Sukses

Diet Ketat Jelang Pernikahan Berpengaruh pada Persiapan Kehamilan?

Hati-hati jika Anda melakukan diet ketat jelang kehamilan. Masalahnya, ini bisa memengaruhi persiapan kehamilan.

Klikdokter.com, Jakarta Jelang pernikahan, sering kali pengantin wanita melakukan diet ketat dalam rangka mencapai berat badan yang didambakan menyambut hari yang ditunggu-tunggu tersebut. Jika Anda termasuk pasangan yang ingin buru-buru menimang bayi setelah menikah, ketahuilah bahwa diet ketat jelang pernikahan akan berpengaruh terhadap persiapan kehamilan.

Pola makan dan gaya hidup sehat merupakan bagian penting dalam menunjang proses persiapan kehamilan. Faktanya, probabilitas kehamilan akan meningkat jika Anda dan pasangan dalam kondisi sehat dan bugar. Makanan yang dikonsumsi akan memberikan dampak besar terhadap nutrisi, fungsi hormon, fungsi sel, termasuk kesuburan wanita.

Mengapa diet ketat bisa memengaruhi persiapan kehamilan?

Biasanya, buah dari diterapkannya diet ketat adalah penurunan berat badan yang signifikan. Jika penurunan ini tergolong ekstrem, maka ini akan mengganggu siklus haid. Diet yang ekstrem juga sering kali tak memperhatikan keseimbangan nutrisi, sehingga ini dapat mengganggu fungsi reproduksi.

Pada proses persiapan kehamilan, baiknya wanita memiliki indeks massa tubuh yang normal—tidak kurang (underweight) dan tidak lebih (overweight).

Indeks massa tubuh yang ideal berkisar antara 20–25. Berat badan yang berlebihan bisa menurunkan tingkat kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Lemak yang terlalu banyak menumpuk, atau bahkan lemak yang terlalu sedikit, dapat mengganggu siklus haid. Selanjutnya, kondisi ini bisa mengganggu kesuburan.

Kondisi overweight atau obesitas juga dapat mengganggu fungsi hormonal. Individu yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, diabetes, dan kondisi lainnya.

Sebaliknya, individu dengan berat badan di bawah normal juga sama-sama akan memiliki risiko masalah kesehatan selama kehamilan. Tak hanya itu, bisa juga terjadi gangguan siklus haid akibat cadangan lemak yang terlalu sedikit.

Perlu diketahui, estrogen dan progesteron adalah hormon yang larut dalam lemak. Jika cadangan lemak terlalu rendah (pada wanita underweight), maka kondisi ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan hormon.

Nantinya, hal tersebut dapat menyebabkan gangguan ovulasi pada wanita. Maka dari itu, sebelum merencanakan untuk hamil sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu dan berusaha untuk mencapai berat badan ideal.

Olahraga juga bisa berdampak baik dan buruk terhadap kesuburan wanita

Biasanya, diet ketat juga diiringi dengan aktivitas fisik yang sama intensnya. Sebetulnya olahraga secara teratur dapat meningkatkan fungsi kesuburan wanita.

Ada hasil studi yang menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga selama 30 menit atau lebih setiap harinya memiliki risiko mengalami infertilitas akibat gangguan ovulasi lebih rendah. Aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan fungsi reproduksi wanita dengan meningkatkan produksi hormon yang membantu pertumbuhan sel telur. Olahraga juga dapat mengurangi stres, yaitu salah satu faktor yang bisa menurunkan kemungkinan pembuahan.

Namun, ada pula beberapa studi lainnya tentang olahraga dan kesuburan, yang hasilnya berbanding terbalik. Olahraga secara berlebihan dikatakan dapat menurunkan kesuburan, dan olahraga intensitas tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon, mengganggu ovulasi, dan mengubah siklus haid.

Olahraga ekstrem yang dilakukan selama lebih dari satu jam dapat menurunkan produksi hormon menstimulasi fungsi ovarium, sehingga menyebabkan gangguan ovulasi. Risiko ini akan meningkat sejalan dengan durasi dan intensitas olahraga.

Selain itu, olahraga ekstrem dapat menyebabkan tubuh memetabolisme protein di otot yang dapat menghasilkan amonia. Amonia merupakan zat kimia yang diketahui dapat menghambat terwujudnya kehamilan.

Jika ingin berolahraga sebagai upaya persiapan kehamilan, Anda dianjurkan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang. Durasinya pun juga harus sesuai sehingga fungsi kesuburan berjalan optimal dan tak akan mengalami gangguan.

Para wanita yang ingin hamil disarankan untuk berolahraga selama 150 menit per minggu, atau mudahnya adalah berolahraga dengan intensitas sedang (joging, berenang, bersepeda) selama 30 menit. Lakukan ini secara rutin lima kali dalam seminggu.

Daripada melakukan diet ketat, Anda lebih dianjurkan untuk melakukan diet kesuburan sebagai salah satu persiapan kehamilan. Untuk lebih jelasnya, silakan berkonsultasi dengan dokter. Diet kesuburan yang tepat dan sesuai dengan profil tubuh akan mengoptimalkan persiapan kehamilan.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar