Sukses

Tips agar Alergi Tidak Hambat Tumbuh Kembang Si Kecil

Alergi bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan Si Kecil. Bunda, jangan sampai hal ini menghambat tumbuh kembangnya. Lakukan tips ini.

Klikdokter.com, Jakarta Zaman sekarang rasanya makin banyak anak-anak yang memiliki alergi. Salah satu yang paling sering ditemui adalah alergi makanan. Alergi makanan bisa membuat Si Kecil mengalami bengkak dan gatal-gatal.

Alergi makanan pada Si Kecil bisa merepotkan Bunda karena harus ekstra selektif dalam memberikan makanan kepada Si Kecil. Tak hanya itu, kondisi tersebut juga bisa merugikan Si Kecil, yang salah satunya bisa menghambat tumbuh kembangnya.

Alergi diketahui dapat mengganggu tumbuh kembang Si Kecil, terutama apabila alergi yang dialami tergolong berat. Selain berpotensi kekurangan gizi karena sumber makanan yang dapat dikonsumsi terbatas, proses peradangan akibat alergi yang terjadi di dalam tubuh juga dapat mengganggu berbagai sistem organnya.

Mengenal Alergi Makanan pada Si Kecil

Biasanya, Si Kecil mengalami alergi makanan pada 2 tahun pertama kehidupannya, di mana masa tersebut merupakan periode emas tumbuh kembang. Artinya, tumbuh kembang Si Kecil berlangsung paling pesat pada masa tersebut.

Pada dasarnya, Si Kecil bisa saja alergi terhadap semua jenis makanan. Namun, ada beberapa jenis makanan yang dilaporkan paling sering menjadi penyebab alergi, contohnya susu sapi, telur, kacang, dan makanan laut (ikan dan udang).

Satu-satunya cara yang bisa Bunda lakukan agar alergi tidak kambuh adalah menghindari makanan penyebab Si Kecil alergi. Perlu diingat, obat-obatan hanya dapat meredakan gejala alergi, bukan mencegah kekambuhan jika Si Kecil tanpa sengaja mengonsumsi makanan pencetus alerginya.

Gejala hambatan tumbuh kembang Si Kecil

Bunda harus berhati-hati terhadap gejala hambatan dalam tumbuh kembang Si Kecil, terutama apabila ia mengalami alergi makanan yang terbilang parah. Tingkat keparahan ini bisa dilihat dari seberapa mudah ia mengalami gejala alergi walaupun hanya mengonsumsi makanan pencetus alergi dalam jumlah kecil. Misalnya, susu atau telur yang merupakan bahan baku kue atau kuah kaldu seafood.

Bunda juga bisa memperhatikan tingkat keparahan alergi yang timbul. Misalnya asma berat, bengkak pada mata dan bibir yang terbilang parah, atau biduran di sekujur tubuh.

Gejala lain yang dapat diperhatikan adalah Si Kecil sering mengalami kram—terutama kram kaki pada malam hari—akibat kekurangan kalsium. Umumnya, ini terjadi pada Si Kecil yang alergi susu sapi, yang mana susu merupakan sumber kalsium utama bagi anak.

Waspadai juga tanda Si Kecil kekurangan zat besi, yaitu pucat, mudah lemas, dan tidak bersemangat. Bunda juga harus berhati-hati apabila alergi makanan pada anak mengakibatkan ia sering diare. Ini karena ketika diare, ususnya tidak dapat menyerap gizi dari makanan yang dikonsumsi secara optimal, sehingga kondisi ini rentan menimbulkan malnutrisi.

Jika Bunda mendapati berat badan Si Kecil sulit naik atau justru tak juga naik, sebaiknya bawa ia untuk segera diperiksa dokter sehingga bisa diketahui penyebabnya.

Tips Agar Tumbuh Kembang Si Kecil Tak Terhambat

Meski Bunda mencurigai Si Kecil memiliki alergi makanan tertentu, tapi jangan langsung terburu-buru menyetop makanan-makanan yang Anda curigai dapat memicu alergi Si Kecil. Aksi Bunda yang tergesa-gesa ini bisa jadi justru meningkatkan risiko Si Kecil mengalami kurang gizi dan gangguan tumbuh kembang.

Bunda harus benar-benar memastikan bahwa makanan tersebut memang pemicu alergi Si Kecil, barulah menghentikan pemberian makanan tersebut kepada anak. Untuk memastikan pemicu alergi Si Kecil, bawa ia ke dokter untuk dilakukan wawancara, pemeriksaan fisik, termasuk tes alergi.

Jika memang ditemukan adanya alergi pada Si Kecil dan penyebabnya ditemukan, biasanya dokter akan memberikan jenis makanan pengganti agar gizi Si Kecil tetap terpenuhi. Misalnya, apabila ia alergi susu sapi, maka sumber kalsium pengganti bisa diperoleh dari susu soya, tahu, tempe, atau memberikan susu formula khusus untuk Si Kecil yang punya alergi susu sapi. Jika perlu, dokter juga akan memberikan suplementasi vitamin dan mineral.

Meski alergi bisa merepotkan, tapi tak ada alasan bagi Bunda tidak memastikan tumbuh kembang Si Kecil secara optimal. Ingat, Si Kecil yang punya alergi pun dapat berprestasi seperti anak-anak lainnya asalkan dikenali dan ditangani sedini mungkin!

(RN/ RH)

1 Komentar