bola sebagai aktivitas yang dilakukan si Kecil secara rutin. Selamat bermain!

(NB/ RH)

183 Komentar

  • Peni sampelan

    Quis quo quis sit hic sed. Libero culpa alias perferendis necessitatibus et animi.

  • Peni sampelan

    Qui sunt non quod magni deleniti deleniti. Et voluptate corporis voluptatum maiores corrupti iste fugit. Quia temporibus aut itaque dolorem.

  • Peni sampelan

    Laudantium similique excepturi ex nemo ut blanditiis architecto. Dolores id ea voluptatem rerum. Ut quas ipsum cum debitis quia illo qui dolor. Repellat dicta magni reprehenderit ut.