Sukses

Kenali Pneumonia dan Cara Mencegahnya

Pneumonia atau paru-paru basah merupakan penyakit yang cukup sering terjadi di Indonesia. Ketahui lebih jauh dan simak caranya agar terbebas.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit paru-paru basah atau pneumonia merupakan peradangan yang terjadi pada paru-paru. Pneumonia dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa. Penyakit ini dapat berakibat fatal.

Pneumonia di Indonesia cukup sering terjadi. Angka kejadian pneumonia merupakan peringkat ke 10 di dunia. Pneumonia bahkan menjadi penyebab kematian yang cukup banyak bagi balita di Indonesia.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa 2,1 persen dari 41.590 kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit pneumonia. Secara umum, CDC Global Health pun menyatakan 99 persen kasus kematian akibat penyakit pneumonia pada balita terjadi di negara kecil dan berkembang, termasuk Indonesia.

Dengan begitu berbahayanya penyakit ini, Anda perlu mengenali pneumonia lebih jauh dan berupaya melakukan tindakan pencegahan.

Seputar pneumonia dan gejalanya

Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi, baik oleh virus, bakteri maupun jamur. Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada paru-paru, sehingga alveolus paru-paru atau kantong udara paru terisi oleh cairan. Akibatnya, paru-paru tidak dapat bekerja secara normal.

Pada kasus pneumonia yang sudah parah, dapat terjadi gangguan aliran oksigen dari paru-paru ke pembuluh darah, sehingga tubuh menjadi kekurangan oksigen.

Gejala pneumonia yang muncul bisa saja ringan ataupun berat. Biasanya bila gejala yang terjadi masih tergolong ringan, penderita belum membutuhkan perawatan di rumah sakit. Namun, hal ini tidak berlaku pada kasus yang menimpa bayi, anak-anak, orang lanjut usia, serta orang dengan imunitas rendah seperti penderita HIV.

Penderita dengan kriteria tersebut wajib dirawat di rumah sakit, sebab pneumonia yang diderita dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat fatal.

Gejala utama pneumonia biasanya adalah batuk, baik mengandung dahak ataupun tidak. Gejala lainnya meliputi:

  • Demam atau tubuh menggigil
  • Nyeri dada ketika bernapas
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • BAB cair
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Mudah lelah

Biasanya dokter akan menduga adanya pneumonia dari gejala di atas. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik ke paru-paru untuk memeriksa apakah terdapat suara paru yang tidak normal. Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis, seperti pemeriksaan darah, sinar X, dan tes dahak.

Hal yang perlu Anda ketahui berikutnya, pada pneumonia terdapat beberapa faktor risiko yang juga dapat memicu Anda terjangkit penyakit ini:

  • Merokok
  • Diabetes melitus
  • Riwayat penyakit jantung
  • Penurunan kesadaran
  • Sistem kekebalan tubuh yang rendah
  • Polusi lingkungan

Sebelum terlambat, hindari berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan Anda terkena pneumonia tersebut. Namun bila sudah terlanjur, ada beberapa penanganan yang bisa Anda pilih, sesuai dengan petunjuk dokter.

Penanganan pneumonia dan tindakan pencegahan yang bisa dilakukan

Pengobatan pada pasien pneumonia dapat beragam, mulai dari konsumsi obat-obatan, terapi inhalasi, dan terapi pendukung lainnya. Namun yang paling penting adalah mengetahui penyebab dari pneumonia tersebut.

Biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik jika penyebab pneumonianya adalah bakteri. Tapi jika penyebabnya jamur, maka akan diberikan obat anti-jamur.

Penanganan pneumonia dengan terapi inhalasi sangat cocok diterapkan pada kondisi penderita yang membutuhkan pengobatan segera. Terapi ini dapat menghindari efek samping yang berkelanjutan, mengencerkan dahak yang kental dan kekuningan, serta mengatasi infeksi.

Terapi pendukung lainnya dapat berupa oksigen, cairan infus, dan obat-obatan lain untuk meredakan gejala lain yang menyerang.

Meski penyakit pneumonia mengintai, sebaiknya Anda mulai melakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari penyakit mematikan ini. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda terapkan dalam keseharian.

  • Rajin cuci tangan dengan sabun antibakteri
  • Menggunakan masker, terutama dekat orang sakit atau lingkungan berpolusi
  • Rajin berolahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh
  • Menghindari asap rokok atau berhenti bila mengonsumsinya
  • Menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit jantung dan metabolik

Pada kenyataannya, data dari berbagai survei menyebutkan bahwa penyakit pneumonia atau paru-paru basah sangat berbahaya hingga dapat memakan korban. Jadi, jangan anggap remeh penyakit ini. Jika Anda mengalami batuk lama atau disertai dengan keluhan nyeri dada dan kesulitan bernapas, segera periksakan diri ke dokter.

(NP/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar