Sukses

Akibatnya Jika Alergi Susu Sapi Terlambat Ditangani

Alergi susu sapi bisa menimbulkan dampak buruk kepada si Kecil jika tak ditangani dengan cepat dan tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Alergi susu sapi merupakan kondisi yang sulit untuk didiagnosis karena gejalanya menyerupai gangguan kesehatan lainnya. Intoleransi laktosa, misalnya, memiliki gejala yang mirip dengan alergi susu sapi. Karena itu, penting bagi setiap Ayah dan Bunda untuk mengenali seluk-beluk alergi susu sapi pada Si Kecil. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengapa bisa alergi susu sapi?

Ketahuilah bahwa bakat alergi terkait dengan genetik. Artinya, si Kecil yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan bakat alergi, maka risikonya mengalami alergi susu sapi akan lebih besar (walaupun orang tuanya tidak spesifik alergi terhadap susu sapi).

Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah menganggap protein susu sapi sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Hal itu kemudian menimbulkan peradangan hingga gejala alergi.

Biasanya usia bayi diketahui mengalami alergi susu sapi adalah sebelum 6 bulan, jarang ditemukan gejala setelah 1 tahun. Alergi susu sapi umumnya dialami setelah sistem imun si Kecil ‘diperkenalkan’ dengan protein susu sapi.

Perkenalan dengan protein susu sapi ini bisa secara langsung, yaitu pada si Kecil yang mendapat susu formula sapi atau pada si Kecil yang mendapatkan ASI dari Bunda yang mengonsumsi produk susu sapi.

Apa saja gejala alergi susu sapi?

Gejala alergi susu sapi umumnya melibatkan tiga sistem tubuh, yaitu sistem pencernaan, sistem saluran napas, dan kulit. Gejala pada sistem pencernaan seperti muntah, kolik, diare, sembelit, dan adanya darah pada feses. Sedangkan gejala pada sistem saluran napas, misalnya batuk, pilek, mengi, dan lain-lain. Lalu gejala pada kulit biasanya muncul ruam kemerahan.

Timbulnya gejala-gejala ini diakibatkan adanya serangkaian mekanisme imun tubuh. Mekanisme kekebalan tubuh yang ‘bermaksud baik’ dan menganggap protein susu sapi adalah benda yang harus dihilangkan dari tubuh, menyebabkan adanya kerusakan jaringan, misalnya jaringan mukosa saluran cerna. Salah satu kerusakan mukosa saluran cerna ini dapat diketahui dengan adanya darah atau bercak darah di feses bayi.

Apa jadinya bila reaksi alergi susu sapi tak segera ditangani?

Mukosa saluran cerna adalah tempat terjadinya penyerapan zat-zat nutrisi tubuh, makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Ketika mukosa saluran cerna rusak, maka penyerapan zat gizi tidak berlangsung optimal.

Bayi dan anak, terutama dalam masa 1000 hari pertama kelahirannya, sangat memerlukan zat gizi yang seimbang untuk menunjang tumbuh kembangnya yang optimal.

Kerusakan mukosa saluran cerna karena adanya alergi susu sapi menyebabkan makronutrien dan mikronutrien tidak dapat dicerna dengan baik. Hal ini pada akhirnya dapat mengganggu tumbuh kembang si Kecil. Pada awalnya dapat terjadi penurunan berat badan, lalu lama-lama tinggi badannya akan lebih pendek dari anak seusianya bila terus-menerus terjadi perkembangan kecerdasan kognitifnya juga akan terganggu.

Adakah solusinya?

Solusi untuk mengatasi alergi susu sapi adalah sebagai berikut:

  1. Kenali gejala dan jangan remehkan gejala alergi sekecil apa pun.
  2. Cepat atasi gejala dengan memeriksakan kepada dokter.
  3. Bila ada gejala, coba eliminasi atau hilangkan bahan makanan dari susu sapi sementara. Untuk si Kecil yang ASI, sebisa mungkin hindari produk susu sapi lain, seperti keju, yoghurt, dan biskuit.
  4. Apabila gejala berkurang setelah tes eliminasi, ada kemungkinan si Kecil alergi susu sapi. Pastikan Bunda berdiskusi dengan dokter anak.
  5. Pantau selalu grafik tumbuh kembang si Kecil, biasanya terdapat di buku kontrol berobat atau Kartu Menuju Sehat (KMS).
  6. Bila anak terdiagnosis alergi susu sapi oleh dokter, gunakan alternatif pemberian susu dengan jenis susu lain. Salah satunya adalah susu soya. Bunda dapat mencoba memberikan formula pertumbuhan Morinaga Chil Kid Soya Moricare+ Prodiges (1-3 tahun) dan Morinaga Chil School Soya Moricare+ Prodiges (3-12 tahun) pada si Kecil. Kandungan 100% protein soya di dalamnya setara susu sapi, dilengkapi asam amino esensial serta vitamin dan mineral.

Memang tidak mudah mengatasi alergi susu sapi ini, tapi bukan berarti tidak bisa. Bagaimanapun, tumbuh kembang si Kecil yang optimal harus menjadi tujuan utama setiap Bunda. Faktanya, menurut penelitian, anak alergi sama IQ-nya dengan anak tanpa alergi asalkan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembangnya optimal.

[RS/ RH]

1 Komentar