Sukses

Amankah Bubur Bayi Instan untuk MPASI Anak?

Terkadang, Bunda bisa saja tak memiliki cukup waktu mengolah MPASI untuk anak. Tapi, bolehkah bubur bayi instan jadi solusinya?

Klikdokter.com, Jakarta Agar pertumbuhan anak optimal, nutrisi merupakan salah satu hal yang wajib menjadi perhatian Bunda. Setelah periode ASI eksklusif terlewati, kini saatnya Bunda memperkenalkan si Kecil dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Salah satu menu yang sering disajikan adalah bubur bayi instan.

Setelah melewati usia 6 bulan, ASI tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan energi si Kecil. Oleh karena itu Bunda harus memberikan makanan padat tambahan dengan gizi yang lengkap dan tentunya bervariasi. Ketahui kapan waktu yang tepat si Kecil untuk memulai asupan MPASI.

Saat tepat memulai MPASI

Selain batasan usia yakni 6 bulan, ada beberapa kriteria untuk menentukan kesiapan si Kecil mendapatkan makanan padatnya. Berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa tanda si Kecil siap menerima suapan pertamanya.

Bunda dapat mulai memberikan MPASI ketika kepala si Kecil sudah tegak, tubuhnya sudah dapat duduk, kemudian si Kecil sudah terlihat tertarik dengan makanan. Hal ini bisa dilihat ketika ia menjulurkan lidah dan ingin meraih makanan saat disodori menu MPASI.

Bila tanda-tanda di atas telah terlihat pada si Kecil, Bunda bebas memilih jenis makanan bayi yang pertama kali akan diperkenalkan kepada si Kecil. Bisa serealia seperti beras merah, sayur, ataupun buah.

Pastikan pengenalan makanan ini dilakukan secara bertahap dan selalu perhatikan apakah ada tanda alergi pada si Kecil setiap kali ada makanan baru yang diperkenalkan padanya. Hal ini untuk mengetahui risiko alergi di awal, sehingga Bunda dapat lebih berhati-hati.

Selain memilih bahan makanan, yang tak kalah penting adalah teknik mengolah dan menyajikan makanan pertama si Kecil. Sebisa mungkin, buat momen makan pertama si Kecil menyenangkan, sehingga ia tidak tumbuh menjadi anak yang pemilih dalam hal makanan.

Pengolahan dan variasi MPASI

Langkah-langkah mempersiapkan MPASI ini pun tidak boleh luput dari perhatian. Bunda dapat mengikutinya agar kualitas menu MPASI si Kecil tetap prima:

  1. Perhatian kebersihan bahan dan alat

Pertama, Bunda harus memperhatikan masalah kebersihan. Baik kebersihan bahan-bahan yang digunakan, alat, maupun tangan Bunda sebelum mengolahnya.

  1. Mempertimbangkan teknik mengolah

Untuk mempertahankan nutrisi di dalam makanan, cara pengolahannya juga harus diperhatikan. Misalnya, mengolah sayur dengan cara dikukus lebih baik daripada direbus, sehingga nutrisi di dalamnya tetap terjaga hingga saat diberikan pada si Kecil.

  1. Buat variasi menu yang sehat

Bayi yang sedang dalam masa emas pertumbuhan membutuhkan berbagai gizi yang harus terpenuhi secara lengkap. Termasuk di dalamnya adalah karbohidrat dan lemak yang dapat menjadi sokongan utama energinya.

Selain itu, makanan bayi juga harus mengandung protein hewani serta berbagai vitamin serta mineral seperti zat besi, seng dan vitamin A. Ingat, si Kecil tetap membutuhkan beragam zat tersebut meski telah mengonsumsi ASI.

Sebagai sumber zat besi yang utama, Bunda dapat memberikan si Kecil menu dengan daging merah.

Terapkan poin-poin di atas dalam mengolah atau menyajikan menu MPASI untuk si Kecil. Dengan demikian, buah hati Bunda akan lebih mudah melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya.

1 dari 2 halaman

Bubur bayi instan untuk si Kecil

Untuk menjamin kelengkapan gizi si Kecil, Bunda tentu lebih memilih untuk menyiapkan sendiri MPASI untuk sang buah hati. Namun, bila tak memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan, Bunda tak perlu khawatir. Makanan bayi yang sifatnya instan pun dapat dijadikan pilihan.

Selain mudah disiapkan, umumnya jenis MPASI ini juga sudah ditambahkan berbagai jenis nutrisi pelengkap seperti zat besi yang sangat dibutuhkan bayi.

Untuk memperkaya rasa, MPASI yang biasanya berupa bubur bayi instan ini dapat ditambahkan berbagai makanan lain seperti potongan buah atau sayur. Potong-potong sesuai kemampuan makan si Kecil.

Namun, dalam memilih bubur bayi instan, Bunda juga harus hati-hati. Selalu baca kandungan yang tertera dalam kemasan dan pilih yang kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Bila perlu, Bunda dapat meminta saran dari dokter seputar jenis bubur bayi instan yang aman.

Hal lain yang harus diperhatikan ketika memberikan MPASI pada bayi, baik yang instan maupun yang diolah sendiri adalah gula dan garam. Penggunaan keduanya harus dibatasi, mengingat kebutuhan si Kecil akan kedua bumbu tersebut masih sangat rendah.

Gula dan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak di kemudian hari. Mulai dari obesitas, diabetes, hingga gangguan kesehatan pembuluh darah serta jantung.

MPASI dalam bentuk bubur bayi instan nyatanya masih aman untuk diberikan sebagai menu MPASI si Kecil. Tapi ingat, pastikan pengolahan makanan anak dilakukan dengan tepat dan terjaga kebersihannya, agar segala nutrisi di dalamnya dapat mendukung tumbuh kembang anak.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar