Sukses

Mencegah Tubuh Pendek pada si Kecil

Pertumbuhan anak yang pendek sering kali menjadi keluhan para Ayah dan Bunda. Bagaimana cara mencegahnya?

Klikdokter.com, Jakarta Berbeda dengan orang dewasa, anak dengan kelompok umur, jenis kelamin, dan ras yang sama umumnya memiliki tinggi badan yang kurang lebih mirip. Dengan alasan tersebut, dibuatlah panduan mengenai rentang tinggi badan normal pada anak.

Karena itu, jika Bunda mendapati si Kecil lebih pendek dari teman-teman sebayanya (apalagi jika perbedaannya signifikan), mencurigai ada yang salah adalah suatu hal yang beralasan.

Anak yang bertubuh pendek perlu diterapi segera. Ini karena sekitar 75% dari anak yang memiliki tubuh pendek dapat berakhir menjadi orang dewasa yang tinggi badannya 12 cm lebih pendek daripada rata-rata.

Definisi Tubuh Pendek

Seorang anak dikatakan memiliki tubuh pendek apabila tingginya berada di bawah tinggi rata-rata anak sebayanya (usia yang sama). Hal tersebut juga harus disesuaikan dengan anak yang memiliki jenis kelamin dan ras yang sama.

Bunda juga perlu melihat kurva pertumbuhan standar, yang bisa didapat dari posyandu ataupun laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jika setelah disesuaikandengan kurva pertumbuhan standar, tinggi badan si Kecil kurang dari persentil tiga untuk usianya, itu artinya ia termasuk pendek.

Penyebab Tubuh Pendek

Tubuh pendek bisa berarti dua hal: suatu variasi normal atau kelainan medis. Variasi normal terjadi ketika anak tersebut memiliki kedua orang tua yang bertubuh pendek, namun tingginya masih lebih dari persentil tiga kurva standar.

Sementara itu, kelainan medis berupa tubuh pendek dapat terjadi akibat beberapa hal, seperti kelainan genetik (sindrom Down, sindrom Turner, kelainan genetik pada tulang), kekurangan hormon pertumbuhan atau hormon tiroid, penyakit kronis (penyakit tuberkulosis, penyakit jantung bawaan, penyakit usus, dan lainnya), atau kurang gizi.

Bunda perlu waspada apabila pertumbuhan si Kecil lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak seusianya, mengalami penurunan berat badan, kurang nafsu makan, dan pubertas yang terlambat.

Cegah Tubuh Pendek

Kurang optimalnya nutrisi yang didapat oleh si Kecil adalah salah satu penyebab paling sering dari tubuh pendek. Oleh karena itu, manajemen nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil yang optimal.

Bagaimana tidak, zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral saling bekerja sama untuk membentuk sel-sel tubuh si Kecil. Selain itu, zat gizi juga penting untuk pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak. Apabila bahan bakunya kurang, tak heran jika pertumbuhan tinggi si Kecil pun menjadi kurang optimal.

Meskipun rata-rata anak yang memiliki orang tua bertubuh pendek juga memiliki tinggi badan yang pendek, penelitian menunjukkan bahwa mereka tetap dapat tumbuh lebih tinggi apabila diberikan nutrisi yang cukup. Karena itu, sangat penting bagi Bunda untuk mengajarkan kebiasaan makan yang sehat kepada si Kecil.

Penelitian juga memperlihatkan bahwa asupan yang cukup dari protein, kalsium, dan zat besi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi badan anak. Anak yang memiliki tubuh pendek didapati mengalami kekurangan asupan dari zat gizi tersebut, jika dibandingkan dengan anak yang memiliki tinggi badan normal.

Protein sangat penting untuk pertumbuhan tubuh si Kecil, karena diperlukan untuk pembentukan sel-sel tubuh. Protein bisa didapat dari sumber hewani maupun nabati. Sumber protein hewani meliputi daging, unggas, telur, dan susu. Sementara itu sumber protein nabati adalah tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Sedangkan kalsium adalah mineral yang paling banyak di dalam tubuh, yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang. Apabila kalsium kurang, pertumbuhan tulang tidak dapat berjalan dengan optimal untuk mencapai tinggi badan yang normal. Kalsium dapat diperoleh terutama dari susu.

Makanan kaya zat besi yang dapat Bunda jadikan pilihan untuk si Kecil adalah hati, daging sapi, kacang merah rebus, dan tahu. Bunda juga dapat memberikan ikan, telur, ayam, serta sayuran hijau. 

Asupan makanan yang menunjang pertahanan tubuh, seperti nukleotida, laktoferin, prebiotik (laktulosa), dan probiotik BV536 dan MV16 (bakteri 'baik') juga penting untuk si Kecil. Karena jika pencernaan sehat, penyerapan nutrisi si Kecil menjadi lebih baik dan ia bisa tumbuh lebih optimal.

Jadi untuk mencegah tubuh pendek pada si Kecil, jangan lupakan nutrisinya, ya. Terapkan juga pola hidup sehat lainnya di rumah, seperti minum air cukup dan membiasakan hidup aktif dengan berolahraga.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar