Sukses

Nutrisi Penting untuk Mempersiapkan Kehamilan

Dalam mempersiapkan kehamilan, nutrisi dan pola makan sehat adalah hal penting yang harus diperhatikan.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda wanita yang tengah mempersiapkan kehamilan, penting untuk memperhatikan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi setiap hari. Asupan gizi yang baik dan tepat sejak awal diharapkan dapat membuat janin tumbuh dan berkembang dengan baik, kelak bayi pun akan lahir sehat.

Faktanya, pola makan sehat dapat membantu Anda untuk meningkatkan kesuburan. Berdasarkan studi di Harvard Medical School, Amerika Serikat, mengenai pola makan dan fertilitas, konsumsi makanan dan menghindari jenis makanan tertentu dapat membantu fungsi ovulasi wanita. Pilihan makanan yang dikonsumsi bisa memengaruhi nutrisi, fungsi sel, fungsi hormon, dan tentunya kesuburan wanita.

Berikut ini adalah nutrisi penting yang dibutuhkan demi mempersiapkan kehamilan.

Gantilah karbohidrat harian dengan karbohidrat kompleks

Tubuh Anda akan melakukan metabolisme karbohidrat simpleks (biskuit, cake, roti putih, dan nasi putih) dengan cepat menjadi glukosa darah. Untuk menurunkan lonjakan gula darah tersebut, pankreas akan melepaskan insulin ke dalam darah.

Karbohidrat kompleks (mengandung banyak serat, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan gandum) dimetabolisme dengan lambat sehingga akan meningkatkan gula darah secara bertahap. Studi menunjukkan bahwa kadar insulin tinggi akan menghambat ovulasi.

Hindari trans fat dan makanlah lemak tak jenuh (unsaturated fat)

Trans fat atau lemak trans yang ditemukan pada camilan kemasan atau makanan cepat saji, kentang goreng, makanan kaleng yang berasal dari produk hewani, dan beberapa jenis margarin dapat meningkatkan resistensi insulin.

Insulin berfungsi membantu perpindahan glukosa darah dari darah ke sel. Bila terjadi resistensi insulin, maka glukosa darah tidak dapat berpindah ke sel. Kondisi ini membuat pankreas akan terus memproduksi insulin untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kadar insulin tinggi tersebut dapat menyebabkan gangguan metabolisme yang mengganggu ovulasi.

DHA, salah satu asam lemak esensial yang ditemukan pada minyak ikan, memiliki peran besar dalam sistem reproduksi wanita. Asam lemak omega-3 dapat membantu proses ovulasi, memperbaiki kualitas sel telur, dan menunda penuaan pada indung telur.

Makanan yang kaya asam lemak esensial adalah ikan salmon, ikan tuna, dan udang. Bila Anda tidak suka dengan makanan laut, Anda dapat mengonsumsi suplemen. Konsultasikan ini dengan dokter Anda terlebih dulu.

Konsumsi protein nabati

Protein memiliki peranan besar dalam diet sehat. Sebagian besar wanita mendapat sumber protein dari daging sapi, ayam, atau ikan.

Studi yang dilakukan di Universitas Harvard menyarankan, selain sumber protein hewani, sebaiknya Anda mengonsumsi  protein nabati. Contohnya adalah tahu, tempe, atau kacang-kacangan untuk menurunkan kejadian gangguan ovulasi. Batasi sumber protein hewani hingga dua takaran makan saja dalam sehari. Selebihnya, sumber protein sebaiknya diambil dari protein nabati.

Konsumsi satu atau dua gelas susu whole milk atau makanan produk susu full-fat, kurangi susu atau produk susu low-fat

Ada studi terbaru yang menunjukkan bahwa makanan olahan susu rendah lemak dan susu rendah lemak itu sendiri akan menyebabkan wanita lebih sulit hamil. Ini merupakan akibat dari gangguan ovulasi. Untuk itu, gantilah porsi makanan produk susu rendah lemak harian Anda dengan produk susu full-fat.

Jangan lupa konsumsi multivitamin

Multivitamin harian yang mengandung asam folat 400 mcg dan 40–80 mg zat besi dapat membantu fertilitas wanita. Studi menunjukkan bahwa asam folat dapat menurunkan kejadian kegagalan ovulasi.

Selain memenuhi nutrisi penting, optimalkan proses mempersiapkan kehamilan dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Utarakan pula jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, misalnya alergi, tekanan darah, atau diabetes. Dengan begitu, dokter bisa memberi arahan mengenai apa yang boleh dan tak boleh dikonsumsi. Semoga lekas hamil!

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar