Sukses

Solusi Alergi Susu Sapi: Susu Kambing atau Susu Soya?

Saat Si Kecil terdiagnosis alergi susu sapi, Bunda pasti segera mencari alternatif susu pengganti. Cek mana yang lebih baik, susu kambing atau soya.

Klikdokter.com, Jakarta Alergi susu sapi adalah salah satu hal yang bikin Bunda kewalahan. Saat Si Kecil terdiagnosis punya alergi susu sapi, biasanya Bunda akan langsung mengganti susunya dengan susu lain demi terpenuhinya kebutuhan gizi Si Kecil. Sering kali, susu kambing atau susu soya adalah dua pilihan teratas. Antara dua pilihan tersebut, sebetulnya mana yang lebih baik?

Alergi susu sapi merupakan jenis alergi yang cukup banyak diderita Si Kecil. Berdasarkan data dari Diagnosis dan Tata Laksana Susu Sapi Rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2014, sebanyak 1 dari 13 anak menderita alergi susu sapi.

Untuk Si Kecil yang sudah lepas dari ASI, ia masih membutuhkan susu sebagai salah satu sumber zat gizi. Karena bagaimanapun, susu adalah sumber nutrisi yang kaya akan protein, kalsium, vitamin D, dan vitamin A. Dengan kondisi Si Kecil yang punya alergi susu sapi, memang agak sulit untuk menggantikan susu sebagai sumber nutrisi tersebut, apalagi jika ia termasuk susah makan atau picky eater.

Penyebab Alergi Susu Sapi pada Si Kecil

Susu sapi yang tak pernah masuk ke tubuh Si Kecil sebelumnya bisa dianggap sebagai benda asing. Alergi terjadi karena respons sistem kekebalan tubuh terhadap benda atau zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh.

Fungsi dari sistem kekebalan tubuh adalah untuk melindungi tubuh dari kuman dan zat asing yang bisa membahayakan. Namun, pada Si Kecil yang alergi susu sapi, sistem kekebalan tubuhnya mengenali protein susu sapi sebagai zat yang dapat membahayakan sehingga harus dibasmi.

Gejala alergi susu sapi yang timbul beragam, bisa berupa kemerahan di pipi, kembung, sering buang angin, hingga diare. Gejala-gejala alergi tersebut dapat diatasi dengan obat antialergi, tapi obat ini tak bisa mencegah kekambuhan.

Si Kecil tetap bisa kambuh setiap kali ia mengonsumsi susu sapi dan berbagai produk olahannya. Satu-satunya cara untuk mencegah alergi kambuh adalah dengan menghindari konsumsi susu sapi dan produk turunannya.

Mana Lebih Baik, Susu Kambing atau Susu Soya?

Sebenarnya, alergi susu sapi sudah bisa diketahui sejak Si Kecil mendapat ASI eksklusif. Jika Si Kecil alergi susu sapi, ia akan menunjukkan gejala dan tanda alergi ketika Bunda mengonsumsi susu sapi dan produk olahannya (lalu menyusui). Jika ini terjadi, Bunda jangan lantas menghentikan susu sapi dan produk olahannya. Cobalah untuk memperkenalkan produk tersebut secara bertahap, agar semakin lama tubuh Si Kecil akan terbiasa, serta tanda dan gejala alergi pun bisa diminimalkan.

Lantas, bagaimana jika karena satu dan lain hal, Si Kecil tidak dapat memperoleh ASI? Tentunya harus dicari susu lain sebagai alternatif, yang tidak menimbulkan alergi dan dapat terus mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

Dalam pencarian alternatif ini, banyak orang tua yang menganggap bahwa susu kambing dapat dijadikan sebagai alternatif untuk Si Kecil dengan alergi susu sapi. Ternyata, anggapan ini harus dibuang jauh-jauh.

Menurut IDAI, susu mamalia lain selain sapi bukan merupakan alternatif karena ada risiko terjadinya alergi silang. Risiko ini disebabkan oleh kemiripan struktur susu sapi dengan mamalia lain seperti kambing dan domba. Oleh karena itu, susu kambing tidak dianjurkan sebagai substitusi susu sapi.

Ada beberapa jenis susu formula yang dapat menjadi penganti susu sapi, yaitu susu formula hidrolisat ekstensif, susu formula asam amino, dan susu formula soya atau kedelai.

Meskipun sama-sama terbuat dari susu sapi, protein dalam susu formula hidrolisat ekstensif dan asam amino telah dipecah menjadi molekul-molekul kecil yang tidak dapat menyebabkan alergi. Walau begitu, karena diproses dengan teknologi canggih, maka harga kedua jenis susu formula tersebut cenderung lebih tinggi ketimbang susu formula biasa. Karena proteinnya dipecah menjadi kecil-kecil, rasanya pun menjadi agak pahit.

Alternatif lain adalah susu formula soya atau kedelai. Meski masih ada kemungkinan kecil terjadinya reaksi silang terhadap susu sapi, tapi harga susu formula soya lebih ramah di kantong! Pada susu soya, meski kandungan fosfornya lebih rendah dari susu hewani, tapi kandungan alkali fosfatase dan ostepenianya lebih tinggi. Selain itu, susu formula soya juga mengandung nutrisi penting untuk pertumbuhan Si Kecil, seperti protein, mineral, vitamin, omega-3, omega-6, zat besi, dan tentunya kalsium!

Segela kebaikan susu formula soya yang disebutkan di atas bisa Bunda dapatkan lewat Morinaga Chil Kid Soya Moricare+ Prodiges (untuk usia 1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Soya Moricare+ Prodiges (untuk usia 3-12 tahun), yang merupakan formula pertumbuhan gizi dengan isolate protein.

Keduanya merupakan kombinasi antara gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) untuk membantu Si Kecil dengan alergi susu sapi agar bisa tetap memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhannya.

Selain untuk Si Kecil dengan alergi susu sapi, rangkaian produk Morinaga Soya Moricare+ Prodiges ini juga bisa menjadi andalan untuk Si Kecil dengan intoleransi terhadap laktosa atau memiliki kelainan metabolisme gula dalam darah (galaktosemia).

Nah, kini Bunda tak perlu lagi bingung memilih susu pengganti Si Kecil yang memiliki alergi susu sapi. Jangan ragu untuk beralih ke susu soya yang kandungan nutrisinya tetap bisa mendukung tumbuh kembang Si Kecil agar ia selalu berprestasi, dan Bunda pun tak perlu waswas alergi Si Kecil kambuh. Untuk lebih amannya, sebelum Si Kecil minum susu soya, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter yang menanganinya.

(RN/ RH)

2 Komentar